INBERITA.COM, Jembatan Gantung Pongpet ambruk hanya beberapa menit setelah diresmikan, menampilkan kegagalan struktural yang mencengangkan di hadapan pejabat dan warga yang hadir.
Insiden ini terjadi di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, pada Minggu sore pukul 16.00 WIB, tepat saat prosesi peresmian baru saja selesai.
Ketika Bupati Citra Pitriyami beserta rombongan dan warga setempat melintas, salah satu angkur pengikat konstruksi tiba-tiba patah.
Kegagalan ini menyebabkan badan jembatan melengkung secara mendadak, memicu kepanikan massal di lokasi. Rekaman video yang beredar menunjukkan warga terjatuh dan terdampak guncangan keras akibat struktur yang ambruk.
Bupati Citra Pitriyami dilaporkan mengalami syok namun berhasil dievakuasi ke tempat aman. Laporan media menyebutkan tidak ada korban jiwa, meski sejumlah pejabat dan warga mengalami luka ringan seperti lecet dan memar.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Detty Mareta, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan Bupati telah pulih serta kembali beraktivitas.
Jembatan Gantung Pongpet memiliki panjang sekitar 60 meter dengan konstruksi tali baja dan lantai papan kayu, berada pada ketinggian 30 hingga 40 meter dari permukaan sungai.
Infrastruktur ini dibangun untuk menghubungkan Desa Margacinta, Desa Cibanten, dan Desa Cimindi, sekaligus memudahkan akses menuju Kampung Budaya Desa Margacinta. Fungsi strategisnya kini dipertanyakan setelah kegagalan struktural yang terjadi begitu cepat.
Penyebab pasti ambruknya jembatan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada kelebihan beban akibat banyaknya orang yang melintas secara bersamaan saat prosesi peresmian.
Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, membantah klaim bahwa jembatan putus total, menyebut hanya dudukan seling besi di sisi kanan yang mengalami kegagalan.
“Konstruksi jembatan tidak putus total. Bagian yang mengalami masalah adalah dudukan seling besi di sisi kanan yang menghubungkan jembatan dengan patok, sehingga jembatan langsung melengkung ke bawah,” ujar Enceng.
Warga setempat, Asep Dani, juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dan menyatakan rasa syukur atas keadaan tersebut.
Kerusakan jembatan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan dan prosedur pengujian sebelum peresmian.
Infrastruktur yang baru diresmikan seharusnya melalui serangkaian uji beban dan stabilitas yang ketat. Kegagalan struktural dalam hitungan menit setelah peresmian menunjukkan adanya kelalaian yang fatal.
Warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut mengaku tidak menyangka akan terjadi insiden semengerikan itu.
Suasana panik dan teriakan histeris merekam momen ketika jembatan tiba-tiba melengkung ke bawah. Keberadaan pejabat dan Bupati di atas struktur saat kejadian semakin memperbesar ketegangan yang tercipta.
Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tuntutan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.
Masyarakat menuntut transparansi mengenai temuan sementara dan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil. Kredibilitas proyek infrastruktur ini kini dipertaruhkan setelah insiden memalukan tersebut.
Kerusakan jembatan juga berdampak pada aktivitas warga yang selama ini mengandalkan akses tersebut. Para pedagang dan wisatawan terpaksa mencari jalur alternatif yang jauh lebih panjang dan tidak efisien. Hilangnya akses ini menimbulkan kerugian ekonomi yang belum diperhitungkan secara menyeluruh.
Pihak berwenang berjanji akan mengumumkan hasil investigasi dalam waktu dekat. Sementara itu, jembatan yang rusak sementara ditutup untuk umum demi mencegah insiden serupa. Masyarakat menantikan kejelasan mengenai masa depan infrastruktur vital ini.







