Viral Wisatawan Pantai Ammani Sulsel Terhempas ke Pasir saat Main Donat Boat, Badan Nyeri dan Penuh Memar Usai Insiden

Terlempar dari donut boat pantaiTerlempar dari donut boat pantai
Wisatawan Pantai Ammani Sulsel Terhempas saat Main Donat Boat

INBERITA.COM, Sebuah insiden tidak mengenakkan terjadi di Pantai Ammani, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, saat sejumlah wisatawan bermain wahana donat boat.

Insiden tersebut viral setelah dibagikan melalui video oleh akun TikTok @esztycomell pada Kamis, 2 April 2026.

Dalam video berdurasi 1 menit 8 detik tersebut, terlihat dengan jelas bagaimana wahana donat boat yang dinaiki oleh wisatawan terhempas ke pantai saat sedang melakukan manuver.

Kejadian tersebut berlangsung saat kapal penarik sedang berbelok mendekati bibir pantai yang penuh dengan pengunjung.

Seharusnya, donat boat mengikuti pergerakan kapal penarik, namun karena manuver yang tiba-tiba dan terlalu dekat dengan pantai, wahana tersebut malah melayang dan terhempas ke arah pengunjung yang berada di pantai.

Para wisatawan yang berada di atas donat boat terlempar dan jatuh ke pasir, mengenai beberapa pengunjung yang berada di sekitar.

Video tersebut menunjukkan kejadian yang membuat ngeri, di mana para korban terlihat jatuh secara tiba-tiba. Setelah kejadian itu, para wisatawan yang menjadi korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengunggah video juga membagikan kondisinya setelah insiden tersebut. Dalam video selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa dirinya merasakan mual dan pusing setelah benturan keras yang mengenai perut dan kepala.

“Besoknya setelah bangun tidur, kayak orang stroke nggak bisa banyak bergerak. Leher tegang kayak kolesterol naik, badan baru terasa sakit dan memar,” jelasnya.

Selain itu, pengunggah video juga mengungkapkan bahwa ia mengalami memar di betis, tumit, paha, dada, dan leher akibat jatuh yang cukup keras.

“Aku jatuh dada duluan, jadi dada dan bagian tubuh lainnya jadi memar. Leher dan lengan aku juga sakit, tapi ini udah mendingan,” ujarnya.

Setelah insiden, pengelola wahana membawa para korban ke Puskesmas terdekat, di mana mereka diberikan obat nyeri dan perawatan lainnya.

Meskipun banyak dari mereka yang harus dirawat dan bahkan ada yang diinfus, mereka mengaku tidak mengeluarkan biaya apapun di Puskesmas.

“Kayaknya kita nggak bayar di situ, entah itu pengelola yang tanggung jawab atau memang gratis, nggak tahu,” ujar pengunggah video.

Dalam hal ganti rugi, meskipun mengalami luka-luka, pengunggah video menegaskan bahwa mereka tidak menuntut ganti rugi dan pihak pengelola wahana hanya mengembalikan uang untuk dua wahana donat boat yang dipesan.

Insiden ini menjadi perhatian banyak pihak, mengingat potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh wahana air yang tidak terkendali seperti donat boat.

Beberapa korban lainnya yang ikut bermain bersama pengunggah video tersebut juga mengalami luka dan memar.

Anak, tante, dan saudara iparnya turut menjadi korban dan mengungkapkan bahwa mereka merasakan efek benturan yang sangat keras.

Video ini kini telah ditonton lebih dari 2,8 juta kali dan memicu diskusi di media sosial mengenai keselamatan bermain wahana air dan pentingnya pengawasan dalam setiap aktivitas wisata yang melibatkan risiko tinggi.

Pihak pengelola wahana, yang tanggap terhadap insiden ini, menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan prosedur keselamatan dan pengawasan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Meskipun insiden ini menimbulkan banyak luka, pengelola berjanji untuk tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik dan memastikan keselamatan pengunjung di kemudian hari.

Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pengelola wahana wisata untuk lebih memperhatikan keselamatan dan prosedur operasional dalam setiap aktivitas yang berisiko.

Wisatawan yang hendak menikmati wahana sejenis diharapkan untuk selalu mematuhi petunjuk keselamatan yang ada dan mengutamakan keamanan di atas keseruan semata.