Iran Siaga Penuh, Peringatkan AS dan Israel Agar Tak Ganggu Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Pemakaman ayatollah khamenei teheranPemakaman ayatollah khamenei teheran
Pemerintah Iran meningkatkan pengamanan menjelang rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung selama beberapa hari.

INBERITA.COM, Pemerintah Iran meningkatkan kewaspadaan menjelang rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan aksi militer selama prosesi berlangsung.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah situasi kawasan yang masih rapuh meski gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dikabarkan masih berlangsung.

Otoritas Iran menegaskan setiap bentuk serangan pada masa berkabung nasional akan mendapat respons dari angkatan bersenjata negara itu.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, mengatakan pihaknya tidak menginginkan munculnya eskalasi baru, tetapi siap mengambil langkah tegas apabila terdapat ancaman terhadap wilayah Iran.

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” ujar Abdollahi.

Menurut keterangan pemerintah Iran, Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Selama beberapa bulan terakhir, prosesi pemakaman belum dapat dilaksanakan karena konflik bersenjata yang masih berlangsung.

Kini, setelah situasi keamanan relatif lebih kondusif, pemerintah mulai menggelar rangkaian penghormatan terakhir yang berlangsung selama hampir sepekan.

Jenazah Khamenei dijadwalkan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini pada 4 dan 5 Juli.

Ribuan warga diperkirakan akan memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi dilanjutkan ke sejumlah kota yang memiliki nilai religius penting bagi masyarakat Syiah.

Upacara pemakaman di Teheran dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli. Selanjutnya, rangkaian acara akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli, kemudian ke Najaf dan Karbala di Irak pada 8 Juli. Prosesi akan ditutup di kota suci Mashhad pada 9 Juli.

Selain masyarakat Iran, pemerintah memperkirakan perwakilan dari sekitar 100 negara akan menghadiri rangkaian pemakaman tersebut. Sejumlah negara yang disebut akan mengirim delegasi di antaranya Pakistan dan Rusia.

Prosesi ini dipandang memiliki arti penting, tidak hanya bagi Iran, tetapi juga dalam konteks diplomasi kawasan.

Kehadiran delegasi internasional diharapkan menjadi momentum penghormatan sekaligus menunjukkan perhatian dunia terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.