Heboh Dentuman Keras di Prambanan Ternyata Berasal dari Kembang Api Prewedding Sespri Prabowo, Ini Orangnya

INBERITA.COM, Suara dentuman keras yang terdengar berulang kali di kawasan sekitar Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sempat memicu kepanikan warga pada Rabu (24/6) malam.

Banyak warga mengira telah terjadi insiden besar setelah suara ledakan terdengar hingga wilayah Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah rekaman video yang memperlihatkan langit berwarna kemerahan disertai suara ledakan yang cukup menggelegar.

Unggahan itu memunculkan beragam spekulasi sebelum akhirnya diketahui sumber suara berasal dari aktivitas kembang api.

Dalam salah satu unggahan yang beredar, seorang warga mengaku beberapa kali mendengar dentuman keras hingga larut malam. Rekaman video memperlihatkan suasana permukiman yang mendadak ramai karena warga keluar rumah untuk memastikan sumber suara yang tidak biasa tersebut.

Kejadian itu turut dibenarkan oleh warga sekitar kawasan Prambanan. Utomo (50) mengaku dirinya sempat terkejut karena kerasnya suara ledakan membuat kaca rumah bergetar.

Menurutnya, suara yang terdengar berbeda dari pertunjukan kembang api yang biasa digelar di kawasan wisata tersebut.

“Awalnya saya kira bukan suara kembang api karena dentumannya sangat keras. Warga sampai keluar rumah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Setelah mengamati situasi di sekitar, warga akhirnya mengetahui bahwa sumber suara berasal dari peluncuran kembang api di luar kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.

Utomo mengatakan baru kali ini ia merasakan suara kembang api dengan intensitas sebesar itu. Meski sempat membuat khawatir, ia memastikan tidak ada kerusakan pada bangunan maupun rumah warga di sekitar lokasi.

“Biasanya kalau ada acara memang ada kembang api, tapi tidak sebesar ini. Saya sempat merekam, ledakannya terjadi berkali-kali,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi peluncuran berada di sebelah timur kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Suara ledakannya bahkan terdengar hingga wilayah Kalasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten.

Kepala Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Raksono, kemudian menjelaskan bahwa suara ledakan tersebut berasal dari kembang api yang digunakan dalam sesi pengambilan foto dan video prewedding.

Menurutnya, kegiatan itu berlangsung di luar area kompleks wisata candi. Arah pengambilan gambar memang menghadap ke kawasan Prambanan sehingga memberikan latar belakang panorama candi, tetapi lokasi peluncuran kembang api berada di lahan kosong di luar kawasan utama.

“Itu merupakan kegiatan pengambilan foto dan video prewedding. Lokasinya di luar kawasan taman wisata,” jelas Raksono.

Ia mengungkapkan, lokasi awal peluncuran kembang api sebenarnya direncanakan berada di sekitar lapangan futsal di wilayah RT 19 Desa Tlogo. Namun, rencana tersebut mendapat keberatan dari warga karena dinilai terlalu dekat dengan permukiman.

Setelah menerima masukan, penyelenggara kemudian memindahkan lokasi ke area yang lebih terbuka di sebelah utara, tepatnya di sekitar kawasan Mandala Wisata. Perpindahan lokasi dilakukan sebagai langkah untuk meminimalkan gangguan terhadap masyarakat.

Raksono juga memastikan kegiatan tersebut telah mengantongi izin dari pihak terkait dan selama pelaksanaan mendapat pengawasan aparat keamanan. Hanya saja, besarnya efek suara dari kembang api di luar perkiraan penyelenggara.

“Awalnya diperkirakan hanya seperti kembang api biasa, ternyata dentumannya jauh lebih besar sehingga membuat warga kaget,” ujarnya.

Hingga kegiatan selesai, pemerintah desa menyatakan tidak menerima laporan mengenai kerusakan rumah maupun korban akibat suara ledakan tersebut.

Keterangan serupa disampaikan Kapolsek Prambanan AKP Nyoto. Ia memastikan dentuman yang sempat membuat geger warga murni berasal dari kembang api yang digunakan untuk keperluan dokumentasi prewedding.

“Itu untuk kegiatan prewedding, pengambilan foto dan video. Selama pelaksanaan juga diawasi dan seluruh proses berlangsung sesuai prosedur serta aturan yang berlaku,” kata Nyoto.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan kembang api dengan daya ledak besar, meski telah berizin, tetap berpotensi menimbulkan kepanikan apabila masyarakat sekitar tidak memperoleh informasi sebelumnya.

Komunikasi kepada warga dinilai penting agar aktivitas serupa tidak memicu kesalahpahaman ataupun kekhawatiran yang tidak perlu.

Meski sempat mengundang berbagai spekulasi di media sosial, aparat memastikan tidak ada unsur tindak kriminal maupun insiden berbahaya dalam kejadian tersebut.

Situasi di kawasan Prambanan pun kembali kondusif setelah masyarakat mengetahui sumber dentuman berasal dari kegiatan dokumentasi prewedding yang berlangsung di luar kompleks wisata.