INBERITA.COM, Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, ribuan jemaah Indonesia mulai kembali ke Tanah Air. Fase pemulangan haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi dimulai pada Senin (1/6/2026), dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu pintu masuk utama kedatangan jemaah dari Arab Saudi.
Hari pertama pemulangan ditandai dengan kedatangan dua kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan dari Jeddah. Sebanyak 838 jemaah dijadwalkan mendarat di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Mereka terdiri dari 391 jemaah Debarkasi Pondok Gede dan 445 jemaah Debarkasi Bekasi yang diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Kedatangan para jemaah menjadi awal dari rangkaian operasional besar yang akan berlangsung selama satu bulan ke depan. Hingga 30 Juni 2026, Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji yang tergabung dalam 84 kloter.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, memastikan seluruh unsur pelayanan telah disiapkan untuk menghadapi arus kedatangan jemaah dalam jumlah besar tersebut.
“Bandara Internasional Soekarno Hatta siap menyambut kepulangan jemaah haji Indonesia yang telah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujar Heru kepada wartawan.
Menurut dia, kesiapan tidak hanya mencakup personel operasional, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang yang menjadi bagian penting dalam pelayanan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Terminal 2F yang telah ditetapkan sebagai Terminal Layanan Haji menjadi pusat seluruh aktivitas kedatangan.
Berbagai sarana pendukung telah disiapkan mulai dari area kedatangan, sistem penanganan bagasi, fasilitas kesehatan, hingga pengaturan lalu lintas kendaraan dan bus yang akan mengantar jemaah menuju lokasi debarkasi masing-masing.
Besarnya jumlah jemaah yang akan tiba dalam waktu berdekatan membuat pengelola bandara menerapkan skema operasional khusus.
Fokus utamanya adalah memastikan proses perpindahan jemaah dari pesawat menuju debarkasi berjalan cepat dan tertib sehingga tidak terjadi penumpukan di area terminal.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang akan diproses melalui Soekarno-Hatta terdiri atas 8.701 jemaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah Debarkasi Banten, serta 4.964 jemaah feeder Lampung.
Setelah tiba di Indonesia, para jemaah tidak langsung dijemput keluarga di bandara. Mereka akan terlebih dahulu diberangkatkan menuju lokasi debarkasi untuk menjalani prosedur yang telah ditetapkan sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.
Karena itu, pihak bandara mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mendukung operasional pemulangan haji yang berlangsung setiap hari.
“Kami mengimbau untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara, karena menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional,” kata Heru.
Imbauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kemacetan di kawasan bandara yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama masa pemulangan haji.
Pengaturan lalu lintas yang baik dinilai sangat menentukan kenyamanan jemaah, terutama kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih setelah perjalanan jauh.
Pemulangan haji merupakan salah satu operasi transportasi dan pelayanan publik terbesar setiap tahunnya.
Selain melibatkan otoritas bandara, kegiatan ini juga membutuhkan koordinasi lintas instansi mulai dari maskapai penerbangan, petugas imigrasi, bea cukai, karantina kesehatan, kepolisian, hingga petugas transportasi darat.
Heru menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan layanan haji, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Oleh karena itu, koordinasi terus diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting dalam menyempurnakan layanan.
Berbagai evaluasi telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan jemaah dapat terakomodasi dengan lebih baik, termasuk dalam aspek kenyamanan, keamanan, dan kecepatan pelayanan.
“Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan operasional haji. Kami akan terus menjaga koordinasi dan kesiapan layanan agar seluruh proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air,” ujarnya.
Dengan dimulainya fase kepulangan ini, ribuan keluarga di berbagai daerah Indonesia juga mulai menantikan momen pertemuan kembali dengan anggota keluarga yang telah menunaikan ibadah haji.
Di sisi lain, kesiapan bandara dan seluruh pihak terkait akan menjadi penentu kelancaran proses pemulangan hingga kloter terakhir tiba di Indonesia pada akhir Juni mendatang.







