Veda Ega Pratama akan Naik ke Moto3 2026, Gabung dengan Honda Team Asia

Veda ega pratama akan debut moto3 di 2026Veda ega pratama akan debut moto3 di 2026

INBERITA.COM, Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, akan segera mencatat sejarah baru dalam dunia balap motor internasional.

Namanya kini menjadi sorotan setelah media olahraga ternama asal Italia, Sky Sport Italia, melaporkan bahwa Veda akan naik kelas dan tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 bersama Honda Team Asia.

Kabar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Veda, yang dikenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dari Indonesia di dunia balap internasional.

Keputusan Honda Team Asia merekrut Veda tidak datang tanpa alasan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu tampil sangat impresif sepanjang musim Red Bull Rookies Cup 2025, di mana ia berhasil finis sebagai runner-up klasemen akhir dengan catatan prestasi yang gemilang.

Veda mengoleksi 181 poin dan meraih tiga kemenangan dari total 14 seri balapan yang diikutinya. Konsistensi dan kecepatan yang ia tunjukkan membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Pebalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, akan melakukan debutnya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 2026 setelah finis di posisi kedua pada Red Bull Rookies Cup,” tulis Sky Sport Italia dalam laporannya.

Meskipun gelar juara umum musim ini diraih oleh Brian Uriarte dengan selisih 55 poin, performa Veda tetap menjadi sorotan utama. Ia dinilai sebagai pembalap dengan potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Yang menarik, Veda akan turun di ajang Moto3 meski belum genap berusia 18 tahun pada awal musim 2026. Berdasarkan regulasi, usia minimum pembalap untuk tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 adalah 18 tahun, namun Sky Sport Italia mengonfirmasi bahwa Veda telah mendapatkan izin khusus dari penyelenggara.

Izin tersebut diberikan karena performanya yang luar biasa di ajang pengembangan pembalap muda, Red Bull Rookies Cup, yang menjadi salah satu jalur resmi menuju MotoGP.

Keputusan ini sekaligus menunjukkan betapa besar kepercayaan dunia balap terhadap kemampuan pembalap muda Indonesia tersebut.

Langkah besar ini juga menandai perubahan formasi signifikan di Honda Team Asia. Veda akan menggantikan posisi Taiyo Furusato, pembalap asal Jepang yang dilaporkan tengah dalam tahap akhir negosiasi untuk naik kelas ke Moto2 musim depan.

Perubahan ini menjadi bagian dari strategi tim dalam membina pembalap muda Asia untuk berkiprah di level tertinggi kejuaraan dunia.

Furusato sendiri tampil cukup gemilang musim ini. Ia baru saja mencatatkan kemenangan perdananya di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan waktu 22 menit 3,888 detik, dan kini menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 dengan 140 poin.

Capaian itu dinilai cukup untuk memberinya tiket promosi ke kelas yang lebih tinggi.

“Meskipun belum ada pengumuman resmi, seluruh negosiasi telah rampung: Furusato akan berlaga di Moto2, dan Pratama akan membalap di Moto3, keduanya di bawah bendera Team Asia,” tulis Sky Sport Italia.

Keberhasilan Veda menembus Moto3 menjadi kebanggaan bagi dunia balap Tanah Air, terutama karena langkahnya ini terbilang langka bagi pembalap Indonesia.

Sebelumnya, hanya segelintir pembalap nasional yang mampu mencapai level Kejuaraan Dunia MotoGP, dan Veda kini berada di jalur yang sama untuk mengikuti jejak tersebut.

Prestasinya membuka harapan baru bagi pembinaan pembalap muda Indonesia agar bisa menembus kancah dunia.

Perjalanan Veda menuju level dunia tidak datang secara instan. Sejak usia muda, ia telah aktif berkompetisi di berbagai ajang nasional dan internasional, termasuk Asia Talent Cup, sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di Red Bull Rookies Cup—kompetisi bergengsi yang kerap menjadi batu loncatan bagi pembalap menuju Moto3 dan MotoGP.

Konsistensi performanya di ajang tersebut menjadi bukti kedewasaan Veda di lintasan, meski usianya masih sangat muda.

Dengan bergabungnya Veda Ega Pratama ke Honda Team Asia, musim 2026 diprediksi akan menjadi babak baru yang penuh tantangan. Ia akan menghadapi deretan pembalap muda terbaik dari seluruh dunia dalam kejuaraan yang terkenal ketat dan kompetitif.

Namun, dengan kemampuan adaptasi yang cepat, ketenangan di lintasan, serta pengalaman di ajang internasional, Veda diyakini mampu bersaing di barisan depan.

Langkah Honda Team Asia merekrut Veda juga mencerminkan komitmen tim dalam memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai negara di Asia untuk bersaing di level dunia.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia kini memiliki potensi besar untuk bersaing di kejuaraan internasional, asalkan diberikan dukungan dan jalur pembinaan yang tepat.

Jika semua berjalan sesuai rencana, debut Veda Ega Pratama di Moto3 2026 bukan hanya akan menjadi pencapaian pribadi yang luar biasa, tetapi juga akan menandai babak baru bagi dunia motorsport Indonesia di kancah global.

Dengan semangat dan kerja keras yang telah ia tunjukkan sejauh ini, Veda berpeluang menjadi ikon baru balap motor Tanah Air yang mengibarkan merah putih di panggung dunia. (xpr)