INBERITA.COM, Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri untuk bertransformasi menjadi partai politik.
Keputusan tersebut diambil setelah organisasi ini menggelar rapat kerja nasional dan menegaskan target politik mereka, yakni mengusung Anies Baswedan sebagai Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.
Deklarasi ini menjadi tonggak baru bagi Gerakan Rakyat yang sejak awal berdiri telah menempatkan agenda perubahan nasional sebagai visi utama perjuangan.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa arah politik organisasi yang dipimpinnya semakin jelas seiring perjalanan waktu.
Ia menyampaikan bahwa Gerakan Rakyat tidak hanya ingin menjadi kekuatan sosial, tetapi juga kekuatan politik yang berperan langsung dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Sahrin dalam siaran langsung melalui kanal YouTube Gerakan Rakyat pada Minggu (18/1/2026).
“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi politik Gerakan Rakyat yang sejak awal konsisten memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai figur pemimpin nasional.
Menurut Sahrin, perjuangan Gerakan Rakyat yang dimulai sejak 2023 kini memasuki fase baru dengan harapan yang semakin besar.
Ia menyebutkan bahwa dinamika politik nasional dan aspirasi para anggota mendorong organisasi tersebut untuk mengambil langkah strategis dengan mendirikan partai politik.
Keputusan itu dinilai sebagai bagian dari ikhtiar untuk memperjuangkan cita-cita keadilan dan kemakmuran bangsa melalui jalur konstitusional.
“Dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional, telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” kata Sahrin.
Nama Partai Gerakan Rakyat dipilih sebagai representasi dari semangat kolektif dan basis gerakan yang selama ini dibangun oleh organisasi tersebut.
Sahrin juga mengakui bahwa mendirikan partai politik di Indonesia bukanlah perkara mudah.
Ia menilai proses tersebut membutuhkan kesiapan organisasi yang matang, baik dari sisi struktur, sumber daya manusia, maupun komitmen jangka panjang.
Tantangan administratif dan regulasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pendirian partai politik di Tanah Air.
“Tentunya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan, kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia ini dan mungkin bisa dicek di seluruh negara barangkali, pendirian partai politik di Indonesia adalah penuh dengan syarat-syarat yang mungkin sangat-sangat berat di muka bumi ini,” tambahnya.
Pernyataan ini mencerminkan kesadaran internal Gerakan Rakyat terhadap kompleksitas sistem kepartaian di Indonesia.
Lebih lanjut, Sahrin mengingatkan seluruh anggota dan simpatisan Gerakan Rakyat mengenai persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk mendirikan partai politik.
Salah satu syarat utama adalah pembentukan struktur kepengurusan yang lengkap dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat luasnya wilayah dan jumlah daerah administratif di Indonesia.
“Yang pertama untuk mendirikan partai politik harus memiliki kepengurusan di tingkat pusat dan 100% di tingkat wilayah, berarti kita harus memiliki 38 struktur di seluruh provinsi yang kedua harus ada 75% di seluruh daerah, berarti sekitar 402 kota/kabupaten kita harus memiliki struktur,” ujarnya.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat harus membangun jaringan organisasi yang kuat hingga ke daerah-daerah.
Deklarasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik menandai perubahan signifikan dalam peta gerakan sosial-politik yang berkembang pasca Pemilu sebelumnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa Gerakan Rakyat tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas advokasi dan gerakan moral, tetapi juga ingin mengambil peran formal dalam sistem demokrasi melalui partai politik.
Dengan mendirikan Partai Gerakan Rakyat, organisasi ini berharap dapat menjadi kendaraan politik yang efektif untuk memperjuangkan gagasan-gagasan perubahan.
Dukungan terbuka terhadap Anies Baswedan sebagai calon Presiden Republik Indonesia juga menjadi pesan politik yang kuat.
Gerakan Rakyat menempatkan figur Anies sebagai simbol kepemimpinan yang dianggap sejalan dengan nilai keadilan sosial dan kemakmuran yang mereka cita-citakan.
Meski belum memasuki tahapan resmi pencalonan, pernyataan tersebut menunjukkan arah politik Partai Gerakan Rakyat ke depan.
Keputusan mendirikan Partai Gerakan Rakyat sekaligus menjadi ujian konsistensi dan soliditas internal organisasi.
Proses pemenuhan syarat administratif, pembentukan struktur di daerah, serta konsolidasi kader akan menentukan sejauh mana partai ini mampu berpartisipasi dalam kontestasi politik nasional.
Bagi Gerakan Rakyat, deklarasi ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur melalui jalur politik formal.