Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, Pertanggungjawaban Letjen Yudi Abrimantyo Terkait Kasus Penyiraman Air Keras oleh Anggotanya

Kabais TNI menyerahkan jabatannyaKabais TNI menyerahkan jabatannya
Letjen Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais TNI, Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

INBERITA.COM, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, mengungkapkan bahwa Letjen Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI.

Penyerahan jabatan ini dilakukan di tengah penyidikan yang melibatkan beberapa anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Aulia menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap insiden yang melibatkan anggota Bais.

“Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia di Markas Besar TNI, Jakarta Timur, Rabu (25/3), saat ditanya perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Namun, Aulia memilih untuk tidak membeberkan lebih lanjut mengenai siapa yang akan menggantikan Letjen Yudi Abrimantyo dalam jabatan tersebut, menanggapi pertanyaan dengan jawaban singkat, “Terima kasih.”

Sebelumnya, Mabes TNI mengkonfirmasi bahwa beberapa anggota Bais TNI adalah terduga pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Empat anggota Bais TNI yang terlibat berasal dari TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL). Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Kejadian penyiraman terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, saat Andrie sedang melintas dengan sepeda motornya di Salemba, Jakarta Pusat. Tiba-tiba, dua orang berboncengan menyiramkan cairan keras ke tubuh Andrie.

Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup serius, dengan sekitar 24 persen tubuhnya terluka. Bagian tubuh yang paling parah terkena dampak adalah mata kanannya, yang mengalami kerusakan parah.

Terkait dengan pengunduran dirinya sebagai Kepala Bais TNI, Letjen Yudi Abrimantyo diketahui memiliki karier panjang di dunia militer.

Lulusan Akademi Militer tahun 1989 ini berasal dari kecabangan infanteri dan banyak menghabiskan waktunya di bidang intelijen.

Sebelumnya, Yudi juga memiliki latar belakang sebagai anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yang terkenal dengan pengabdiannya di dunia intelijen dan keamanan.

Letjen Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kepala Bais TNI sejak Maret 2024 melalui Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024 yang ditandatangani pada 22 Maret 2024.

Sebelum menempati jabatan strategis ini, Yudi pernah menduduki beberapa posisi penting lainnya, seperti Paban Utama A-5 Dit A BAIS TNI pada periode 2016–2018, serta Bandep Urusan Sosial Budaya Deputi Bidang Pengembangan Setjen Wantanas pada 2018–2020.

Selanjutnya, ia ditugaskan di Kementerian Pertahanan sebagai Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan pada 2020 hingga 2021, dan terakhir menjabat Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional di Kementerian Pertahanan dari 2021 hingga 2024.

Kini, seiring dengan penyerahan jabatannya sebagai Kepala Bais TNI, banyak pihak yang mengaitkan hal ini dengan peran pentingnya dalam kasus penyiraman air keras yang tengah diselidiki.

Terkait dengan insiden penyiraman air keras tersebut, Mabes TNI telah memastikan bahwa para anggota yang terlibat berasal dari Bais.

Tindakan mereka, yang diduga merupakan bentuk pembalasan terhadap Andrie Yunus, akan mendapatkan perhatian serius dalam penyelidikan ini.

Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus adalah sebuah peristiwa yang sangat mencolok karena ia merupakan aktivis yang berperan penting dalam Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS).

KontraS sendiri dikenal sebagai lembaga yang memiliki peran kritis dalam menyoroti pelanggaran HAM dan memberi perhatian terhadap hak-hak korban kekerasan negara.

Penyelidikan atas kasus ini terus berlanjut, dengan Mabes TNI berkomitmen untuk memberikan penjelasan terkait tindakan yang telah diambil, termasuk penyerahan jabatan oleh Letjen Yudi Abrimantyo.

Keterlibatan anggota Bais dalam kasus ini tentunya menambah kompleksitas situasi, dengan banyak yang menanti hasil dari penyidikan yang sedang berlangsung.

Seiring dengan perkembangan kasus ini, masyarakat berharap agar tindakan tegas dan transparansi dari pihak berwenang dapat segera menyelesaikan permasalahan dan memberikan keadilan kepada Andrie Yunus serta seluruh pihak yang terdampak.