Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Hebat Tengah Malam, Kolom Abu Capai 7.584 Meter

Gunung lewotobi 1Gunung lewotobi 1
Lewotobi Laki-laki Empat Kali Erupsi dalam 32 Menit, Status Level Siaga

INBERITA.COM, Flores Timur — Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus dahsyat pada Jumat malam, 19 September 2025, tepat pukul 22.46 WITA.

Letusan ini tercatat sebagai salah satu yang paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dengan lontaran kolom abu mencapai ketinggian luar biasa.

“Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan kolom abu dengan ketinggian 6.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 7.584 meter di atas permukaan laut,” ungkap Emanuel Rofinus Bere, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, dalam keterangan resminya pada Jumat malam.

Kolom abu tebal tampak membubung ke langit dengan warna kelabu, condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi tersebut terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter dan durasi sekitar 17 menit 7 detik.

Suasana di sekitar Pos PGA pun menjadi mencekam ketika suara gemuruh keras terdengar saat letusan berlangsung.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi ± 17 menit 7 detik,” jelas Emanuel, menegaskan skala aktivitas yang sedang berlangsung di gunung yang kini berstatus Siaga atau Level III tersebut.

Letusan ini tidak hanya memicu kepanikan warga sekitar, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran akan potensi bahaya lanjutan, terutama dalam bentuk banjir lahar.

Emanuel menyampaikan imbauan keras agar masyarakat menghentikan segala bentuk aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi demi keselamatan bersama.

Zona merah ini kini dianggap sangat berbahaya akibat kemungkinan runtuhan material vulkanik dan awan panas yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Selain itu, ia juga memperingatkan potensi bencana sekunder yang bisa terjadi apabila turun hujan deras. Lahar hujan dikhawatirkan akan mengalir deras melalui sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak gunung.

Kawasan yang dinilai paling rawan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote,” ujar Emanuel tegas.

Gunung Lewotobi Laki-laki dikenal sebagai salah satu dari dua gunung kembar di Flores Timur yang memiliki sejarah letusan panjang.

Aktivitas vulkanik di gunung ini dipantau secara ketat oleh tim pemantau gunung api nasional mengingat potensi bahayanya yang besar terhadap permukiman di sekitarnya.

Status Siaga yang kini diberlakukan menandakan adanya peningkatan signifikan dalam tekanan magma dan frekuensi letusan, yang bisa berkembang menjadi letusan lebih besar jika kondisi terus memburuk.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan serius akibat letusan malam ini. Namun, warga diminta tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah-langkah mitigasi bencana, termasuk menyiapkan tempat evakuasi dan memastikan jalur logistik tetap terbuka.

Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi pengingat keras bahwa aktivitas vulkanik di wilayah timur Indonesia masih sangat dinamis.

Ketika alam mulai bersuara lantang seperti malam ini, kehati-hatian dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana yang lebih besar. (mms)