INBERITA.COM, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) resmi mengonfirmasi kabar mengejutkan dari sektor tim nasional voli putri Indonesia.
Atlet andalan di posisi opposite, Megawati Hangestri Pertiwi, dipastikan memilih untuk mengundurkan diri dari skuad Garuda Pertiwi menjelang agenda pemusatan latihan (pelatnas) yang dipersiapkan menghadapi tiga kejuaraan internasional pada 2026.
Keputusan tersebut disampaikan PP PBVSI setelah menerima surat resmi dari Megawati, pevoli asal Jember yang selama ini menjadi salah satu pilar utama dalam lini serang tim nasional.
Federasi menyatakan menghormati keputusan tersebut dan memberikan dukungan penuh atas pilihan yang telah dipertimbangkan secara matang oleh sang atlet.
Dikutip dari Media, Kamis (30/4), PP PBVSI menegaskan bahwa keputusan mundurnya Megawati tidak diambil secara spontan.
Ada sejumlah pertimbangan yang melatarbelakangi langkah tersebut, mulai dari kondisi fisik, fokus pada perjalanan karier profesional, hingga rencana pribadi yang ingin dijalani di masa depan.
Meski kehilangan salah satu pemain kunci, PP PBVSI menegaskan tetap memberikan dukungan penuh kepada Megawati yang selama ini berkontribusi besar terhadap perkembangan tim nasional voli putri Indonesia.
Kepergiannya dipastikan menjadi kehilangan penting, terutama dalam sektor serangan yang selama ini menjadi kekuatan utama tim.
Pengunduran diri ini terjadi tepat sebelum pelaksanaan pelatnas yang akan difokuskan untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian turnamen internasional padat pada pertengahan hingga akhir 2026.
Tiga agenda besar yang telah menanti antara lain AVC Nations Cup for Women di Filipina pada Juni, SEA V League for Women di Vietnam dan Thailand pada akhir Juli hingga awal Agustus, serta AVC Continental Cup for Women di Tianjin pada 21–30 Agustus.
Dengan situasi tersebut, kekuatan tim nasional voli putri Indonesia dipastikan mengalami perubahan komposisi. Meski demikian, PP PBVSI memastikan proses persiapan tetap berjalan sesuai rencana demi membentuk skuad terbaik yang akan tampil di berbagai ajang internasional tersebut.
Sebelumnya, federasi telah memanggil 17 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti Megawati di dalam daftar skuad.
Hal ini menandakan bahwa tim pelatih masih melakukan evaluasi untuk menentukan komposisi terbaik.
Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, menegaskan bahwa seluruh pemain yang telah dipanggil wajib segera bergabung di lokasi latihan yang telah ditentukan.
“Pemain yang dipanggil harus tiba di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul, maksimal pada 4 Mei 2026,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa disiplin dan ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam persiapan tim nasional voli putri Indonesia menuju kompetisi internasional yang semakin kompetitif.
Meskipun kehilangan Megawati, PP PBVSI memastikan bahwa komposisi tim masih diperkuat sejumlah nama penting yang selama ini menjadi tulang punggung permainan.
Beberapa di antaranya adalah Mediol Stiovanny Yoku, Tisya Amallya Putri, serta Maradanti Namira. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga stabilitas permainan tim di level internasional.
Selain itu, muncul juga wajah baru dalam skuad Garuda Pertiwi, yakni Shindy Sasgia Dwi Yuniar yang mendapatkan panggilan perdana untuk memperkuat tim nasional senior.
Kehadirannya menjadi bagian dari regenerasi yang tengah disiapkan oleh tim pelatih untuk memperkuat kedalaman skuad.
Di bawah arahan pelatih kepala, timnas voli putri Indonesia tetap berupaya menjaga soliditas tim dan meningkatkan kualitas permainan.
Meskipun kehilangan salah satu bintang utama, fokus utama tetap tertuju pada peningkatan performa dan kesiapan menghadapi jadwal kompetisi yang padat sepanjang 2026.
Pelatnas di Sentul nantinya akan menjadi tahap krusial dalam merancang strategi baru, termasuk menyesuaikan komposisi pemain pasca mundurnya Megawati.
PP PBVSI berharap proses ini dapat menghasilkan tim yang lebih tangguh, kompetitif, dan siap bersaing di kancah voli internasional.