INBERITA.COM, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato lengkapnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada Sabtu (31/1/2026).
Dalam pidato tersebut, Jokowi menekankan pentingnya toleransi, persatuan, serta penguatan struktur dan jaringan partai sebagai fondasi utama untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
Di hadapan para kader PSI, Jokowi mengawali sambutannya dengan menyoroti realitas perbedaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan berorganisasi dan berpolitik.
Menurutnya, perbedaan harus disikapi dengan toleransi, satu visi yang jelas, serta komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan kesolidan internal partai.
Jokowi menilai persatuan di antara kader menjadi modal dasar agar PSI mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Dalam pidato yang disampaikan secara lugas dan penuh penekanan, Jokowi juga menyinggung strategi penting yang harus menjadi perhatian serius PSI ke depan, yakni penguatan jaringan.
Ia menyebut bahwa di era saat ini, kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh kehadiran fisik di lapangan, tetapi juga oleh kemampuan membangun dan mengelola jaringan sosial media serta komunitas digital.
“Kedua, kita perlu memperkuat jaringan sosial media dengan warganet, netizen, jaringan online, jaringan luring/ offline dari kota sampai ke desa. Semuanya harus kita perkuat,” kata Jokowi di awal sambutannya.
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Jokowi bahwa kerja politik modern menuntut pendekatan yang menyeluruh, mengombinasikan kekuatan dunia digital dan kerja nyata di lapangan.
Ia menilai keterhubungan antara jaringan online dan offline akan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan komunikasi politik PSI, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Tidak hanya berhenti pada penguatan jaringan, Jokowi berulang kali menekankan pentingnya pembangunan struktur partai yang solid dan merata.
Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa PSI tidak bisa hanya mengandalkan struktur organisasi di tingkat pusat atau daerah saja.
Menurutnya, kekuatan partai politik justru terletak pada kemampuan membangun struktur yang hidup dan aktif hingga ke tingkat paling bawah.
Ia secara tegas menyebut bahwa pembangunan struktur harus menjangkau kecamatan, desa, bahkan hingga RT dan RW.
Jokowi menilai keberadaan struktur di tingkat akar rumput akan menentukan seberapa kuat partai tersebut mampu bergerak, menyerap aspirasi, serta memenangkan kepercayaan masyarakat.
“Enggak bisa struktur hanya sampai DPD. Sekali lagi struktur harus sampai desa, RT/RW,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para kader PSI yang hadir.
Bagi Jokowi, struktur bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan mesin utama yang menggerakkan partai.
Ia menggambarkan bahwa tanpa struktur yang kuat dan merata, partai akan kesulitan mencapai target-target besar yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, ia menilai PSI membutuhkan mesin politik yang besar dan kokoh untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan.
Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa target besar yang dimiliki PSI harus diimbangi dengan kerja keras, disiplin organisasi, serta konsistensi dalam membangun jaringan dan struktur.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan partai politik tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan komitmen kolektif.
Dalam suasana Rakernas yang penuh semangat, Jokowi juga menyampaikan pesan yang membakar motivasi para kader.
Ia menyatakan kesiapannya untuk terlibat secara maksimal dalam upaya membesarkan PSI.
Pernyataan tersebut disampaikan secara terbuka di hadapan peserta Rakernas, menandakan dukungan dan keseriusannya terhadap arah dan masa depan partai tersebut.
Jokowi pun menutup pidatonya dengan janji yang kuat, bahwa ia tidak akan setengah-setengah dalam membantu PSI.
Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja seoptimal mungkin demi kemajuan partai, sejalan dengan target dan cita-cita besar yang ingin dicapai.
Pidato lengkap Jokowi di Rakernas PSI 2026 ini menjadi sorotan karena memuat pesan-pesan strategis terkait konsolidasi internal, penguatan struktur, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Penekanan pada toleransi, persatuan, dan kerja keras menjadi benang merah dari keseluruhan pidato yang disampaikan.
Dengan pesan yang disampaikan secara berulang dan konsisten, Jokowi ingin memastikan bahwa para kader PSI memahami tantangan yang dihadapi sekaligus langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan.
Rakernas PSI 2026 pun menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat barisan, dan mempersiapkan mesin partai agar mampu bekerja secara maksimal dari pusat hingga ke tingkat RT dan RW.







