MotoGP Mandalika 2025 Siap Digelar, Penjualan Tiket Masih Sepi

Konferensi pers mandalika motogp 2025Konferensi pers mandalika motogp 2025

INBERITA.COM, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, pada musim 2025.

Balapan seri ke-18 ini akan digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, dan menjadi penyelenggaraan keempat secara beruntun sejak Indonesia kembali masuk kalender MotoGP pada 2022.

Kurang dari sepekan menjelang dimulainya race, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, memastikan seluruh persiapan telah rampung.

Dalam konferensi pers yang digelar di Wisma Kemenpora, Senin (29/9/2025), Maya menegaskan bahwa semua infrastruktur, logistik, dan kebutuhan operasional telah siap.

“Persiapan MotoGP Indonesia 2025 sudah 100 persen. Para pebalap sudah berdatangan ke Jakarta hari ini. Mereka akan melakukan parade di Mataram pada hari Rabu nanti,” kata Maya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya MotoGP bukan hanya sebagai ajang olahraga kelas dunia, melainkan juga sebagai sarana promosi pariwisata dan citra nasional.

“Ajang ini bukan cuma ajang olahraga kelas dunia tapi juga sport tourism. Baik untuk national branding membawa nama baik Indonesia,” ujarnya.

Tahun ini, MotoGP Indonesia terasa spesial karena menjadi seri pertama yang digelar setelah Marc Marquez memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 dalam balapan di Jepang pekan lalu.

Kepastian itu membawa atmosfer berbeda ke Mandalika, terlebih mengingat insiden dramatis Marquez saat tampil di Mandalika pertama kali, ketika ia mengalami empat kali kecelakaan sepanjang akhir pekan balap, termasuk terpelanting keras saat warm-up lap di Tikungan 7.

Maya mengungkapkan bahwa momen kedatangan Marquez sebagai juara dunia menjadi daya tarik tersendiri.

“Pastinya, jadi memang ini momen yang sangat luar biasa ya. Karena Marc Marquez hari ini tiba sebagai juara dunia MotoGP 2025. Jadi kita akan menerima Marc Marquez sebagai juara dunia di Jakarta, nah di Lombok juga kita sudah siapkan parade pebalap yang luar biasa,” tuturnya.

“Jadi antusiasmenya sangat luar biasa. Kita tahu sebelum-sebelumnya memang Marc Marquez memang ada jatuh tuh di Mandalika. Tapi kali ini dia datang sebagai juara dunia,” lanjut Maya.

“Kami juga sangat bangga menerima Marc hari ini dan nanti di Lombok hari Rabu untuk riders parade. Dan saya rasa masyarakat Lombok sudah sangat excited menerima Marc.” ungkapnya.

Namun, di balik euforia kehadiran para pebalap dunia, termasuk sang juara dunia Marc Marquez, penjualan tiket MotoGP Indonesia 2025 masih belum menunjukkan performa optimal.

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang bertindak sebagai promotor, menargetkan kehadiran penonton mencapai 121.000 orang.

Namun hingga awal September 2025, tiket yang terjual baru mencapai kisaran 20–30 persen.

Direktur MGPA, Priandhi Satria, menyatakan bahwa tren penjualan tiket biasanya melonjak pada saat-saat terakhir.

“Jumlah detail tiket yang terjual sudah 20–30 persen. Biasanya di detik-detik akhir baru meningkat,” ujarnya.

Data dari penyelenggaraan sebelumnya menunjukkan bahwa penonton lokal dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan sekitarnya masih menjadi tulang punggung penjualan tiket. Kendati demikian, sejumlah faktor diyakini menjadi penghambat pencapaian target nasional tahun ini.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan transportasi udara. Saat ini, jumlah penerbangan ke Lombok sangat terbatas, hanya tersedia satu penerbangan harian dengan kapasitas sekitar 200 penumpang.

Meski penerbangan dimaksimalkan, jumlah penonton yang bisa dibawa dari luar daerah hanya diperkirakan mencapai 10.000 orang—jauh dari target yang diharapkan.

Harga tiket juga menjadi sorotan. Tiket termurah untuk MotoGP Mandalika 2025 yang dijual dalam program early bird dibanderol Rp140.000.

Untuk kategori Premium Grandstand, harga tiket mencapai Rp315.000, sementara Premium Grandstand A dijual Rp612.500.

Tiket dengan fasilitas lengkap atau VIP Luxury bahkan dipasarkan seharga Rp5,8 juta dalam fase early bird.

MGPA telah menawarkan sejumlah diskon khusus, terutama bagi warga NTB dan aparatur sipil negara (ASN), dengan potongan harga hingga 50 persen.

Meski begitu, daya beli masyarakat tetap menjadi tantangan, terutama karena harga akomodasi selama balapan berlangsung juga melonjak signifikan.

Laporan menyebutkan tarif kamar hotel di sekitar Mandalika meningkat hingga tiga hingga empat kali lipat dibandingkan harga normal.

Padahal, berdasarkan proyeksi, MotoGP Mandalika 2025 berpotensi menyumbang dampak ekonomi sebesar Rp544,4 miliar terhadap produk domestik bruto nasional, khususnya dari sektor ekonomi mikro.

Pemerintah Provinsi NTB bahkan melibatkan 60 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang didominasi oleh sektor kuliner dan produk kreatif lokal.

Kehadiran UKM ini diharapkan dapat memperkuat dampak ekonomi lokal serta menambah daya tarik bagi para penonton. Harga makanan dan minuman di sekitar sirkuit juga disesuaikan dengan standar kualitas layanan serta mekanisme pasar selama gelaran MotoGP berlangsung.

Untuk mendongkrak penjualan tiket, promosi MotoGP Indonesia 2025 telah dilakukan di berbagai kota besar selain Jakarta dan NTB. Namun, dengan waktu yang semakin sempit menjelang balapan, keberhasilan promosi tersebut masih harus diuji di hari-hari terakhir menjelang race day.

Dengan kedatangan para rider dunia, termasuk Marc Marquez sebagai juara dunia, serta gelaran parade pebalap di Mataram yang diharapkan menjadi momen spektakuler, antusiasme publik diharapkan meningkat.

Namun pada akhirnya, keputusan penonton untuk hadir di Mandalika akan sangat dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas, harga, dan pengalaman yang ditawarkan sepanjang akhir pekan balapan. (xpr)