Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU Pertamina, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

Pemerintah Ungkap Alasan Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBUPemerintah Ungkap Alasan Pertalite Tak Dijual di Beberapa SPBU
SPBU Signature Jadi Alasan Pertalite Tak Dijual di Beberapa Lokasi.

INBERITA.COM, Keberadaan Pertalite yang mendadak tidak tersedia di sejumlah SPBU Pertamina belakangan menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut memicu kebingungan pengendara, terutama pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan BBM subsidi dengan harga lebih terjangkau dibanding jenis bahan bakar non-subsidi.

Fenomena hilangnya Pertalite di beberapa SPBU ini juga memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian pengguna kendaraan mempertanyakan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan stok, pengurangan distribusi BBM subsidi, atau adanya perubahan kebijakan pemerintah terkait penyaluran bahan bakar minyak.

Situasi di lapangan membuat sejumlah konsumen terpaksa beralih menggunakan BBM jenis lain dengan harga yang lebih tinggi. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara langsung oleh pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi memengaruhi pola konsumsi bahan bakar di sejumlah wilayah.

Kondisi ini kembali menunjukkan bahwa distribusi BBM subsidi memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ketika satu jenis bahan bakar tidak tersedia, perubahan perilaku konsumen langsung terlihat, mulai dari antrean di SPBU tertentu hingga meningkatnya penggunaan BBM non-subsidi.

Menanggapi kondisi tersebut, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menegaskan bahwa tidak dijualnya Pertalite di beberapa SPBU Pertamina bukan disebabkan penghentian distribusi BBM subsidi oleh Pertamina.

“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (8/4).

Menurut Anggia, perubahan status SPBU menjadi SPBU Signature menjadi alasan utama mengapa Pertalite tidak lagi tersedia di sejumlah titik tertentu.

Ia memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar tetap dijual melalui SPBU biasa yang masih mendapatkan penugasan penyaluran dari pemerintah.

Anggia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan Pertalite secara nasional. Pemerintah, kata dia, tetap menjalankan mekanisme distribusi BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” ujar Anggia.

Lebih lanjut, Anggia menjelaskan bahwa PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga tetap memiliki kewajiban untuk menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Ron 90 atau Pertalite melalui SPBU yang telah ditunjuk oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Menurutnya, penugasan distribusi tersebut dilakukan secara berkala setiap triwulan. Langkah itu bertujuan memastikan ketersediaan kuota BBM subsidi tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ucap Anggia.

Pernyataan dari Kementerian ESDM tersebut sekaligus menjawab viralnya informasi mengenai sejumlah SPBU Pertamina yang menghentikan penjualan Pertalite.

Di media sosial, beberapa pengguna kendaraan sebelumnya mengeluhkan sulitnya menemukan Pertalite di SPBU tertentu, khususnya di wilayah Jakarta.

Seiring dengan perubahan layanan tersebut, sejumlah SPBU Pertamina diketahui bertransformasi menjadi SPBU Signature. Konsep layanan ini menghadirkan fasilitas tambahan dan pelayanan premium bagi konsumen.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU Pertamina Signature menawarkan berbagai layanan tambahan untuk pelanggan. Salah satu fasilitas yang diberikan yakni layanan semir ban gratis bagi konsumen yang melakukan pengisian BBM minimal Rp350 ribu.

Transformasi sejumlah SPBU menjadi SPBU Signature dinilai sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kepada konsumen. Namun di sisi lain, perubahan tersebut turut memunculkan perhatian publik karena berdampak pada ketersediaan BBM subsidi di lokasi tertentu.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa distribusi dan layanan SPBU masih menjadi isu sensitif bagi masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang sangat bergantung pada Pertalite sebagai pilihan bahan bakar harian.

Ke depan, kejelasan informasi terkait perubahan status SPBU maupun distribusi BBM subsidi dinilai penting agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.