INBERITA.COM, Kuburan Band angkat bicara terkait viralnya lagu berjudul Tak Diberi Tulang Lagi di platform TikTok.
Band yang dikenal dengan genre musiknya yang khas itu menegaskan bahwa mereka tidak pernah merilis lagu tersebut, yang belakangan ramai disebut sebagai sindiran untuk grup musik legendaris Slank.
Resa, salah satu personel Kuburan Band, memberikan klarifikasi secara langsung melalui komentar di akun Instagram resmi band tersebut.
Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan terhadap komentar seorang penggemar Slank atau Slanker di postingan mereka.
“Slanker hadir, ada yang bisa dibantu?” tulis akun @food_gendut, dikutip Minggu (4/1/2026).
Menanggapi komentar itu, Resa menegaskan, “Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul AJENG, bukan lagu yang viral di TikTok yang hoax, karena itu lagu AI.”
Pernyataan Resa ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi Kuburan Band atas isu yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Dengan tegas, band ini menyatakan bahwa lagu Tak Diberi Tulang Lagi sama sekali bukan karya mereka dan keberadaannya merupakan produk dari kecerdasan buatan atau AI, bukan rilisan resmi band.
Viralnya lagu ini memunculkan narasi sesat di TikTok yang menyebut Kuburan Band sengaja merilis lagu tersebut untuk menyindir Slank, terutama terkait lagu Slank berjudul Republik Fufufafa.
Informasi ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga memicu kesalahpahaman di kalangan netizen, hingga banyak yang percaya bahwa Kuburan Band terlibat dalam kontroversi musik tersebut.
Sumber viral yang menyebarkan klaim ini masih belum jelas, namun efeknya cukup besar.
Banyak pengguna media sosial membagikan video atau potongan lagu Tak Diberi Tulang Lagi seolah itu benar-benar karya Kuburan Band, padahal seluruhnya merupakan hasil manipulasi digital.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan penggemar musik, khususnya para Slanker, mengenai kebenaran dan sumber lagu yang beredar.
Kuburan Band sendiri menekankan bahwa band sedang fokus mempromosikan karya terbaru mereka, yaitu lagu AJENG.
Lagu ini menjadi rilisan resmi Kuburan Band dan menjadi titik fokus promosi mereka, bukan lagu yang viral di TikTok yang disebut-sebut sebagai sindiran untuk Slank.
Fenomena ini menyoroti bagaimana teknologi AI kini mampu menciptakan konten yang hampir menyerupai karya asli artis, namun dapat menimbulkan kebingungan dan potensi hoaks di media sosial.
Lagu yang dibuat menggunakan AI bisa menyebar dengan cepat dan menimbulkan kesan kontroversial, bahkan ketika artis yang disebut-sebut tidak ada hubungannya dengan konten tersebut.
Netizen dan penggemar musik di media sosial sebaiknya lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten viral.
Klarifikasi langsung dari sumber resmi, seperti yang dilakukan Resa dan Kuburan Band, penting untuk menghentikan penyebaran informasi yang tidak benar dan mengurangi potensi konflik antar-komunitas musik.
“Kami ingin semua orang tahu bahwa Tak Diberi Tulang Lagi adalah lagu AI dan bukan bagian dari katalog resmi Kuburan Band,” jelas Resa, menegaskan posisi band.
Pernyataan ini sekaligus menjadi upaya Kuburan Band untuk meluruskan rumor yang sudah beredar luas di berbagai platform digital.
Selain itu, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana hoaks di dunia musik dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial.
Lagu yang sebenarnya tidak ada bisa viral, memicu kontroversi, dan menimbulkan spekulasi di antara penggemar.
Fenomena ini juga menunjukkan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikan konten viral, terutama terkait rilisan musik dan komentar terhadap artis lain.
Dengan klarifikasi ini, Kuburan Band berharap penggemar dan netizen tidak lagi menyebarkan informasi keliru tentang lagu Tak Diberi Tulang Lagi.
Fokus band kini sepenuhnya pada karya resmi mereka, termasuk promosi lagu AJENG yang menjadi proyek musik terbaru Kuburan Band.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan tambahan dari pihak Slank terkait viralnya lagu ini.
Namun, respons Kuburan Band telah cukup untuk meluruskan rumor dan memberi kejelasan bagi penggemar yang ingin tahu kebenaran di balik lagu kontroversial tersebut.
Fenomena viral lagu yang sebenarnya merupakan produk AI ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital di era media sosial.
Netizen perlu memverifikasi kebenaran informasi, terutama ketika konten tersebut dapat menimbulkan konflik atau kesalahpahaman di dunia musik.
Klarifikasi dari artis atau band resmi, seperti yang diberikan Kuburan Band, menjadi sumber paling valid untuk memastikan fakta di tengah arus informasi yang cepat dan terkadang menyesatkan.






