Trust Wallet Kena Peretasan, Kerugian USD 7 Juta, Changpeng Zhao Janji Ganti Rugi Pengguna

Trust wallet kena retasTrust wallet kena retas
Peretasan Trust Wallet 2025, Changpeng Zhao Pastikan Pengguna Dapat Ganti Rugi Penuh

INBERITA.COM, Trust Wallet, salah satu dompet kripto terdesentralisasi paling populer di dunia, dilaporkan mengalami peretasan besar yang mengakibatkan kerugian sekitar USD 7 juta.

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna kripto, khususnya mereka yang mengandalkan dompet self-custody untuk mengelola aset digital.

Meskipun telah dikenal sebagai platform yang mengutamakan aspek keamanan, peretasan ini menunjukkan bahwa bahkan platform tepercaya pun tetap berisiko menjadi target serangan siber yang semakin canggih.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (26/12/2025), kabar peretasan ini menjadi perhatian luas di kalangan komunitas kripto. Changpeng Zhao (CZ), pendiri dan CEO Binance, yang juga memiliki keterkaitan erat dengan Trust Wallet, langsung memberikan respons cepat terhadap insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, Zhao memastikan bahwa semua pengguna yang terdampak peretasan akan mendapatkan penggantian dana secara penuh.

“Keamanan dan perlindungan pengguna tetap menjadi prioritas utama kami. Trust Wallet akan mengganti kerugian pengguna sepenuhnya akibat peretasan ini,” ujar Changpeng Zhao, seperti dikutip oleh media.

Zhao juga menyatakan bahwa Binance, yang memiliki hubungan dengan Trust Wallet, berkomitmen untuk mendukung proses pemulihan dan memastikan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Saat ini, tim Trust Wallet masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab utama dari peretasan tersebut. Meskipun begitu, temuan awal dari tim keamanan menunjukkan bahwa insiden ini tidak berasal dari aplikasi utama Trust Wallet.

Sebaliknya, peretasan tersebut diduga terkait dengan celah keamanan tertentu yang memungkinkan akses tidak sah ke dana pengguna.

Peretasan yang terjadi pada platform seperti Trust Wallet menjadi peringatan keras bagi para pengguna kripto, terutama yang mengandalkan dompet kripto terdesentralisasi atau self-custody.

Dompet jenis ini memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas aset digital mereka tanpa bergantung pada pihak ketiga.

Meskipun menawarkan tingkat kebebasan dan kontrol yang lebih tinggi, dompet seperti Trust Wallet juga rentan terhadap serangan siber, terutama jika ada celah keamanan yang belum ditemukan atau belum ditangani dengan baik.

Trust Wallet sendiri dikenal luas sebagai salah satu dompet kripto terdesentralisasi yang paling aman dan paling banyak digunakan oleh komunitas kripto.

Namun, kejadian ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya bebas risiko. Peretasan ini terjadi meskipun Trust Wallet selama ini dikenal mengedepankan perlindungan data dan privasi penggunanya.

Kejadian serupa juga pernah dialami oleh platform kripto lainnya, yang memperlihatkan bahwa meskipun memiliki keamanan yang ketat, dompet kripto tetap bisa menjadi target bagi para peretas.

Menurut sejumlah pakar keamanan, jenis serangan yang dialami oleh Trust Wallet bisa melibatkan exploitasi celah kode atau kelemahan dalam sistem pengelolaan aset digital.

Kejadian ini juga mengindikasikan bahwa peretasan pada ekosistem blockchain dan kripto semakin kompleks, dengan serangan yang tidak hanya mengincar kelemahan pada aplikasi utama, tetapi juga mencari celah-celah pada perangkat tambahan atau plugin yang terhubung.

Changpeng Zhao menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pembaruan kepada masyarakat dan pengguna terkait perkembangan penyelidikan serta langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini.

Binance, yang memiliki keterkaitan dengan Trust Wallet, juga berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi dan prosedur keamanan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengguna. Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa dana pengguna tetap aman dan tidak ada lagi kerugian yang terjadi di masa depan,” lanjut Zhao.

Meskipun masalah ini menyebabkan kerugian yang signifikan bagi sebagian pengguna, komitmen Trust Wallet untuk mengganti kerugian secara penuh memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna yang merasa terdampak.

Ke depannya, kejadian ini akan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh industri kripto, terutama terkait dengan pentingnya sistem pengamanan yang lebih ketat dan respons yang lebih cepat dalam menangani insiden peretasan.

Penyelidikan yang masih berlangsung diharapkan dapat mengungkap lebih lanjut mengenai modus peretasan dan langkah-langkah yang dapat diambil oleh platform serupa untuk menghindari kejadian serupa.

Sebagai pengingat, penting bagi setiap pengguna kripto untuk tetap waspada dan selalu menjaga keamanan aset digital mereka, baik melalui pengaturan yang lebih ketat pada dompet kripto yang digunakan, maupun dengan tetap mengikuti perkembangan terbaru terkait potensi risiko siber.

Dengan adanya jaminan penggantian kerugian dari Trust Wallet, pengguna yang terdampak dapat merasa tenang sementara tim Trust Wallet berusaha untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan. (**)