INBERITA.COM, Labuan Bajo kembali menyambut para wisatawan setelah aktivitas pelayaran wisata dihentikan sementara akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Penghentian sementara tersebut menjadi langkah antisipatif yang diambil otoritas pelabuhan untuk memastikan keselamatan semua pihak di kawasan pariwisata unggulan Nusa Tenggara Timur itu.
Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) segera melakukan pemantauan menyeluruh seusai gempa dan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Peringatan dini tsunami akhirnya dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan perubahan muka air laut yang terpantau di beberapa titik, termasuk Labuan Bajo.
Keputusan untuk membuka kembali pelayaran diambil setelah evaluasi ketat oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai pihak yang berwenang.
Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, dengan dukungan penuh dari Kemenpar dan BPOLBF untuk memastikan aktivitas pariwisata berjalan tanpa hambatan.
Evaluasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, pengelola destinasi, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Kemenpar juga mengimbau seluruh wisatawan, operator kapal, dan pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo dan Flores untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi.
Wisatawan diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi dari BMKG. Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, mengingat situasi pascagempa yang masih labil.
BMKG terus memantau aktivitas gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk gempa susulan berkekuatan M5,2 yang terjadi di timur laut Ruteng pada Minggu, 16 Agustus 2026. Gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati.
Kemenpar dan BPOLBF menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Keputusan untuk membuka kembali pelayaran diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pelaku industri pariwisata yang mengandalkan Labuan Bajo sebagai destinasi utama.
Wisatawan yang berencana melakukan aktivitas di Labuan Bajo disarankan untuk selalu mengutamakan informasi resmi dan mengikuti ketentuan keselamatan dari otoritas terkait. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa liburan tetap menyenangkan tanpa mengabaikan faktor keamanan.
Pemerintah daerah dan pengelola destinasi di Labuan Bajo juga diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.
Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Keselamatan wisatawan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan. Dengan mengikuti protokol keselamatan, setiap kunjungan ke Labuan Bajo dapat berjalan dengan lancar dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.







