INBERITA.COM, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu malam, 28 September 2025.
Forum permusyawaratan tertinggi partai tersebut mengusung tema “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia” dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan partai politik nasional serta pejabat dari lembaga-lembaga negara.
Presiden PKS, Al Muzammil Yusuf, menyampaikan bahwa Munas ini dirancang tidak hanya sebagai forum internal, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi lintas partai dan lembaga negara.
“Malam hari ini juga kita mengundang berbagai pimpinan partai politik dan pejabat lembaga negara. Insyaallah akan hadir pada malam hari ini,” ujar Muzammil dalam konferensi pers yang digelar di lokasi Munas, Minggu malam.
Ia menjelaskan bahwa para pimpinan partai politik yang hadir malam itu juga akan diberikan ruang berdialog. PKS membuka pintu lebar bagi pertukaran pandangan serta mempererat silaturahmi politik antar-kekuatan nasional.
“Nanti malam juga kita akan memberikan kesempatan kepada para pimpinan partai politik, lembaga negara untuk membuka dialog itu, dan mudah-mudahan bisa kita lanjutkan,” ucap Muzammil.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa PKS akan terus melanjutkan tradisi silaturahmi politik kepada parpol-parpol lainnya yang belum sempat ditemui dalam waktu dekat.
“Dan kita akan melanjutkan juga tradisi kita untuk silaturahmi ke berbagai partai politik yang belum kita jumpa,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid mengungkapkan sejumlah nama partai politik yang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir di Munas VI.
“Yang hingga detik ini yang sudah konfirmasi hadir, kawan-kawan dari NasDem, kemudian Demokrat, Gerindra, PKB, Golkar. Golkar diwakili Sekjennya. PDIP juga ada fraksi, ya,” ujar Kholid.
“Sementara itu yang sudah beberapa konfirmasi akan hadir pada kesempatan malam ini,” tambahnya.
Kehadiran para pimpinan parpol nasional tersebut menunjukkan adanya semangat kolektif untuk menjaga stabilitas demokrasi dan menjalin komunikasi politik yang konstruktif antarpartai.
PKS sendiri dalam beberapa tahun terakhir aktif menjalin komunikasi politik lintas blok, termasuk dengan partai-partai dari luar koalisi.
Lebih dari sekadar seremoni, Munas VI ini juga menjadi momen penting bagi PKS untuk menetapkan arah strategis partai ke depan, termasuk menetapkan struktur kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.
“Kita telah mengukuhkan kepengurusan resmi DPP Dewan Pimpinan Pusat, MPP Majelis Pertimbangan Pusat, dan DSP Dewan Syariah Pusat untuk periode kepengurusan 2025–2030,” kata Muzammil dalam pidatonya.
Selain pengurus tingkat pusat, pengesahan juga telah dilakukan terhadap kepengurusan PKS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Proses pengesahan itu, kata Muzammil, telah berlangsung sebulan sebelumnya.
“Dan ini juga kelanjutan dari pengesahan kepengurusan di tingkat provinsi, 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang berlangsung pada kira-kira sebulan lalu,” pungkasnya.
Dengan struktur kepengurusan baru tersebut, PKS menyatakan siap menjalankan agenda politik nasional menuju Pemilu 2029.
Struktur organisasi yang telah dikukuhkan di seluruh wilayah Indonesia menjadi basis kekuatan partai dalam memperluas pengaruh dan menjawab aspirasi masyarakat.
Selain penguatan organisasi, Munas VI PKS juga diyakini akan menjadi ajang konsolidasi politik internal dan eksternal.
Dalam situasi politik nasional yang dinamis, PKS menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial, dan membangun kemitraan strategis demi kemajuan Indonesia.
Munas ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan PKS sebagai kekuatan politik Islam modernis di Indonesia.
Di tengah tantangan sosial dan politik yang kompleks, PKS menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas kelompok untuk mendorong agenda pembangunan nasional yang inklusif.
Selama Munas berlangsung, para pengurus PKS juga dijadwalkan akan menggelar sesi-sesi strategis internal, termasuk evaluasi pencapaian partai dalam periode sebelumnya serta penyusunan target-target politik untuk periode 2025–2030.
Meskipun belum diumumkan secara terbuka, pengurus terpilih diharapkan akan membawa semangat regenerasi dan soliditas struktur partai dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Melalui Munas VI ini, PKS menunjukkan komitmen untuk tetap hadir sebagai bagian dari solusi bangsa.
Dengan kepengurusan baru yang tersebar dari pusat hingga daerah, partai ini optimistis dapat memainkan peran lebih besar dalam dinamika politik nasional serta memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. (xpr)