INBERITA.COM, Pencarian Martin dan dua anak laki-lakinya yang hilang sejak kecelakaan kapal di perairan Labuan Bajo pada 27 Desember 2025, memasuki hari ketujuh. Pihak keluarga dan Tim SAR kini berfokus pada pencarian sinyal handphone Martin yang masih terdeteksi hingga 28 Desember 2025.
Budi Widjaja, pendamping keluarga korban, mengungkapkan bahwa sinyal handphone Martin pertama kali terdeteksi pada 27 Desember sekitar jam 1 malam, dan masih aktif pada 28 Desember sore.
Sinyal yang terdeteksi menunjukkan bahwa nomor internasional yang terdaftar di Spanyol itu berada di perairan selatan Selat Pulau Padar, sebelum akhirnya berpindah ke utara Pulau Batu Tiga.
“Pada tanggal 27 Desember jam 1 malam itu terdeteksi bahwa sinyal diterima handphone-nya korban, kemudian di tanggal 28 sore juga terdeteksi adanya sinyal tersebut. Maka kami bersama Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) dan Kementerian Luar Negeri minta bantuan Interpol karena nomor yang terdaftar adalah nomor internasional dari Spanyol,” kata Budi Widjaja, dalam wawancara pada Kamis, 1 Januari 2026.
Keluarga korban menduga bahwa handphone Martin masih berada di atas kapal yang terus berpindah-pindah lokasi, kemungkinan besar akibat terhanyut arus laut yang kuat.
Mereka kini meminta bantuan Interpol untuk melakukan pelacakan lebih lanjut dan memastikan titik koordinat sinyal tersebut. Budi Widjaja menambahkan, apabila ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan di lokasi, pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut melalui penyelaman.
Tim SAR Gabungan yang telah melakukan pencarian selama tujuh hari ini, kini menurunkan peralatan canggih untuk mencari keberadaan handphone dan kemungkinan lokasi Martin dan dua anak laki-lakinya.
Salah satu alat yang digunakan adalah sonar multibeam, teknologi canggih yang mampu mendeteksi objek bawah laut hingga radius ratusan meter.
Dalam operasi pencarian hari ketujuh, tim SAR fokus di titik koordinat sinyal yang terdeteksi di perairan sekitar lokasi kejadian, tepatnya di selatan Selat Pulau Padar dan utara Pulau Batu Tiga.
Sebelumnya, Tim SAR telah menggunakan berbagai peralatan sonar untuk membantu menentukan posisi objek yang terdeteksi di dasar laut.
Untuk mendukung proses pencarian ini, keluarga Martin bekerja sama dengan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) dan Kementerian Luar Negeri untuk meminta bantuan dari Interpol.
Hal ini dilakukan karena nomor yang terdaftar di handphone Martin adalah nomor internasional dari Spanyol, yang memerlukan koordinasi lintas negara untuk mendapatkan informasi lebih detail.
Fokus utama tim pencarian adalah memastikan bahwa sinyal handphone yang terdeteksi bukan hanya sebuah kesalahan teknis, tetapi benar-benar berasal dari lokasi yang relevan dengan lokasi kecelakaan.
Jika titik koordinat tersebut mengarah pada lokasi yang tepat, Tim SAR akan melanjutkan pencarian secara lebih intensif dengan alat penyelam dan detektor lainnya.
Meskipun hingga saat ini Martin dan dua anak laki-lakinya belum ditemukan, pihak keluarga dan tim SAR tetap berupaya semaksimal mungkin. Pihak keluarga terus memberikan dukungan dan berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.
Tim SAR juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi canggih dan koordinasi internasional untuk mengoptimalkan pencarian. Jika titik sinyal yang terdeteksi dapat diverifikasi, maka pencarian dapat dilanjutkan ke tahap yang lebih mendalam, seperti penyelaman.
Keluarga korban khawatir bahwa kapal yang menjadi tempat mereka berada saat kecelakaan mungkin masih terus terbawa arus. Keberadaan handphone Martin yang terdeteksi mengisyaratkan bahwa ada kemungkinan untuk menemukannya dalam waktu dekat.
Operasi pencarian yang difokuskan pada titik koordinat terakhir sinyal handphone ini diharapkan dapat memberi harapan baru bagi keluarga yang masih menunggu hasil dari pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari.
Meskipun pencarian sangat menantang, pihak keluarga berharap bahwa tim SAR dengan bantuan Interpol dapat segera menemukan lokasi keberadaan Martin dan dua anak laki-lakinya. (*)







