INBERITA.COM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja impresif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025.
Hingga Oktober tahun ini, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp147,2 triliun kepada 3,2 juta debitur di seluruh Indonesia. Realisasi tersebut mencapai 83,2 persen dari total alokasi KUR tahun 2025 sebesar Rp177 triliun.
Capaian ini melampaui ekspektasi, mengingat alokasi awal KUR BRI tahun ini hanya sebesar Rp175 triliun. Kenaikan tersebut dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan pembiayaan produktif dari pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa penyaluran KUR menjadi salah satu bentuk nyata komitmen BRI dalam mendukung pencapaian Asta Cita, khususnya pilar peningkatan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan nasional.
“Sumber dana KUR 100 persen berasal dari sumber dana bank, sedangkan sebagian porsi bunga yang harus dibayar oleh nasabah mendapat subsidi dari pemerintah,” jelas Akhmad dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/11).
Menurut Akhmad, program KUR tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, tetapi juga membantu mereka tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif.
“Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi grassroot,” ujarnya menambahkan.
Penyaluran KUR BRI juga berperan penting dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Dengan semakin banyaknya UMKM yang mendapatkan akses kredit, kemampuan mereka untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan, serta menciptakan lapangan kerja baru semakin besar.
Hasil penelitian yang dilakukan BRI Research Institute turut memperkuat efektivitas program ini.
Melalui riset bertajuk “Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM,” lembaga tersebut menemukan bahwa pembiayaan KUR memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet usaha pelaku UMKM hingga ke level double digit.
Survei yang melibatkan 2.928 responden penerima KUR BRI menunjukkan mayoritas atau 66,2 persen debitur mengalami peningkatan omzet usaha setelah memperoleh pembiayaan.
Dari kelompok tersebut, sebanyak 45,9 persen mengaku omzet mereka meningkat di kisaran 5–15 persen. Angka ini menunjukkan korelasi kuat antara akses pembiayaan dan peningkatan produktivitas usaha.
Lebih lanjut, hasil survei juga memperlihatkan bahwa aktivitas usaha pelaku UMKM menunjukkan tren perbaikan seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif.
Porsi peningkatan omzet tertinggi tercatat pada segmen Komersial Kecil dan KUR Kecil, dua sektor yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai wilayah.
Secara umum, sebanyak 69,7 persen debitur KUR menyatakan omzet usahanya meningkat setelah menerima pinjaman, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 59,1 persen debitur kredit komersial non-KUR.
Data ini mempertegas bahwa program KUR masih menjadi instrumen efektif dalam memperkuat struktur usaha mikro dan kecil di Indonesia.
Menariknya, dampak positif KUR tidak hanya terlihat pada pinjaman yang sedang berjalan, tetapi juga pada pembiayaan sebelumnya.
Sebanyak 65,3 persen debitur melaporkan peningkatan omzet setelah menerima pinjaman pertama, sementara 64,1 persen menyebut hal serupa terjadi pada pinjaman kedua.
Konsistensi ini menegaskan bahwa KUR berperan penting dalam mendorong keberlanjutan usaha, bukan sekadar memberikan bantuan modal sesaat.
Kinerja positif BRI dalam penyaluran KUR juga memperlihatkan kemampuan bank pelat merah tersebut dalam menyeimbangkan misi sosial dan bisnis.
Di satu sisi, BRI berperan aktif mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan menciptakan lapangan kerja. Di sisi lain, keberhasilan ini turut memperkuat posisi BRI sebagai lembaga keuangan yang fokus pada segmen mikro dengan portofolio terbesar di Indonesia.
Dengan penyaluran mencapai Rp147,2 triliun, BRI telah berkontribusi besar terhadap target nasional penyaluran KUR 2025.
Tingginya realisasi pembiayaan menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan pelaku usaha kecil terhadap lembaga perbankan semakin meningkat, seiring kemudahan akses, proses digitalisasi, dan transparansi yang diterapkan BRI.
Akhmad menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga komitmen dalam menyalurkan KUR secara tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha produktif.
BRI juga berupaya memastikan pembiayaan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi pelaku UMKM, tetapi juga memperluas inklusi keuangan di seluruh pelosok negeri.
Program KUR telah menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional, terutama di sektor riil yang digerakkan oleh UMKM.
Melalui strategi yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, BRI optimistis dapat menuntaskan target penyaluran KUR tahun 2025 sebesar Rp177 triliun.
Dengan tren peningkatan yang konsisten serta dukungan riset yang menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan omzet, keberhasilan BRI menyalurkan KUR hingga Oktober 2025 menjadi bukti nyata kontribusi bank milik negara tersebut dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan kemandirian UMKM Indonesia. (xpr)