INBERITA.COM, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan konsep penggunaan bahan bakar campuran etanol hingga 20 persen atau E20 sebagai bagian dari strategi pengembangan energi alternatif di Indonesia.
Program ini ditargetkan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti jagung, ubi, dan tebu, untuk menggantikan sebagian penggunaan bahan bakar minyak, termasuk Pertalite dan Pertamax.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi molases atau tetes tebu, yang selama ini justru lebih banyak diekspor,” kata Amran.
Ia menjelaskan, produksi molases nasional mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan dapat dioptimalkan sebagai bahan baku utama bioetanol untuk mendukung program biofuel nasional.
Pemerintah menekankan bahwa pemanfaatan molases tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian lokal.
Program E20 merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong transisi energi berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya domestik.
Bahan baku lokal seperti jagung, ubi, dan tebu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah serta kemampuan untuk mendukung produksi bioetanol skala besar.
Dengan demikian, penggunaan E20 diharapkan mampu mengurangi impor bahan bakar minyak dan mendukung pencapaian target energi terbarukan nasional.
Selain potensi bioetanol dari molases, pemerintah juga meninjau berbagai teknologi pengolahan yang dapat meningkatkan efisiensi produksi bahan bakar campuran ini.
Hal ini sejalan dengan strategi nasional untuk mengembangkan energi terbarukan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri hilir.
Langkah ini juga menjadi peluang bagi petani lokal, karena produk pertanian yang sebelumnya lebih banyak diekspor, seperti tebu untuk molases, kini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi domestik.
Dengan pemanfaatan yang tepat, nilai tambah komoditas pertanian di dalam negeri akan meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.
Program E20 diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada aspek energi, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi sektor pertanian dan industri pengolahan di Tanah Air.
Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi bioetanol dari bahan baku lokal, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendukung transformasi ekonomi berbasis energi terbarukan yang berkelanjutan.







