Sosok Dibalik Vingroup Pham Nhat Vuong Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia Tenggara, Kekayaan Tembus US$ 24,7 Miliar

Pham Nhat Vuong, Sosok Orang Super Tajir di Balik Mobnas VietnamPham Nhat Vuong, Sosok Orang Super Tajir di Balik Mobnas Vietnam
Dari Energi, Baja, hingga Antariksa — Ekspansi Vingroup Bikin Kekayaan Vuong Melonjak Drastis

INBERITA.COM, Lonjakan luar biasa terjadi pada kekayaan pendiri dan Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong, yang kembali menarik perhatian pasar internasional. Dalam perdagangan Selasa lalu, nilai kekayaan Vuong dilaporkan meningkat sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 18,3 triliun.

Kenaikan signifikan ini langsung menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di Asia Tenggara, sekaligus mengangkat posisinya dalam daftar miliarder dunia.

Berdasarkan data terbaru yang beredar, kekayaan bersih Vuong kini mencapai US$ 24,7 miliar atau sekitar Rp 410 triliun, membuatnya berada di peringkat ke-92 orang terkaya dunia.

Sementara di level regional Asia Tenggara, posisinya tepat berada di bawah taipan Indonesia, Prajogo Pangestu, yang tercatat memiliki kekayaan mencapai US$ 42 miliar dan menduduki peringkat 41 global.

Kenaikan harian senilai miliaran dolar itu juga mengantarkan Vuong masuk dalam deretan lima miliarder dunia dengan kenaikan kekayaan terbesar pada hari yang sama.

Ia bersanding dengan tokoh-tokoh besar seperti CEO Nvidia Jensen Huang yang kekayaannya bertambah US$ 2,5 miliar, pendiri Zara Amancio Ortega dengan kenaikan US$ 2,4 miliar, CEO NetEase William Ding yang bertambah US$ 2 miliar, serta Executive Chair LVMH Bernard Arnault yang mencatatkan kenaikan US$ 1,7 miliar.

Kenaikan drastis kekayaan Vuong tak lepas dari performa impresif saham perusahaan induknya, Vingroup, yang tengah berada dalam tren bullish sepanjang 2025.

Pada penutupan perdagangan Selasa, saham Vingroup dengan kode VIC menembus VND 267.800 atau sekitar US$ 10,3 per saham. Jumlah tersebut mencatat kenaikan 1,89% dari harga referensi harian sekaligus menunjukkan lonjakan 6,8 kali lipat dibandingkan awal tahun.

Tak hanya VIC, saham-saham lain di dalam ekosistem Vingroup juga mengalami penguatan dalam beberapa bulan terakhir. Saham VHM, yang bergerak di sektor real estat, serta VRE, yang mengelola pusat perbelanjaan Vincom, ikut mencatat tren positif mengikuti geliat ekspansi agresif perusahaan.

Sepanjang 2025, Vingroup terus melakukan ekspansi besar-besaran di berbagai sektor strategis, mulai dari real estat, infrastruktur, energi, hingga manufaktur.

Pada Maret, Vingroup meluncurkan firma energi baru bernama VinEnergo, yang menandai masuknya konglomerasi tersebut ke sektor ketenagalistrikan dan energi masa depan.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Oktober, perusahaan kembali memperluas gurita bisnis dengan mendirikan sejumlah anak usaha, antara lain VinMetal di bidang baja, operator hunian pensiun mewah Vin New Horizon, serta rumah produksi film V-Film yang memperkuat portofolio hiburan Vingroup.

Ekspansi raksasa tersebut tidak berhenti di sektor konvensional. Pada awal November, Pham Nhat Vuong kembali membuat kejutan dengan mendirikan perusahaan baru bernama VinSpace.

Dengan kepemilikan saham mencapai 71%, VinSpace dibangun untuk menggarap bidang penelitian ilmiah, pengembangan teknologi ilmu alam, angkutan kargo udara, manufaktur pesawat dan wahana antariksa, hingga telekomunikasi satelit.

Langkah berani ini mempertegas ambisi Vuong menjadikan Vingroup sebagai pemain global pada sektor-sektor berteknologi tinggi.

Tidak hanya menggarap bisnis baru, Vingroup juga memperluas kiprahnya di sektor transportasi massal.

Melalui anak usahanya, VinSpeed, perusahaan ini telah mengajukan proposal partisipasi dalam megaproyek kereta cepat North-South Vietnam, sebuah proyek infrastruktur strategis dengan estimasi investasi mencapai VND 1,7 kuadriliun atau sekitar US$ 67 miliar.

Dalam proposal tersebut, negara diharapkan menyediakan 80% modal melalui pinjaman tanpa bunga selama 30 tahun, sementara VinSpeed akan mengatur 20% sisa pendanaan.

Proyek kereta cepat ini disebut-sebut sebagai salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Vietnam dan berpotensi mengubah dinamika logistik serta mobilitas nasional.

Jika disetujui, keterlibatan Vingroup melalui VinSpeed diperkirakan memberikan dampak besar terhadap posisi perusahaan dan tentunya meningkatkan nilai kekayaan sang chairman.

Keberhasilan Vingroup mempertahankan tren pertumbuhan di tengah iklim global yang penuh tantangan menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat persepsi investor.

Kombinasi antara ekspansi agresif, diversifikasi bisnis yang masif, serta performa saham yang melonjak membuat kekayaan Vuong tumbuh eksponensial dalam waktu relatif singkat.

Kenaikan kekayaan Vuong juga memperlihatkan posisi Vietnam sebagai salah satu ekonomi paling dinamis di Asia, dengan munculnya perusahaan-perusahaan besar yang mampu berkompetisi di tingkat global.

Sebagai figur sentral dalam ekosistem Vingroup, Vuong kini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan ekonomi Vietnam, tetapi juga menjadi salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. (**)