Rata-rata Pendapatan Orang Indonesia 2025 Tembus Rp 6,97 Juta per Bulan, ini Menurut Data Resmi BPS

Pendapatan Per Kapita Indonesia 2025 Naik, Rata rata Capai Rp 6,97 Juta per BulanPendapatan Per Kapita Indonesia 2025 Naik, Rata rata Capai Rp 6,97 Juta per Bulan
Data BPS: Rata-rata Pendapatan Penduduk Indonesia Naik di Tengah Pertumbuhan Ekonomi.

INBERITA.COM, Rata-rata pendapatan per kapita Indonesia pada 2025 tercatat menembus Rp 6,97 juta per bulan.Angka ini mencerminkan peningkatan kinerja ekonomi nasional sekaligus menjadi salah satu indikator penting dalam peta jalan Indonesia menuju negara maju pada 2045.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata pendapatan penduduk Indonesia pada 2025 mencapai Rp 83,7 juta per tahun.

Jika dirata-ratakan secara bulanan, nilainya setara sekitar Rp 6,97 juta. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp 78,6 juta per tahun, menunjukkan adanya perbaikan pendapatan per kapita secara tahunan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025 tercermin dari besaran Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada kuartal IV 2025, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 6.147,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan pada periode yang sama berada di angka Rp 3.474,5 triliun.

“PDB Indonesia sepanjang 2025 atas dasar harga konstan mencapai Rp 13.580,5 triliun dan PDB atas dasar harga berlaku Rp 23.821 triliun,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2).

Dari sisi pertumbuhan, BPS mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen.

Capaian ini masih sedikit di bawah target yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar 5,2 persen, namun tetap mencerminkan stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global.

Kenaikan rata-rata pendapatan per kapita Indonesia ini menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan masyarakat.

Pendapatan per kapita sering digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat daya beli, kualitas hidup, serta keberhasilan pembangunan ekonomi secara makro.

Dengan tren peningkatan ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat dapat terus terjaga dan mendorong konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.

Dalam jangka panjang, pemerintah telah menetapkan target ambisius terkait pendapatan nasional.

Salah satu sasaran utama adalah mencapai rata-rata pendapatan nasional per kapita sebesar USD 30.300 atau setara sekitar Rp 509 juta pada 2045, dengan asumsi nilai tukar Rp 16.800 per dolar AS.

Target tersebut menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia diproyeksikan masuk dalam jajaran negara berpendapatan tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sekitar 80 persen penduduk Indonesia dapat masuk ke dalam kategori kelas menengah.

Peningkatan jumlah kelas menengah dinilai krusial untuk memperkuat struktur ekonomi nasional, memperluas basis konsumsi, serta menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi.

Selain aspek pendapatan masyarakat, peran sektor industri juga menjadi fokus utama. Kontribusi industri manufaktur ditargetkan mencapai 28 persen terhadap perekonomian nasional, meningkat dari kisaran sekitar 19 persen saat ini.

Sektor industri manufaktur juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 25,2 persen tenaga kerja, sehingga berperan besar dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan rata-rata pendapatan per kapita Indonesia yang terus meningkat, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Konsistensi kebijakan, penguatan sektor produktif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar target pendapatan nasional dan kesejahteraan masyarakat pada 2045 dapat tercapai.