INBERITA.COM, Ketua Umum Kaesang Pangarep menegaskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah mempercepat konsolidasi dan pembentukan mesin politik hingga ke tingkat akar rumput sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.
Upaya tersebut dilakukan dengan target ambisius, yakni merampungkan struktur organisasi partai sampai ke level desa dalam waktu dekat.
Dalam kegiatan Konsinyering Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI yang digelar di Jakarta pada Minggu (12/4/2026), Kaesang menyampaikan bahwa kesiapan struktur partai menjadi fondasi utama untuk menghadapi kontestasi politik lima tahunan tersebut.
Ia bahkan menegaskan bahwa dengan struktur yang solid, PSI hanya perlu fokus pada strategi pemenangan saat memasuki tahun politik.
“Kalau bisa akhir tahun ini udah selesai semua sampai tingkat desa supaya nanti di 2029 kita tinggal siap perang saja,” kata dia.
Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan PSI dalam membangun kekuatan politik secara menyeluruh dan terorganisir.
Kaesang menilai, keberadaan struktur partai yang lengkap hingga tingkat desa merupakan faktor krusial dalam mendongkrak elektabilitas sekaligus memperkuat jaringan dukungan di masyarakat.
Lebih lanjut, Kaesang mengungkapkan bahwa progres pembentukan struktur organisasi PSI saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Untuk tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kecamatan, capaian pembentukan struktur telah mencapai sekitar 74 persen.
Angka ini mencerminkan percepatan konsolidasi internal yang terus dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai ketua umum.
Ia juga menyoroti transformasi besar yang terjadi di tubuh PSI sejak awal kepemimpinannya.
Menurut Kaesang, kondisi partai sebelumnya masih jauh dari ideal, dengan banyak posisi kepengurusan yang belum terisi secara optimal, termasuk di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
“Buat saya ini adalah suatu pencapaian yang sangat-sangat sangat baik, karena ketika pertama kali saya memimpin partai ini semuanya kan masih kosong, bahkan DPD pun masih banyak yang kosong, tapi alhamdulillah sekarang sudah punya perwakilan di kecamatan dan ada sudah ada 5.000 lebih,” kata Kaesang.
Pernyataan tersebut menggambarkan percepatan pembangunan infrastruktur politik PSI yang kini semakin masif.
Dengan jumlah perwakilan yang telah melampaui 5.000 di tingkat kecamatan, PSI menunjukkan tren pertumbuhan organisasi yang agresif dalam waktu relatif singkat.
Langkah strategis ini juga dinilai sebagai bagian dari upaya PSI untuk memperkuat daya saing menghadapi partai-partai besar pada Pemilu 2029.
Dengan struktur yang menjangkau hingga desa, PSI berupaya memastikan kehadiran partai tidak hanya terasa di tingkat pusat, tetapi juga di daerah-daerah terpencil.
Selain itu, konsolidasi organisasi yang masif diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja politik, mulai dari sosialisasi program hingga mobilisasi pemilih.
Dalam konteks ini, kesiapan mesin politik menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan elektoral yang semakin kompetitif.
Dengan target penyelesaian struktur hingga akhir tahun, PSI kini berada dalam fase krusial untuk memastikan seluruh elemen organisasi berjalan selaras.
Jika target tersebut tercapai, partai berlambang mawar ini berpotensi memiliki fondasi kuat untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan lebih percaya diri.
Optimisme yang disampaikan Kaesang sekaligus menjadi sinyal bahwa PSI tidak hanya fokus pada pertumbuhan internal, tetapi juga menatap serius peluang untuk meraih hasil maksimal dalam kontestasi politik mendatang.