Transisi Energi: Program Konversi Motor Listrik Siap Sasar 120 Juta Motor Bensin

120 Juta Motor Bensin di Indonesia Bakal Dikonversi Jadi Motor Listrik, Pemerintah Percepat Transisi Energi120 Juta Motor Bensin di Indonesia Bakal Dikonversi Jadi Motor Listrik, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Menteri ESDM: Konversi Motor Bensin ke Listrik Jadi Fokus Utama Transisi Energi Nasional.

INBERITA.COM, Pemerintah terus mempercepat langkah transisi energi di sektor transportasi dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas di Indonesia.

Salah satu fokus utama kebijakan tersebut adalah konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, mengingat jumlah kendaraan roda dua konvensional di Tanah Air mencapai angka yang sangat besar.

Program konversi motor bensin ke motor listrik bahkan disebut menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah diminta untuk mempercepat proses peralihan tersebut sebagai bagian dari strategi nasional menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa jumlah sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia saat ini mencapai sekitar 120 juta unit.

Angka tersebut menjadikan sepeda motor sebagai target utama dalam program konversi kendaraan listrik nasional.

Menurut Bahlil, pemerintah akan melakukan proses konversi secara bertahap mengingat jumlah kendaraan yang sangat besar.

Program ini diharapkan mampu mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat sekaligus menjadi salah satu solusi untuk menekan emisi sektor transportasi.

“Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media, dikutip Jumat (6/3/2026).

Pemerintah menilai sektor sepeda motor memiliki potensi besar dalam upaya elektrifikasi transportasi nasional.

Hal ini karena sepeda motor merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, baik untuk aktivitas harian, mobilitas pekerja, hingga sektor logistik skala kecil.

Program konversi motor listrik sendiri sebenarnya bukan kebijakan baru.

Pemerintah telah menjalankan program tersebut dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dalam implementasinya, program ini memungkinkan sepeda motor berbahan bakar bensin diubah menjadi kendaraan listrik melalui penggantian komponen utama seperti mesin pembakaran internal menjadi motor listrik dan baterai.

Bahlil menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah mampu melakukan konversi sekitar 200.000 unit sepeda motor setiap tahunnya melalui berbagai program yang telah berjalan.

Meskipun jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan total populasi sepeda motor nasional, pemerintah optimistis kapasitas konversi akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan dukungan industri.

Selain itu, faktor biaya juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam percepatan program ini.

Menurut Bahlil, perkembangan teknologi membuat biaya konversi motor listrik semakin terjangkau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dengan biaya yang semakin murah, pemerintah berharap minat masyarakat untuk melakukan konversi kendaraan akan meningkat.

Hal ini dinilai penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara masif di Indonesia.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” katanya.

Penurunan biaya konversi tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli motor listrik baru yang harganya relatif lebih tinggi.

Dengan sistem konversi, pemilik sepeda motor cukup mengganti sistem penggeraknya menjadi listrik.

Langkah ini juga dinilai dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nasional, mulai dari industri konversi, penyediaan baterai, hingga pengembangan infrastruktur pendukung lainnya.

Ke depan, pemerintah menargetkan program konversi motor listrik dapat berjalan lebih cepat agar jumlah kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat.

Dengan populasi sepeda motor yang mencapai sekitar 120 juta unit, konversi kendaraan konvensional menjadi motor listrik berpotensi menjadi salah satu program transisi energi terbesar di sektor transportasi nasional.