Viral Guru di Garut Kritik Pedas Prabowo Soal Program MBG: “Berakhir jadi Sampah, Lebih Baik Ditutup Saja!”

INBERITA.COM, Video viral yang beredar sejak awal September 2025 menunjukkan seorang guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat membersihkan tumpukan ompreng bekas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak dimakan siswa.

Dalam video tersebut, guru tersebut membersihkan sisa makanan yang terbuang sia-sia sambil menyuarakan keresahan atas pemborosan anggaran negara.

“Bilang ke Pak Prabowo, ini jadi sampah! Buang-buang uang, mending ditutup!” ujarnya tegas.

Kritik serupa juga dilontarkan guru lain dari Garut melalui unggahan di TikTok Mak Teti. Guru tersebut menilai alokasi dana MBG yang besar namun berakhir mubazir sebaiknya dialihkan untuk pembebasan biaya sekolah hingga jenjang SMA.

Ia menekankan bahwa pendidikan gratis lebih mendesak dibandingkan program pangan yang tidak efektif.

“Tukang MBG na anu boga batina, urang anu lieurna,” tegasnya, menyoroti beban psikologis guru akibat ketimpangan pengelolaan program.

Fenomena sisa makanan MBG tidak hanya terjadi di Garut. Di SMA Negeri 7 Manado, siswa dan guru mencoba mengatasi limbah organik dengan mengolahnya menjadi pupuk organik dan eco-enzyme.

Kepala sekolah, Willem H. Rawung, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mendidik siswa tentang tanggung jawab lingkungan.

“Siswa belajar bahwa limbah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna,” ujarnya.

Ketua Green Community SMA Negeri 7 Manado, Jhofan Margani, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan kontribusi nyata siswa dalam menjaga ekosistem sekolah.

“Kami ingin menunjukkan peran siswa dalam mendukung Program MBG yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Namun, pengolahan limbah hanya menyelesaikan masalah di hilir tanpa mengatasi akar persoalan, yakni pemborosan anggaran.

Studi CELIOS mengungkapkan potensi kerugian akibat penolakan makanan siswa terhadap Program MBG mencapai angka fantastis. Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menyebutkan bahwa kalkulasi kerugian harian dan mingguan sangat besar.

“Banyak keresahan dari orang tua karena banyak makanan yang dibuang,” katanya.

Berdasarkan perhitungan CELIOS, dalam skenario minimal, 62 juta porsi makanan terbuang setiap minggu dengan kerugian Rp622 miliar. Pada skenario maksimal, kerugian mencapai Rp1,27 triliun per minggu.

Dana terbuang tersebut setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan gratis bagi 15,5 juta jiwa (skenario minimal) hingga 31,6 juta jiwa (skenario maksimal).

Isnawati menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap Program MBG. CELIOS merekomendasikan moratorium, reformasi total, dan audit transparan untuk mencegah pemborosan lebih besar.

“Rekomendasi kami adalah moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi,” pungkasnya.