Kuasa Hukum Beberkan Fakta Baru Kematian Ruly Yunis Setiawati, Identitas Pria Misterius Diungkap ke Polisi

Sopir mobil plat merah juandaSopir mobil plat merah juanda
Penyidik masih mendalami identitas pria yang terakhir kali terlihat bersama korban di area parkir Bandara Juanda. Kuasa hukum keluarga memastikan foto pria yang beredar di media sosial bukan wajah asli karena merupakan hasil rekayasa AI.

INBERITA.COM, Penyelidikan atas kematian Ruly Yunis Setiawati (50), aparatur sipil negara yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, memasuki babak baru.

Sejumlah petunjuk yang dikumpulkan penyidik mulai mengarah pada terungkapnya sosok pria yang terakhir kali terlihat bersama korban sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo.

Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, kuasa hukum keluarga korban mengungkap bahwa identitas pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) sebenarnya telah diketahui.

Namun, informasi mengenai nama maupun identitas lengkapnya belum disampaikan kepada publik karena dinilai dapat memengaruhi jalannya proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihaknya bersama beberapa anggota keluarga inti telah memperoleh informasi lengkap mengenai pria yang menjadi perhatian dalam penyelidikan tersebut.

Informasi itu meliputi identitas, alamat, usia, hingga wajah asli yang disebut berbeda dari foto yang beredar di media sosial.

“Pada intinya, kami sebenarnya, terutama kuasa hukum serta beberapa anggota keluarga yang penting dan khusus, sudah mengetahui sosok pria itu seperti apa. Wajah aslinya bagaimana, namanya siapa, alamat rumahnya di mana, dan umurnya berapa, kami sudah tahu semua. Namun, informasi ini memang sengaja tidak dibuka ke semua anggota keluarga demi menjaga kondusivitas,” ujar Risang kepada awak media.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di media sosial setelah beredarnya foto seorang pria bermasker dan berkacamata yang diklaim sebagai sosok dalam rekaman CCTV. Menurut Risang, gambar yang ramai dibagikan warganet itu bukanlah dokumentasi asli.

“Kalau foto pria yang beredar luas di medsos itu murni hasil rekayasa AI (Artificial Intelligence), wajah aslinya bukan seperti itu,” tegasnya.

Beredarnya gambar hasil manipulasi digital itu menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi menyesatkan informasi publik.

Dalam kasus pidana yang masih diselidiki, penyebaran identitas yang belum terverifikasi juga berisiko menimbulkan fitnah maupun mengganggu proses pengungkapan perkara.

Di sisi lain, arah penyelidikan juga berkembang setelah hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah korban diterima oleh pihak keluarga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari tim medis RS Pusdik Bhayangkara Porong, ditemukan sejumlah luka yang dinilai tidak lazim apabila kematian terjadi secara alami.

Dokter forensik menemukan luka robek pada bagian cuping telinga kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, keluarga juga melaporkan anting yang dikenakan korban tidak ditemukan saat jenazah diperiksa.

Temuan lain yang menjadi perhatian adalah adanya indikasi korban mengalami gangguan pernapasan sebelum meninggal dunia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar yang memperkuat dugaan bahwa kematian Ruly Yunis berkaitan dengan tindak pidana.

“Paparan hasil pemeriksaan luar itu merupakan indikator kuat dan kondisi yang sangat lazim ditemukan pada kematian yang dipicu mati lemas atau asfiksia. Korban mati lemas ini bisa disebabkan oleh banyak faktor; bisa karena dibekap secara paksa, atau adanya kekerasan benda tumpul karena diduga dipukul dengan tangan kosong,” jelas Risang.

Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik lanjutan yang dilakukan aparat kepolisian.

Penetapan tersangka maupun kesimpulan akhir mengenai mekanisme kematian menjadi kewenangan penyidik berdasarkan seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan.

Optimisme juga disampaikan pihak keluarga yang meyakini aparat penegak hukum telah mengantongi identitas orang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Kami berkeyakinan bahwa penyidik sudah mengantongi identitas pelaku. Dengan segala sumber daya yang dimiliki polisi, kami sangat yakin pelaku akan tertangkap agar semua terungkap. Harapan kami ini bisa dilakukan dengan cepat, pasti tertangkap, tinggal menunggu waktu saja,” kata Risang.

Sebelumnya, rekaman kamera pengawas dari area parkir Bandara Juanda memperlihatkan sebuah mobil dinas Toyota Innova berpelat nomor M 1090 GP memasuki lokasi parkir.

Dalam rekaman tersebut terlihat korban berada di dalam kendaraan bersama seorang pria yang mengenakan masker. Pria itulah yang kemudian menjadi fokus penyelidikan karena menjadi orang terakhir yang diketahui bersama korban sebelum jasadnya ditemukan.

Kasus ini menarik perhatian luas karena melibatkan seorang pejabat pemerintah daerah yang ditemukan meninggal di dalam kendaraan dinas.

Selain mengusut penyebab kematian, penyidik juga terus menelusuri aktivitas korban sebelum tiba di Bandara Juanda, termasuk hubungan korban dengan pria yang terekam dalam CCTV.

Hingga kini, kepolisian masih belum mengungkap identitas pria tersebut kepada publik. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga integritas penyidikan, menghindari munculnya informasi yang belum terverifikasi, sekaligus memastikan setiap proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti yang sah.

Masyarakat pun diimbau tidak mudah mempercayai informasi maupun foto yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari aparat berwenang.