Viral Siklon 97S Ancam Jawa, BMKG: Itu Hoaks!

Kabar Siklon 97S Heboh di Medsos, BMKG Pastikan Tidak BenarKabar Siklon 97S Heboh di Medsos, BMKG Pastikan Tidak Benar
Informasi Siklon 97S Dipastikan Hoaks, BMKG: Jangan Percaya Akun Tak Resmi.

INBERITA.COM, Informasi menyesatkan kembali beredar di media sosial dan memicu keresahan publik Kali ini, kabar mengenai adanya “Siklon 97S” yang disebut akan mengepung Pulau Jawa menyebar luas melalui sejumlah unggahan di Facebook.

Pesan berantai itu memuat narasi seolah-olah terdapat ancaman cuaca ekstrem yang dapat berdampak besar bagi wilayah Jawa, lengkap dengan imbauan agar masyarakat bersiap menghadapi situasi darurat.

Namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut tidak benar.

BMKG memastikan bahwa kabar tentang “Siklon 97S” merupakan hoaks dan sama sekali tidak memiliki dasar meteorologis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lembaga resmi negara yang berwenang dalam pengamatan cuaca, iklim, dan geofisika itu menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun rilis apa pun terkait keberadaan siklon bernama 97S yang disebut mengancam Jawa.

Melalui pernyataan resminya, BMKG menuliskan: “Informasi tentang siklon 97S yang katanya akan mengepung Pulau Jawa adalah tidak benar.

BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan terkait kejadian itu,” tulis BMKG di akun @infoBMKG, Jumat (5/12/2025).

Kutipan ini menjadi penegasan langsung dari sumber otoritatif bahwa kabar yang terlanjur viral tersebut murni disinformasi yang perlu diluruskan.

Peringatan palsu mengenai potensi siklon tropis bukanlah hal baru di era media sosial. Informasi yang tidak diverifikasi sering kali beredar lebih cepat daripada klarifikasi resmi, sehingga memicu kekhawatiran publik.

Dalam kasus ini, unggahan mengenai “Siklon 97S” menyebar dengan klaim seolah-olah BMKG telah memberikan peringatan dini mengenai ancaman siklon yang akan mengurung seluruh wilayah Jawa.

Namun BMKG memastikan bahwa unggahan tersebut tidak berasal dari kanal resmi mereka dan tidak pernah dikeluarkan oleh pihak berwenang mana pun.

BMKG kembali menegaskan bahwa seluruh informasi terkait kondisi cuaca, termasuk peringatan dini, potensi cuaca ekstrem, dan pembentukan siklon tropis, hanya diumumkan melalui kanal resmi BMKG.

Kanal-kanal tersebut mencakup situs web resmi, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial terverifikasi milik BMKG.

Dengan demikian, masyarakat diminta agar tidak mempercayai informasi serupa yang beredar dari akun tidak terverifikasi atau tidak dapat dibuktikan sumbernya.

Dalam pernyataannya, BMKG menyampaikan: “Kondisi cuaca terkini selalu kami sampaikan melalui kanal resmi BMKG dan diperbarui setiap saat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi viral tanpa sumber,” lanjut BMKG.

Pernyataan ini sekaligus menjadi imbauan agar masyarakat lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya ketika menyangkut isu cuaca ekstrem yang dapat berdampak luas.

Fenomena penyebaran hoaks cuaca dalam beberapa tahun terakhir meningkat seiring dengan semakin cepatnya arus informasi di media sosial.

Banyak narasi mengatasnamakan lembaga resmi untuk menambah kredibilitas, padahal tidak jarang dibuat tanpa data atau analisis meteorologis yang sah.

Narasi mengenai “Siklon 97S Mengepung Jawa” adalah salah satu contohnya: sebuah informasi tanpa sumber, namun dapat menyebar luas karena permainan bahasa sensasional dan kecenderungan publik untuk berbagi informasi yang terdengar mengkhawatirkan.

BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem seperti siklon tropis memiliki indikator ilmiah yang sangat jelas dan tidak mungkin luput dari pemantauan lembaga meteorologi.

Jika suatu sistem tekanan rendah terdeteksi dan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis, BMKG akan mengeluarkan informasi resmi, lengkap dengan data pemantauan, arah pergerakan, kecepatan angin, hingga potensi dampak di wilayah Indonesia.

Semuanya disampaikan secara berkala dan dapat diakses publik kapan saja.

Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk aktif melakukan pengecekan silang terhadap informasi cuaca atau fenomena meteorologis yang beredar.

BMKG menekankan bahwa setiap informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi patut dicurigai kebenarannya, terutama jika narasinya mengandung unsur dramatis, menciptakan rasa takut, atau menggunakan istilah ilmiah secara tidak tepat.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh judul-judul menyesatkan yang kerap dimanfaatkan untuk mencari perhatian dan meningkatkan interaksi di media sosial.

Informasi tentang cuaca, apalagi yang menyangkut keselamatan, harus ditelusuri dari sumber yang kredibel.

Dalam konteks ini, BMKG merupakan satu-satunya lembaga negara yang memiliki otoritas pengamatan dan peringatan cuaca di Indonesia.

Narasi hoaks seperti “Siklon 97S Mengepung Jawa” tidak hanya berpotensi menimbulkan kepanikan, tetapi juga dapat mengganggu proses mitigasi bencana jika masyarakat lebih percaya pada informasi palsu dibandingkan data resmi. Karena itulah, edukasi literasi digital dan literasi cuaca menjadi penting agar publik dapat memahami bagaimana sebuah informasi meteorologi yang valid seharusnya disampaikan.

Dengan klarifikasi tegas yang kembali disampaikan BMKG ini, masyarakat kini dapat memastikan bahwa tidak ada ancaman siklon bernama 97S yang tengah mengepung Jawa.

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembaruan cuaca secara cepat, akurat, dan transparan. Masyarakat hanya perlu merujuk pada kanal resmi untuk mendapatkan informasi yang benar.

BMKG menutup imbauannya dengan ajakan bahwa publik harus lebih bijak dan berhati-hati terhadap setiap informasi viral yang muncul.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan silang terhadap informasi cuaca yang beredar, terutama jika berasal dari akun tidak resmi atau tanpa rujukan data meteorologi.