Shin Tae-yong Resmi Jadi Penasihat Teknik Timnas F7 Indonesia, Siap Bawa Mental Juara

Shin tae yong jadi penasehat teknik tim football 7 indonesiaShin tae yong jadi penasehat teknik tim football 7 indonesia
Shin Tae-yong Gabung Timnas F7 Indonesia, Targetkan Prestasi Internasional

INBERITA.COM, Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, kembali melanjutkan kiprahnya di sepak bola Tanah Air. Kali ini, pelatih asal Korea Selatan tersebut resmi didapuk sebagai penasihat teknik (technical advisory) untuk tim nasional Football 7 Indonesia atau F7.

Penunjukan ini diumumkan bersamaan dengan deklarasi Federasi F7 Indonesia yang digelar di Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2026).

Kehadiran Shin menjadi bagian dari langkah awal pengembangan cabang sepak bola 7 lawan 7 di Indonesia yang mulai dibangun secara profesional.

Ketua Federasi F7 Indonesia, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa keputusan merekrut Shin tidak lepas dari rekam jejaknya selama menangani timnas Indonesia. Ia menilai Shin berhasil membawa perubahan signifikan, terutama dalam aspek mental pemain.

Menurut Dudung, kekuatan utama yang dibangun Shin selama ini bukan hanya soal taktik, melainkan pembentukan karakter dan mental bertanding para pemain.

“Jadi rupanya satu, yang pertama itu adalah disiplin. Yang kedua adalah yang paling pokok adalah mental. Mental orang Indonesia waktu di dalam pembinaan atlet ya. Ini yang paling penting,” kata Dudung.

“Masalah taktik, masalah intelijensia dan sebagainya ini nomor sekian, tapi yang paling penting itu adalah mental. Dengan pengalaman Shin Tae-yong ini sudah berhasil di PSSI, saya mengajak bagaimana kalau Football 7 ini kita rekrut Shin Tae-yong,” tambah dia.

Selama melatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong memang dikenal mampu meningkatkan daya saing skuad Garuda di level Asia.

Di antaranya dengan membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 serta mengantarkan tim U-23 mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024, yang nyaris mengamankan tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat ditransfer ke timnas F7 Indonesia, terutama dalam membangun fondasi tim yang kuat sejak awal pembentukan federasi.

Dalam peran barunya, Shin tidak akan turun langsung sebagai pelatih kepala, melainkan memberikan arahan strategis dan pengembangan jangka panjang bagi tim. Posisi pelatih kepala timnas F7 Indonesia sendiri akan dipegang oleh Socrates Matulessy, mantan pemain timnas futsal Indonesia.

Ia akan didampingi oleh Difa Aryandra Zhafran sebagai asisten pelatih, Alfonsius Kelvan, Reyhan Airlangga sebagai strength and conditioning coach, Asep Aziz, serta Yusuf Maulana sebagai additional coaching staff.

Agenda terdekat timnas F7 Indonesia adalah tampil di ajang internasional. Tim dijadwalkan berangkat ke Roma, Italia, untuk mengikuti Intercontinental Cup yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Turnamen tersebut diselenggarakan oleh International Football 7 Federation (FIF7), yang menjadi badan pengatur sepak bola 7 lawan 7 di tingkat global.

Partisipasi dalam turnamen internasional ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan sekaligus memperkenalkan tim F7 ke kancah dunia. Dengan dukungan Shin Tae-yong sebagai penasihat teknik, federasi berharap dapat membangun sistem pembinaan yang kompetitif.

Tidak hanya untuk jangka pendek, kontrak Shin bersama F7 Indonesia disebut berdurasi panjang. Ia diproyeksikan tetap menjadi bagian dari pengembangan tim hingga target besar berikutnya, yakni Piala Dunia F7 pada 2027.

Langkah ini menandai babak baru perjalanan Shin Tae-yong di sepak bola Indonesia. Dari sebelumnya berada di pinggir lapangan sebagai pelatih utama, kini ia mengambil peran strategis di balik layar untuk membangun fondasi baru di cabang olahraga yang tengah berkembang.

Kehadiran Shin di F7 Indonesia juga menjadi sinyal bahwa federasi ingin serius membangun tim yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Dengan kombinasi pengalaman internasional dan pendekatan pembinaan yang menitikberatkan mental, publik menaruh harapan besar pada kiprah timnas F7 Indonesia di masa depan.