GoTo Catat Laba Perdana 62 Miliar di Kuartal III 2025, Pertama Sejak Berdiri! Harga Saham Naik 5,36 Persen

INBERITA.COM, Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (30/10/2025).

Hingga pukul 13.48 WIB, saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia itu naik 5,36 persen ke level Rp59 per saham, mencerminkan optimisme pasar setelah GoTo melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga yang impresif.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah GoTo Group mengumumkan hasil keuangan Q3 2025 dengan capaian bersejarah: laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp62 miliar — untuk pertama kalinya perusahaan membukukan keuntungan sejak didirikan.

Selain mencatat laba, manajemen juga menaikkan panduan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk tahun penuh 2025 dari Rp1,4–1,6 triliun menjadi Rp1,8–1,9 triliun.

Langkah ini menandakan keyakinan kuat terhadap kesinambungan profitabilitas jangka panjang.

Kinerja solid tersebut langsung disambut positif oleh investor. Saham GOTO dibuka di level Rp58, sempat menembus Rp60, dan kemudian bertahan di Rp59 per saham. Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar GoTo kini mencapai Rp66,15 triliun.

Kenaikan harga saham ini memperkuat sentimen bahwa GoTo tengah memasuki fase baru sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang profitabel dan berdaya saing global.

Pertumbuhan Solid di Semua Lini Bisnis

Pada kuartal ketiga 2025, Gross Transaction Value (GTV) inti Grup mencapai Rp102,8 triliun, tumbuh 43% secara tahunan (YoY).

Total GTV menyentuh Rp176 triliun, naik 28% YoY. Pendapatan bersih GoTo juga meningkat 21% YoY menjadi Rp4,7 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA yang disesuaikan melonjak tajam sebesar 239% YoY menjadi Rp516 miliar, dengan EBITDA positif selama empat kuartal berturut-turut, mencapai Rp369 miliar.

Bahkan, arus kas bebas yang disesuaikan juga tercatat positif sebesar Rp247 miliar — menandakan kinerja keuangan yang semakin efisien.

Sektor Fintech Jadi Penggerak Utama

Dari seluruh segmen, Financial Technology (GoPay & GoFinance) menjadi motor utama pertumbuhan. GTV inti fintech meningkat 48% YoY menjadi Rp95,3 triliun, dengan pendapatan bersih tumbuh 55% YoY ke Rp1,5 triliun.

Nilai buku pinjaman konsumen juga melesat 76% YoY ke Rp7,6 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp136 miliar, menandai empat kuartal profitabilitas beruntun.

Aplikasi GoPay kini mencatat lebih dari 500 juta transaksi per bulan, memperkuat posisinya sebagai dompet digital terdepan di segmen menengah ke atas.

Layanan Gojek dan GoFood Tetap Tumbuh

Segmen On-Demand Services, yang mencakup Gojek dan GoFood, juga mencatat pertumbuhan stabil. GTV meningkat 2,4% YoY menjadi Rp16,7 triliun, dengan pendapatan bersih naik 10% YoY ke Rp3,2 triliun.

EBITDA yang disesuaikan segmen ini naik 115% YoY ke Rp336 miliar, dengan performa paling menonjol berasal dari bisnis Delivery, yang mencatat lonjakan 1.354% YoY menjadi Rp189 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan belanja promosi dari mitra pedagang sebesar 71% YoY.

Dari sisi neraca, GoTo memiliki kas dan setara kas Rp18 triliun (US$1,1 miliar) per 30 September 2025, menandakan likuiditas yang sangat kuat.

Perusahaan juga mempercepat transformasi digital melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI). GoTo kini mengembangkan model bahasa besar (LLM) internal yang lebih efisien dan hemat GPU.

Implementasi AI ini disebut telah meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 6%, mempercepat waktu tanggapan, serta menurunkan biaya operasional secara signifikan.

Langkah ini menunjukkan arah baru GoTo yang semakin berbasis teknologi tinggi dan otomatisasi, memperkuat daya saing di tengah industri digital yang dinamis.

GoTo juga menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan mempertahankan peringkat “A” MSCI ESG dan menempati persentil ke-91 dalam penilaian S&P Global Sustainability.

Inisiatif seperti Komunitas Mitra GoFood (KOMPAG) serta Kelompok Sumber Daya Karyawan (ERG) terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan mitra dan karyawan.

Pendekatan keberlanjutan ini dinilai menjadi salah satu nilai tambah yang memperkuat citra GoTo di mata investor institusional.

Direktur Utama GoTo, Patrick Walujo, menegaskan bahwa capaian laba sebelum pajak ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perusahaan.

“Momentum ini menunjukkan bahwa kami mampu tumbuh sekaligus mencapai profitabilitas. Fokus kami tetap pada efisiensi, inovasi, dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Patrick.

Sementara Simon Ho, Direktur Keuangan GoTo, menambahkan bahwa hasil ini membuktikan konsistensi strategi efisiensi perusahaan.

“Kami membuktikan bahwa pertumbuhan dapat berjalan seiring dengan efisiensi. Arus kas bebas positif dan EBITDA yang kuat menunjukkan pondasi keuangan yang semakin kokoh,” tegasnya.

Dengan kinerja yang solid di seluruh lini, profitabilitas berkelanjutan, dan dukungan inovasi AI, GoTo kini mulai memetik hasil dari transformasi besar yang dilakukan sejak 2023.

Kenaikan harga saham GOTO pasca rilis laporan keuangan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap strategi baru Patrick Walujo dalam mengarahkan GoTo menjadi perusahaan teknologi Indonesia yang tidak hanya besar secara ekosistem, tetapi juga menguntungkan secara berkelanjutan.

Jika tren ini terus berlanjut, GoTo berpotensi menjadi contoh nyata startup Indonesia yang sukses bertransformasi menjadi korporasi publik profitabel, membuka babak baru bagi industri teknologi nasional. (xpr)