Truk Polisi Bermuatan 140 Kotak Amunisi TNI Terguling di Dompu, Dua Anggota Dalmas Terluka

Rem Blong, Truk Polisi Pengangkut Amunisi TNI Terguling di NTBRem Blong, Truk Polisi Pengangkut Amunisi TNI Terguling di NTB
Kecelakaan Tunggal di Kempo: Truk Polisi Bawa Amunisi TNI Terbalik, Dua Anggota Luka.

INBERITA.COM, Dompu, NTB – Sebuah truk milik kepolisian yang mengangkut ratusan kotak amunisi milik TNI terguling di tanjakan Moti To’i, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, pada Kamis (tanggal tidak disebut). Insiden tunggal tersebut menyebabkan dua anggota Dalmas Polres Dompu mengalami luka cukup serius.

Truk dengan nomor lambung Dalmas 02 itu diketahui membawa 140 kotak amunisi dari Pelabuhan Pekat menuju Batalion TP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WITA ketika kendaraan tengah melintasi jalur menanjak dan berkelok tajam di kawasan Moti To’i yang dikenal rawan kecelakaan.

Kapolsek Kempo, Iptu Jubaidin, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan bahwa proses penanganan medis terhadap kedua korban telah dilakukan.

“Mobil tersebut sedang membawa amunisi milik TNI. Dua anggota Dalmas sudah dievakuasi dan kini dalam perawatan,” ujarnya kepada wartawan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat Briptu Dian Arifky, sopir truk, merasakan kendaraan yang dikemudikannya oleng saat melaju di jalan menurun dan berkelok.

Ketika mencoba mengerem, sistem rem diduga mengalami kegagalan fungsi (blong) sehingga truk kehilangan kendali.

Mengetahui kendaraan tak dapat dikendalikan, sopir berusaha membanting setir ke kanan untuk menghindari jurang di sisi kiri jalan. Namun, manuver tersebut justru membuat truk terguling ke sisi jalan dan berhenti dalam posisi miring. “Sopir berusaha membanting setir ke kanan agar tidak menabrak jurang. Namun kendaraan justru terguling di sisi jalan,” jelas Iptu Jubaidin.

Dugaan sementara, penyebab kecelakaan dipicu oleh rem blong dan kelebihan muatan. Dengan membawa 140 kotak amunisi, masing-masing seberat sekitar 40 kilogram, total beban kendaraan diperkirakan mencapai lebih dari 5,6 ton, melebihi kapasitas ideal untuk kendaraan operasional jenis tersebut.

Akibat benturan keras, dua anggota Dalmas mengalami luka di bagian kepala. Pengemudi, Briptu Dian Arifky, menderita luka sobek di kepala bagian belakang dan lecet di kaki, sementara Bripda Lalu Dika Ariya Suganda mengalami luka sobek di kepala bagian kanan.

Keduanya segera dievakuasi oleh tim kepolisian dan warga sekitar ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga kini, kondisi keduanya dilaporkan stabil dan masih menjalani observasi medis.

Pasca kecelakaan, aparat gabungan dari Polsek Kempo dan TNI langsung bergerak cepat melakukan pengamanan ketat di lokasi.

Seluruh kotak amunisi dievakuasi dan diamankan untuk mencegah risiko kebocoran atau penyalahgunaan.

Selama proses evakuasi truk dan pemindahan amunisi berlangsung, arus lalu lintas di tanjakan Moti To’i sempat ditutup sementara. Polisi memberlakukan pengalihan arus hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

“Prioritas kami memastikan seluruh amunisi dalam kondisi aman dan tidak ada kebocoran pengamanan,” tegas Kapolsek Kemp0

Tanjakan Moti To’i di Kecamatan Kempo dikenal sebagai salah satu jalur berisiko tinggi di Kabupaten Dompu. Kondisi jalan yang menanjak curam dan berkelok tajam kerap menjadi penyebab kendaraan berat kehilangan kendali, terutama saat membawa muatan berlebih.

Warga setempat menyebut, beberapa kecelakaan dengan pola serupa pernah terjadi di titik yang hampir sama dalam beberapa tahun terakhir.

Kecelakaan truk pengangkut amunisi ini kembali menjadi sorotan karena melibatkan logistik militer sensitif, yang seharusnya mendapat pengawalan dan standar pengangkutan ketat.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh amunisi tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan maupun kehilangan.

Hingga kini, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk pemeriksaan kondisi teknis kendaraan serta dokumen pengangkutan.

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak TNI guna memastikan distribusi amunisi ke Batalion TP tetap berjalan sesuai prosedur keamanan.

Insiden ini menimbulkan perhatian publik karena melibatkan truk dinas kepolisian yang membawa amunisi milik TNI, dua institusi strategis negara.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut menjadi peringatan akan pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan operasional dan pengawasan ekstra pada pengangkutan logistik berisiko tinggi.

Kecelakaan tunggal di Dompu ini sekaligus menjadi catatan penting bagi aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan di jalur-jalur ekstrem di wilayah NTB, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan teknis seperti rem blong dan over kapasitas muatan.

Dengan langkah cepat aparat dalam evakuasi korban dan pengamanan amunisi, situasi di lokasi kini dilaporkan telah kondusif.

Arus lalu lintas di tanjakan Moti To’i kembali dibuka normal setelah seluruh proses evakuasi truk selesai dilakukan. (mms)