INBERITA.COM, Kecelakaan beruntun terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).
Insiden yang melibatkan sejumlah kendaraan itu sempat membuat arus lalu lintas menuju kawasan wisata Bromo terganggu dan memicu kepanikan para pengguna jalan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut menyebabkan sejumlah korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di puskesmas hingga rumah sakit.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan yang diduga dipicu kegagalan fungsi pengereman itu.
Kecelakaan di jalur turunan kawasan Bromo tersebut melibatkan sedikitnya empat kendaraan, yakni Microbus Toyota Hiace bernomor polisi BE 7013 AQ, Toyota Rush nopol L 1695 WD, SUV Renault bernopol D 1785 NH, serta Microbus Toyota Hiace bernopol DK 7049 FK.
Dalam perkembangan penyelidikan terbaru, polisi juga menyebut kendaraan Hiace itu sempat menghantam kendaraan lain sebelum akhirnya berhenti usai menabrak tiang listrik beton milik PLN.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Aditya Wikrama, menjelaskan kecelakaan bermula ketika Toyota Hiace BE 7013 AQ melaju dari arah selatan menuju jalur menurun di kawasan wisata Gunung Bromo.
Kendaraan tersebut diketahui membawa rombongan wisatawan asing asal Singapura menuju arah Surabaya. Saat melintasi turunan, kendaraan diduga mengalami hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan.
“Karena laju kendaraan hilang kendali, saat masuk ke arah berlawanan itu kontra atau menabrak Toyota Rush dan 2 kendaraan lainnya,” kata Aditya Wikrama.
Benturan keras membuat suasana di jalur wisata Bromo mendadak mencekam. Kendaraan Hiace yang melaju tak terkendali baru berhenti setelah menghantam tiang listrik di sekitar lokasi kejadian.
Menurut polisi, kendaraan tersebut membawa tujuh orang penumpang, enam di antaranya merupakan wisatawan mancanegara asal Singapura.
“Untuk kendaraan Hiace yang hilang kendali itu berisi 7 orang yang 6 di antaranya merupakan wisatawan asing atau WNA asal Singapore. Laju kendaraan lalu berhenti setelah menabrak tiang listrik,” tambahnya.
Akibat kecelakaan tersebut, sedikitnya sembilan hingga sebelas orang dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang. Korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Untuk 3 orang sudah dibawa ke RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo dan untuk 6 orang WNA langsung dibawa ke Puskesmas Sukapura. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkap Iptu Aditya.
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta baru terkait pengemudi kendaraan Hiace tersebut. Saat kecelakaan terjadi, kendaraan ternyata tidak dikemudikan oleh sopir utama, melainkan oleh seorang penumpang bernama Agung yang berasal dari Tabanan, Bali.
Sopir asli kendaraan bernama Yopi disebut meminta Agung menggantikannya mengemudi karena merasa kelelahan selama perjalanan.
“Seharusnya sopir asli yang bertanggung jawab dalam perjalanan ini, kok malah pengemudi diganti penumpang yang ikut dalam perjalanan ke Surabaya,” ujar Iptu Aditya saat dikonfirmasi awak media.
Namun hingga kini polisi belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Yopi maupun Agung karena keduanya masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialami dalam kecelakaan tersebut.
“Kami fokus penanganan perkara kecelakaan. Untuk sopir asli Yopi dan Agung sopir pengganti masih belum bisa kami periksa karena masih dalam perawatan medis,” ujar Aditya.
Kepada petugas kepolisian saat menjalani perawatan, Agung mengaku dirinya bukan sopir utama kendaraan tersebut. Ia hanya diminta menggantikan sementara karena Yopi mengaku kelelahan saat perjalanan menuju Surabaya.
“Saya bukan sopir asli, saya ini penumpang mobil Hiace ini. Sama Yopi sopir asli Toyota Hiace yang membawa enam wisatawan asal Singapura diminta tolong gantikan menyetir karena mengaku capek dan lelah. Ternyata saat saya kemudikan remnya blong, mobil melaju kencang dan akhirnya menabrak empat kendaraan,” kata Agung.
Polisi menduga kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman saat melintasi jalur turunan tajam di kawasan wisata Bromo.
Kendaraan disebut meluncur dengan kecepatan sekitar 70 hingga 75 kilometer per jam sebelum akhirnya menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
Petugas kepolisian langsung mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan ke pos lalu lintas agar tidak mengganggu arus kendaraan wisatawan menuju Gunung Bromo.
“Untuk kendaraan yang terlibat sudah dipindahkan ke pos lantas agar tidak mengganggu arus lalulintas. Dugaan sementara, kecelakaan dikarenakan gagal fungsi rem,” pungkasnya.
Selain wisatawan asing asal Singapura, kecelakaan tersebut juga melibatkan keluarga anggota Polri yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.
Saat kejadian, anggota polisi tersebut sedang melakukan perjalanan bersama istri dan anaknya menggunakan kendaraan lain yang ikut tertabrak.
Ketiga korban dari kendaraan tersebut kini menjalani perawatan di RSUD Ar-Rozzy Kota Probolinggo. Sementara enam wisatawan Singapura, sopir pengganti Agung, dan sopir asli Yopi masih mendapatkan penanganan medis di RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.
Akibat benturan keras dalam kecelakaan itu, sebagian besar korban mengalami luka robek di bagian wajah, memar, serta cedera akibat benturan. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan tindakan jahitan dari tim medis.
Hingga kini Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan beruntun di jalur wisata Gunung Bromo tersebut, termasuk kemungkinan unsur kelalaian dalam pergantian pengemudi di tengah perjalanan.







