INBERITA.COM, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan HiFi Air 5G sebagai strategi agresif untuk merebut pasar internet rumah non-fiber di Indonesia.
Mengandalkan teknologi Fixed Wireless Access (FWA), perangkat ini diklaim mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 100 Mbps tanpa perlu instalasi kabel fiber optik.
Peluncuran HiFi Air 5G menjadi langkah penting Indosat dalam menjawab kebutuhan akses internet rumah di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber.
Berdasarkan hasil uji jaringan menggunakan aplikasi Speedtest, perangkat ini menunjukkan performa yang kompetitif.
Dalam tiga kali pengujian, kecepatan internet HiFi Air 5G berada di kisaran 60 Mbps hingga 100 Mbps, angka yang cukup untuk mendukung aktivitas digital rumah tangga seperti streaming, video conference, hingga gaming online.
SVP-Head of FWA Business IOH, Beka Faryan Riangka, menegaskan bahwa HiFi Air dirancang sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang tidak memiliki akses fiber optik, namun tetap menginginkan pengalaman internet rumah yang stabil dan cepat.
“Ini tidak perlu akses fiber, semua jaringan 5G kita yang sudah luas itu, kemudian jaringan 4G, itu bisa menggunakan jaringan seluler dari kita. Inilah bagaimana kemudian kita melihat HiFi Air ini,” ujar Beka di kantor IOH, Jumat (27/2/2026).
Dengan memanfaatkan jaringan seluler 4G dan 5G yang telah tersebar luas, Indosat optimistis dapat memperluas penetrasi layanan internet rumah berbasis FWA.
Strategi ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan pembangunan infrastruktur fiber yang membutuhkan investasi besar dan waktu implementasi yang tidak singkat.
Beka mengungkapkan, terdapat potensi pasar sekitar 11 juta rumah di Indonesia yang hingga kini belum terhubung dengan jaringan fiber to the home (FTTH).
Celah inilah yang menjadi target utama ekspansi HiFi Air, khususnya di wilayah suburban dan daerah yang belum tersentuh infrastruktur kabel optik.
HiFi Air hadir dalam beberapa varian dengan dukungan jaringan 4G dan 5G. Untuk tahap awal, Indosat membidik lebih dari 100 ribu pelanggan dalam satu tahun pertama peluncuran.
“Kalau bisa seluruh rumah yang ada di Indonesia, rumah yang ada FTTH itu pakai HiFi Air, itu ambisi besarnya. Tapi, kalau kita bicara satu tahun ini, kita (targetkan) di angka di atas 100 ribuan,” ungkap Beka.
Dari sisi harga, Indosat memanfaatkan momentum Lebaran 2026 dengan menawarkan promo menarik. HiFi Air 4G dibanderol mulai Rp 399 ribu, termasuk kuota perdana 50 GB untuk 30 hari.
Sementara HiFi Air 5G ditawarkan mulai Rp 1.499.000, sudah termasuk kuota awal 75 GB untuk 30 hari.
Skema ini diharapkan mampu mendorong adopsi awal, terutama bagi keluarga yang membutuhkan internet cepat tanpa proses instalasi rumit.
Keunggulan lain dari perangkat HiFi Air adalah kapasitas konektivitasnya. Tergantung tipe perangkat, modem ini mampu menghubungkan 32 hingga 128 perangkat secara bersamaan.
Hal ini menjadikannya relevan untuk kebutuhan rumah tangga modern dengan banyak perangkat terhubung, mulai dari smartphone, smart TV, laptop, hingga perangkat Internet of Things (IoT).
Khusus varian 5G ready, perangkat telah dibekali teknologi Wi-Fi 6 Dual Band untuk memastikan koneksi tetap stabil meski digunakan banyak perangkat dalam waktu bersamaan.
Teknologi ini memungkinkan distribusi bandwidth lebih efisien dan latensi lebih rendah, sehingga pengalaman pengguna tetap optimal.
Dengan kombinasi jaringan 4G/5G yang luas, harga promo kompetitif, serta kemudahan instalasi tanpa fiber, HiFi Air 5G berpotensi menjadi penantang serius di pasar internet rumah Indonesia.
Strategi ekspansi berbasis FWA ini sekaligus menandai langkah Indosat dalam memperkuat posisi di segmen broadband rumah yang selama ini didominasi layanan berbasis fiber.