Prabowo Puji Sikap Santun Partai Demokrat Saat Berada di Luar Pemerintahan “Tidak Caci Maki, Tidak Bakar-bakar”

Prabowo gibran hadiri puncak HUT partai demokratPrabowo gibran hadiri puncak HUT partai demokrat
Presiden Prabowo Subianto hadiri puncak HUT Partai Demokrat menyampaikan pidato apresiasi terhadap sikap santun Partai Demokrat dalam acara puncak perayaan ulang tahun di Jakarta.

INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap santun yang konsisten ditunjukkan oleh Partai Demokrat selama berada di luar pemerintahan. Sikap tersebut dinilai memiliki banyak kesamaan dengan perjalanan politik yang pernah ditempuh oleh Partai Gerindra.

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh kepala negara dalam acara perayaan ulang tahun partai tersebut. Acara puncak peringatan tersebut dilangsungkan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kepala negara mengulas kembali pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Pernyataan itu membahas tentang perjalanan panjang partai yang pernah memegang kekuasaan tetapi juga pernah berada di luar pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, kepala negara menyoroti rekam jejak partai ketika tidak sedang memegang kendali kekuasaan.

“Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pengalaman serupa juga pernah dirasakan secara langsung oleh pemimpin Partai Gerindra tersebut dalam kontestasi pemilihan presiden. Pengalaman kekalahan beruntun membentuk kedewasaan politik yang sama di antara kedua kekuatan besar tersebut.

“Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” kata Prabowo.

Persaingan terbuka serta perbedaan pendapat dipandang sebagai hal yang lumrah dalam sistem demokrasi yang sehat. Kendati demikian, faktor kerukunan nasional tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas segalanya.

“Ini demokrasi Indonesia dan hari ini di panggung ini ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” kata Prabowo.

Keinginan tulus untuk mengabdi kepada masyarakat melalui jalur politik menjadi esensi utama dalam berdemokrasi. Jalan pengabdian panjang yang ditempuh oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dijadikan sebagai teladan nyata.

“Saya kira Pak SBY memberi contoh, pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau… kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” kata Prabowo.

Kehadiran kepala negara di lokasi acara didampingi langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya tiba secara bersamaan dan disambut oleh jajaran pimpinan tertinggi partai penyelenggara acara.

Kedatangan para petinggi negara disambut oleh Agus Harimurti Yudhoyono bersama Susilo Bambang Yudhoyono. Posisi duduk kepala negara dalam ruangan acara berada tepat di sebelah para tokoh sentral partai tersebut.

Sebelum acara puncak berlangsung, pimpinan partai telah menyampaikan pandangan terkait posisi politik organisasi. Dinamika kekuasaan dapat berubah sewaktu-waktu, namun komitmen terhadap nilai demokrasi harus tetap dijaga.

Pandangan tersebut sebelumnya telah diungkapkan dalam acara sarasehan yang diselenggarakan di Auditorium Yudhoyono, Jakarta. Kegiatan akademik itu diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Strategis bersama unsur partai pada tanggal tertentu.

“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak usaha, yaitu Demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat,” ungkapnya.

Seluruh kader partai diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah masa lalu. Kader muda diminta aktif menulis lembaran sejarah baru untuk seperempat abad mendatang.

Kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa diharapkan terus lahir dari kader-kader yang relevan dengan perkembangan zaman. Hubungan emosional yang erat dengan masyarakat akar rumput harus terus dipelihara dengan baik.

“Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat,” pungkas AHY.

Proses adaptasi terhadap kemajuan zaman wajib dilakukan tanpa harus mengorbankan identitas dasar partai. Refleksi usia seperempat abad dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi guna menghadapi tantangan masa depan.