Messi Cetak Rekor 40 Gol di MLS Meski Inter Miami Tersingkir dari Playoff

Messi cetak rekor di mlsMessi cetak rekor di mls

INBERITA.COM, Harapan Inter Miami untuk melangkah lebih jauh di babak playoff Major League Soccer (MLS) harus pupus setelah menelan kekalahan 2-1 dari Nashville SC, Minggu (2/11/2025).

Namun, di balik hasil pahit itu, sorotan tetap tertuju pada Lionel Messi, yang kembali mencatatkan sejarah dengan torehan gol ke-40 sepanjang tahun kalender 2025.

Messi mencetak satu-satunya gol bagi Inter Miami pada menit ke-89 melalui sepakan terukur yang memperkecil ketertinggalan timnya. Gol tersebut menjadi penutup performa luar biasa sang kapten meski tim gagal membalikkan keadaan.

Sebelum gol itu tercipta, Messi nyaris tak mendapat ruang. Ia baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-86, menandakan betapa rapatnya pertahanan Nashville sepanjang laga.

Namun begitu mendapat kesempatan, La Pulga tetap menunjukkan ketajamannya yang belum pudar.

Dengan tambahan satu gol ini, Messi resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah MLS yang mencetak 40 gol dalam satu tahun kalender di semua kompetisi. Rekor tersebut melampaui capaian Carlos Vela pada 2019, yang mencetak 38 gol untuk Los Angeles FC.

Rinciannya, Messi mencapai angka 40 gol melalui 45 pertandingan di lima ajang berbeda sepanjang 2025:

  • 29 gol di MLS reguler,
  • 3 gol di babak playoff,
  • 5 gol di CONCACAF Champions Cup,
  • 2 gol di Leagues Cup, dan
  • 1 gol di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

Catatan ini menegaskan dominasi Messi di kancah sepak bola Amerika Utara. Ia unggul jauh atas pesaing terdekatnya, Denis Bouanga, yang menutup musim dengan 30 gol.

Bukan hanya jumlah golnya yang mengesankan, Messi juga tampil konsisten di setiap kompetisi yang diikuti Inter Miami.

Dari total 45 laga, ia hampir selalu menjadi penentu, baik melalui eksekusi langsung maupun kontribusi dalam membangun serangan tim.

Tak hanya tajam di depan gawang, Messi juga berperan besar sebagai pengatur serangan utama Inter Miami.

Dengan torehan 19 assist, ia menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di tim, menunjukkan betapa sentralnya peran sang megabintang dalam skema permainan pelatih Tata Martino.

Dalam lima pertandingan terakhir saja, Inter Miami mencetak total 16 gol — dan Messi terlibat langsung dalam 13 di antaranya.

Rinciannya, delapan gol ia ciptakan sendiri, sementara lima lainnya lahir dari umpannya yang presisi. Angka ini menegaskan bahwa setiap peluang besar Inter Miami hampir selalu bermula dari kaki Messi.

Performa Messi di musim 2025 semakin meneguhkan statusnya sebagai ikon sepak bola global yang masih produktif meski telah berusia 38 tahun.

Di saat banyak pemain seusianya mulai menurun, Messi justru menampilkan efisiensi luar biasa dalam mencetak gol dan menciptakan peluang.

“Ketika Messi bermain, semuanya terasa mungkin,” ujar salah satu analis MLS yang menilai bahwa kehadiran La Pulga telah mengubah standar kompetisi di Amerika Serikat.

Statistik membuktikan bahwa kehadiran Messi berbanding lurus dengan produktivitas tim.

Setiap kali ia bermain penuh, rata-rata gol Inter Miami meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan ketika ia absen karena cedera atau jadwal internasional.

Meski Messi tampil luar biasa, kekalahan dari Nashville SC menunjukkan bahwa lawan mulai menemukan cara untuk meredam pengaruhnya di lapangan.

Dalam laga tersebut, Nashville menerapkan strategi penjagaan ketat dengan menutup ruang di antara lini tengah dan depan, memaksa Messi turun lebih dalam untuk menjemput bola.

Pendekatan itu terbukti cukup efektif menahan agresivitas Inter Miami, yang hanya mencatat empat tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Namun tetap, bahkan dengan ruang yang sempit, Messi masih bisa memecah kebuntuan lewat gol di penghujung laga.

Kini, Inter Miami harus menutup musim dengan refleksi mendalam setelah gagal melangkah lebih jauh di playoff.

Meski demikian, performa Messi musim ini menjadi capaian historis yang menegaskan pengaruhnya di liga Amerika Serikat — baik secara individu maupun komersial.

Dengan rekor 40 gol dan 19 assist, Lionel Messi bukan hanya menjadi pemain terbaik di MLS musim ini, tetapi juga simbol transformasi sepak bola Amerika ke level yang lebih tinggi.

Seperti biasa, La Pulga menutup musim bukan hanya dengan statistik luar biasa, tetapi juga dengan pesan jelas: umur boleh bertambah, namun keajaiban dari kakinya belum habis. (xpr)