INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto kembali menjalankan agenda diplomasi luar negeri dengan melakukan kunjungan kerja ke Prancis pada Senin malam (25/5/2026).
Lawatan tersebut dipastikan masih berlangsung hingga perayaan Iduladha, sehingga pelaksanaan salat Id Presiden kemungkinan dilakukan di luar negeri menyesuaikan agenda kenegaraan yang sedang dijalani.
Kepastian keberangkatan Presiden disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
“Bapak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya ke Prancis,” ujar Juri kepada wartawan.
Menurut dia, agenda Presiden di Prancis masih berlanjut hingga hari raya Iduladha. Karena itu, jadwal pelaksanaan salat Id Presiden akan disesuaikan dengan kondisi dan protokol selama berada di negara tujuan.
“Jadi tentu (salat Id) akan menyesuaikan karena hari Rabu masih ada di sana. Jadi tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” katanya.
Meski pihak Istana belum merinci seluruh agenda kunjungan Presiden di Prancis, lawatan tersebut diperkirakan berkaitan dengan penguatan hubungan bilateral di bidang pertahanan, investasi, hingga kerja sama ekonomi strategis.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Indonesia dan Prancis memang menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam sektor industri pertahanan dan transisi energi.
Prancis menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa. Selain kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan, kedua negara juga memperluas kolaborasi di sektor teknologi, pendidikan, serta pengembangan industri hijau.
Kunjungan Presiden ke Prancis menjelang Iduladha juga mencerminkan tingginya intensitas diplomasi pemerintahan baru dalam membangun jejaring internasional.
Sejak dilantik, Prabowo tercatat aktif melakukan komunikasi dengan sejumlah negara mitra strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Sementara Presiden berada di luar negeri, pelaksanaan salat Iduladha di dalam negeri tetap akan dihadiri jajaran pimpinan negara. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal.
Menurut Nasaruddin, sejumlah pimpinan lembaga negara juga direncanakan hadir dalam pelaksanaan salat Id tersebut.
“Insyaallah besok pagi kita akan merayakan Iduladha bersama-sama dengan para petinggi-petinggi negara kita yang lain. Wapres dan pimpinan tinggi lembaga-lembaga negara kita tetap akan dijadwalkan melaksanakan rangkaian ibadah Iduladha-nya di Masjid Istiqlal,” ujar Nasaruddin.
Masjid Istiqlal selama ini memang menjadi lokasi utama pelaksanaan salat Id bagi pejabat tinggi negara dan masyarakat umum di Jakarta. Setiap perayaan hari besar Islam, kawasan masjid terbesar di Asia Tenggara itu dipadati ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Absennya Presiden dalam salat Id di tanah air bukan pertama kali terjadi dalam agenda kenegaraan Indonesia.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, kepala negara juga pernah menjalankan ibadah di luar negeri karena kunjungan diplomatik atau agenda internasional yang tidak dapat ditunda.
Pengamat hubungan internasional menilai kunjungan Presiden ke Prancis di momen menjelang Iduladha menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara agenda domestik dan diplomasi global.
Di tengah situasi ekonomi dunia yang belum sepenuhnya stabil, komunikasi antarnegara menjadi semakin penting untuk menjaga kerja sama perdagangan, investasi, dan keamanan kawasan.
Selain itu, lawatan ke negara-negara Eropa juga dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional. Pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan investasi asing, pengembangan industri hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor nasional.
Di sisi lain, masyarakat juga menaruh perhatian pada simbol kebersamaan para pemimpin negara saat momentum keagamaan berlangsung.
Kehadiran Wakil Presiden dan pimpinan lembaga negara di Masjid Istiqlal diharapkan tetap mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan nasional dalam perayaan Iduladha tahun ini.
Hingga kini, pihak Istana belum mengumumkan secara rinci kapan Presiden Prabowo akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan seluruh agenda di Prancis.







