Investor Asing Catat Net Buy 3,45 Triliun, Kapitalisasi Pasar Tembus 15.316 Triliun, Ini Daftar Lengkapnya!

INBERITA.COM, Pasar saham Indonesia mencatat performa impresif sepanjang pekan perdagangan 3–7 November 2025. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 3,45 triliun.

Arus modal masuk ini menjadi katalis utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah perdagangan.

Selama periode tersebut, total transaksi pembelian saham oleh investor global mencapai Rp 28,53 triliun, lebih tinggi dari nilai jual yang tercatat sebesar Rp 25,12 triliun.

Aktivitas beli bersih tersebut mencerminkan kembalinya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal domestik di tengah stabilitas ekonomi nasional dan sentimen positif global.

Dari sisi emiten, saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi primadona. Investor asing memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1,71 triliun, menjadikannya saham paling banyak dikoleksi pekan ini.

Di posisi kedua, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menarik perhatian asing dengan nilai beli mencapai Rp 799 miliar.

Selain dua saham unggulan tersebut, minat asing juga merata ke sejumlah sektor strategis lain.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) diborong sebesar Rp 527,8 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 515,5 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 493,3 miliar.

“Adapun investor asing pada Jumat (7/11) mencatatkan nilai beli bersih Rp 920,24 miliar dan sepanjang tahun 2025,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (8/11).

Kautsar menjelaskan, perdagangan saham selama sepekan terakhir menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Namun, indikator utama menunjukkan penguatan signifikan. Kapitalisasi pasar mencatat kenaikan tertinggi 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun, naik dari Rp 14.857 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, IHSG menguat 2,83% dan ditutup di level 8.394,59, naik dari posisi 8.163,88 pada pekan sebelumnya.

Capaian ini menjadi rekor tertinggi IHSG sepanjang sejarah, menandai sentimen optimistis yang meluas di kalangan pelaku pasar.

Rata-rata frekuensi transaksi harian memang sedikit menurun 6,85% menjadi 2,16 juta kali transaksi, dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Namun, meskipun volume transaksi turun, nilai transaksi meningkat karena aktivitas investor institusional yang cenderung membeli saham dalam jumlah besar.

Berikut daftar lengkap saham-saham yang menopang IHSG selama sepekan terakhir:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): menopang 56,57 poin untuk IHSG, naik 18,24% dalam sepekan
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): menopang 53,27 poin, naik 14,99%
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): menopang 28,34 poin, naik 8,1%
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): menopang 14,03 poin, naik 1,76%
  • PT Astra International Tbk (ASII): menopang 11,67 poin, naik 4,47%
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): menopang 11,66 poin, naik 13,93%
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): menopang 10,89 poin, naik 25,74%
  • PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): menopang 8,85 poin, naik 23,81%
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): menopang 8,32 poin, naik 4,06%
  • PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA): menopang 5,21 poin, naik 59,6%

Di sisi lain, ada pula daftar saham yang menjadi top laggards atau saham yang paling menekan indeks pada pekan ini:

  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE): memberatkan 11,21 poin terhadap IHSG, turun 25,81% selama sepekan
  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN): memberatkan 4,55 poin, turun 1,52%
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): memberatkan 4,11 poin, turun 4,98%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): memberatkan 3,90 poin, turun 6,45%
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): memberatkan 2,71 poin, turun 3,72%
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): memberatkan 2,62 poin, turun 10%
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): memberatkan 2,38 poin, turun 1,06%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): memberatkan 2,36 poin, turun 8,37%
  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): memberatkan 1,38 poin, turun 9,29%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO): memberatkan 1,20 poin, turun 5,05%

Analis pasar menilai, penguatan IHSG pekan ini didorong oleh masuknya dana asing secara konsisten ke saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, energi baru terbarukan, dan infrastruktur.

Lonjakan harga pada sejumlah saham unggulan tersebut juga turut memperkuat kepercayaan investor domestik untuk kembali masuk ke pasar.

Kenaikan kapitalisasi pasar hingga di atas Rp 15 ribu triliun menjadi sinyal kuat bahwa pasar modal Indonesia semakin solid menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Dengan tren net buy asing yang masih berlanjut dan dukungan dari emiten-emiten besar seperti BBCA, TLKM, BREN, dan ASII, prospek IHSG dinilai masih positif menjelang penutupan tahun 2025.

Banyak pelaku pasar optimistis penguatan ini dapat bertahan, terutama jika sentimen positif dari fundamental ekonomi nasional terus terjaga dan minat asing tetap tinggi terhadap aset-aset berisiko di pasar Indonesia. (*xpr)