ini 7 Poin Kunci Negosiasi Amerika-Iran di Islamabad Pakistan, Bisa Akhiri Perang?

Pejabat senior amerika tiba di pakistanPejabat senior amerika tiba di pakistan
Gencatan Senjata atau Perang Berlanjut? Inilah 7 Isu Kunci dalam Negosiasi Amerika-Iran

INBERITA.COM, Pada Sabtu, 10 April 2026, delegasi senior dari Amerika Serikat (AS) dan Iran tiba di Islamabad, Pakistan, untuk memulai serangkaian pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam minggu.

Pembicaraan ini membawa harapan besar bagi penyelesaian konflik yang melibatkan banyak pihak, termasuk Israel dan Hizbullah.

Delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, dengan sejumlah tokoh kunci lainnya seperti utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner.

Mereka mendarat di Islamabad menggunakan dua pesawat Angkatan Udara AS pada pagi hari dan disambut oleh Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar.

Sementara itu, delegasi Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Galibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Aragchi, sudah tiba pada Jumat sebelumnya.

Berdasarkan laporan Reuters, pertemuan di Islamabad ini dianggap sebagai pembicaraan tingkat tertinggi antara AS dan Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Jika kesepakatan tercapai, ini juga akan menjadi pertemuan langsung pertama antara kedua negara sejak 2015, saat mereka mencapai kesepakatan nuklir Iran yang dibatalkan oleh Presiden Trump pada 2018.

Keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir dan larangan Ayatollah Ali Khamenei terhadap negosiasi langsung semakin memperpanjang ketegangan antara AS dan Iran.

Di awal pembicaraan, Galibaf mengungkapkan bahwa Iran menuntut agar AS membuka kembali aset mereka yang diblokir dan juga menginginkan gencatan senjata di Lebanon, di mana hampir 2.000 orang telah tewas sejak pertempuran dimulai pada Maret 2026.

Serangan Israel terhadap militan Hizbullah yang didukung Iran telah menjadi fokus utama pertempuran di Lebanon. Iran juga menekankan bahwa gencatan senjata ini harus mencakup penghentian agresi di Lebanon, meskipun AS dan Israel tidak sepakat dengan hal tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa delegasi Iran akan bertemu Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada tengah hari untuk memulai pembicaraan lebih lanjut mengenai mekanisme negosiasi.

Sumber senior dari Iran menyebutkan bahwa Pakistan akan menyampaikan respons pertama dari AS terhadap tuntutan Iran, dan jika disetujui, maka pembicaraan langsung dapat dimulai.

Namun, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan Iran.

Trump, yang telah menulis di media sosial, menegaskan bahwa satu-satunya alasan Iran “masih hidup” adalah untuk menegosiasikan kesepakatan.

Wakil Presiden AS, JD Vance, yang memimpin delegasi, menyatakan harapan agar negosiasi menghasilkan hasil positif. Meski demikian, ia menambahkan bahwa jika Iran berniat mempermainkan proses ini, tim negosiasi AS tidak akan segan-segan untuk menanggapi dengan tegas.

Negosiasi ini juga diharapkan dapat membawa solusi yang lebih luas terhadap isu-isu yang memengaruhi kawasan, termasuk dampak dari konflik terhadap pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz, yang terus menjadi titik kritis dalam perdagangan energi dunia.

Gangguan yang terjadi sejak dimulainya perang telah memperburuk inflasi global dan memperlambat ekonomi dunia.

Pembicaraan di Islamabad ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengakhiri pertempuran yang telah menelan banyak korban, tetapi juga untuk menyelesaikan sejumlah masalah besar yang selama ini menjadi penyebab ketegangan antara AS dan Iran.

Berikut adalah tujuh isu utama yang diperkirakan akan dibahas dalam negosiasi ini:

1. Gencatan Senjata di Lebanon

Iran menginginkan agar serangan Israel terhadap Hizbullah dihentikan sebagai bagian dari gencatan senjata yang lebih besar, meskipun AS dan Israel menolak memasukkan konflik ini dalam kesepakatan.

2. Pembukaan Aset Iran dan Penghentian Sanksi

Iran menuntut pembukaan aset mereka yang diblokir dan penghentian sanksi internasional yang telah menghambat ekonominya.

AS kemungkinan akan melonggarkan sanksi, namun hanya jika Iran memenuhi persyaratan tertentu terkait program nuklir dan rudalnya.

3. Kontrol atas Selat Hormuz

Iran berupaya untuk mendapatkan pengakuan atas otoritasnya di Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi perdagangan energi global.

Mereka ingin mengenakan biaya transit dan mengendalikan akses ke selat tersebut, yang ditentang oleh AS.

4. Kompensasi Kerusakan Perang

Iran kemungkinan akan menuntut kompensasi atas kerusakan yang timbul selama perang enam minggu ini, meskipun AS belum memberikan komentar terkait hal ini.

5. Program Nuklir dan Rudal

Iran tetap pada posisi bahwa program nuklir dan rudal mereka adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan.

Sementara AS ingin mengurangi kemampuan rudal Iran sebagai bagian dari kesepakatan.

6. Penarikan Pasukan AS dari Kawasan Timur Tengah

Iran menuntut penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah.

AS, di sisi lain, berjanji akan mempertahankan kehadiran militer mereka di sana sampai kesepakatan damai tercapai.

7. Penghentian Agresi

Iran menuntut agar ada komitmen dari AS dan sekutunya untuk menghentikan semua bentuk agresi terhadap negara-negara kawasan.

Saat ini, Islamabad sedang berada dalam pengamanan yang sangat ketat, dengan ribuan pasukan paramiliter dan tentara dikerahkan di jalan-jalan menjelang pembicaraan ini.

Sementara itu, serangan di Lebanon selatan terus berlanjut, meskipun gencatan senjata masih menjadi agenda utama.

Banyak pihak berharap bahwa negosiasi di Islamabad dapat membuka jalan untuk penyelesaian damai yang komprehensif, dengan mengatasi tidak hanya perbedaan antara AS dan Iran, tetapi juga ketegangan yang melibatkan sekutu mereka masing-masing di kawasan Timur Tengah.