Kronologi Pemukulan Waketum PSI Ronald Sinaga di Menteng, Polisi Amankan Dua Pelaku

Waketum PSI Bro ron dipukuli orang di menteng jakartaWaketum PSI Bro ron dipukuli orang di menteng jakarta
Waketum PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Pelaku Sudah Ditahan

INBERITA.COM, Aksi pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial pada Selasa, 5 Mei 2026.

Insiden ini terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan langsung memicu respons cepat aparat kepolisian.

Video yang memperlihatkan momen pemukulan itu pertama kali mencuat setelah diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram pribadinya @ahmadsahroni88.

Dalam unggahan tersebut, Sahroni juga meminta perhatian aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Saya minta tolong perhatian @kapoldametrojaya @divisihumaspolri @polsekmetromenteng_official,” demikian tulis keterangan dalam unggahan Ahmad Sahroni.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan baju krem mendekati Ronald dan mencoba mengajaknya berbicara.

Namun, Ronald tampak menghindar dari interaksi tersebut. Situasi kemudian berubah tegang ketika seorang pria lain yang mengenakan pakaian hitam tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah Bro Ron.

Tak lama setelah itu, pria berbaju krem kembali mendekati Ronald, dan keduanya tampak dalam posisi yang berpotensi memicu konflik lanjutan.

Beruntung, sejumlah orang yang berada di lokasi segera turun tangan untuk melerai ketegangan sebelum situasi semakin memburuk.

Dalam video tersebut juga terlihat seorang aparat TNI yang ikut membantu melerai para pihak yang terlibat, sehingga insiden tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang lebih luas.

Pihak kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, menyatakan bahwa laporan resmi telah diterima dari korban.

“Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi,” ujar Braiel saat dikonfirmasi awak media, Selasa.

Setelah kejadian, Ronald langsung mendapatkan penanganan awal, termasuk dibawa untuk menjalani visum guna memastikan kondisi kesehatannya serta mendokumentasikan luka yang dialami. Selain itu, polisi juga telah memeriksa dua orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Langkah cepat juga dilakukan aparat dengan mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku pemukulan. Keduanya kini berada di Polsek Menteng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut,” kata Braiel.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi lengkap maupun motif di balik aksi pemukulan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan latar belakang kejadian secara menyeluruh.

Sosok Ronald Sinaga sendiri bukan figur asing di ruang publik. Lahir di Ujung Pandang sekitar tahun 1977, ia dikenal sebagai politisi sekaligus profesional yang memiliki pengalaman panjang di berbagai sektor.

Ronald aktif di Partai Solidaritas Indonesia dan sempat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum partai tersebut. Dalam perjalanan politiknya, ia dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengangkat berbagai isu publik, termasuk dugaan penyimpangan dana bantuan pendidikan.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ronald memiliki latar belakang profesional yang beragam. Ia pernah menduduki posisi eksekutif di sejumlah perusahaan media nasional, seperti Trans7, NET TV, dan Link Net. Bahkan di awal kariernya, ia pernah bekerja sebagai perawat dan juga tenaga penjual mobil.

Di bidang pendidikan, Ronald menempuh studi di Amerika Serikat, termasuk di University of Illinois at Urbana-Champaign untuk jenjang sarjana dan pascasarjana. Pengalaman akademik dan profesional tersebut turut membentuk kiprahnya di dunia politik dan advokasi publik.

Dalam kontestasi internal partai, Ronald sempat maju sebagai kandidat Ketua Umum PSI pada 2025. Ia menjadi pendaftar pertama dan berhasil mengantongi dukungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah dan Daerah.

Meski demikian, posisi ketua umum akhirnya dimenangkan oleh Kaesang Pangarep, sementara Ronald menjabat sebagai wakil ketua umum.

Selain aktif di politik, Ronald juga dikenal sebagai kreator konten yang kerap menyuarakan isu-isu sosial. Ia beberapa kali terlibat dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan dana publik, termasuk Program Indonesia Pintar, yang disebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian hingga miliaran rupiah.

Kasus pemukulan ini pun menjadi perhatian luas, tidak hanya karena melibatkan tokoh politik, tetapi juga karena terjadi di ruang publik yang relatif strategis di ibu kota. Publik kini menantikan hasil penyelidikan polisi untuk mengungkap motif sebenarnya di balik insiden tersebut.

Dengan pelaku yang telah diamankan, proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan memberikan kejelasan atas peristiwa yang sempat memicu kehebohan di media sosial tersebut.