INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk bersiap menghadapi potensi kesulitan yang timbul akibat konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pembangunan Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh pada Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa situasi global saat ini sedang mengalami guncangan yang berdampak luas, termasuk bagi Indonesia.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul sebagai dampak dari konflik internasional tersebut.
“Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah menyadari potensi dampak perang di Timur Tengah terhadap stabilitas global, baik dalam aspek ekonomi, geopolitik, maupun keamanan.
Prabowo menekankan pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi situasi yang tidak menentu tersebut.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan tetap bersikap tegas dan berani dalam menghadapi berbagai kesulitan yang mungkin muncul.
Ia juga menilai Indonesia memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi tekanan global, selama seluruh elemen bangsa tetap bersatu dan siap menghadapi tantangan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa keterbukaan kepada publik menjadi hal penting dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.
Oleh karena itu, ia berjanji akan memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat mengenai kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia.
“Kita punya kekuatan yang besar. Tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” sambungnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap transparan kepada masyarakat terkait dinamika global yang berpotensi berdampak pada kondisi dalam negeri.
Prabowo menilai kejujuran dan keterbukaan pemerintah merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan publik di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak.
Menurut Prabowo, konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kawasan tersebut, tetapi juga mengguncang stabilitas global secara luas.
Oleh sebab itu, seluruh negara, termasuk Indonesia, perlu meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak yang lebih luas.
Selain menyoroti situasi global, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga stabilitas negara.
Ia menyebut bahwa TNI merupakan salah satu pilar utama yang menopang kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyatakan kebanggaannya terhadap dedikasi prajurit TNI yang selama ini dinilai selalu siap berada di garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keutuhan negara.
“Tetapi hari ini saya merasa bangga, bahwa kita sekali lagi, NKRI, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat, bahwa TNI adalah tentara rakyat,” imbuh Prabowo.
Peringatan Presiden Prabowo mengenai potensi kesulitan akibat perang di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa situasi global yang tidak stabil dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia.
Pemerintah pun menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi internasional sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan nasional.
Dengan kondisi global yang penuh dinamika, kesiapan pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul akibat konflik geopolitik dunia.