INBERITA.COM, Peta demografi Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan wajah kota masa depan yang berbeda dari kota-kota besar lainnya di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, penduduk yang kini tinggal di kawasan IKN didominasi oleh Generasi Z dan Milenial.
Komposisi usia ini menjadi dasar penting bagi Otorita IKN dalam merancang arah pembangunan, termasuk penyediaan fasilitas hiburan, gaya hidup, dan aktivitas yang sesuai dengan karakter generasi muda.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut hampir separuh penduduk IKN saat ini berasal dari dua kelompok usia produktif tersebut.
Dengan realitas itu, desain kota dan arah pengembangan IKN harus menyesuaikan kebutuhan generasi yang tumbuh di era digital dan memiliki pola hidup berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Jadi, pertama memang Gen Z dan Milenial hampir 50 koma sekian persen, berarti memang ini kota harus didesain untuk anak muda, itu awalnya,” kata Basuki saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Selasa, 16 Desember.
Basuki menegaskan bahwa dominasi penduduk usia muda bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa IKN perlu menawarkan ruang hidup yang relevan, adaptif, dan mengikuti tren.
Oleh karena itu, Otorita IKN kini mulai membuka peluang bagi investor untuk membangun fasilitas yang lekat dengan gaya hidup generasi muda.
“Sekarang saya harus mencari investor yang untuk misalnya bangun padel, bioskop,” ujar Basuki.
Menurutnya, fasilitas olahraga modern dan hiburan seperti bioskop bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dalam menciptakan ekosistem kota yang hidup.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik IKN, baik bagi penduduk baru maupun investor yang mempertimbangkan untuk masuk lebih awal.
Basuki juga mengungkapkan bahwa dari sisi ekonomi dan investasi, jumlah penduduk menjadi faktor krusial. Ia menyebut angka minimal penduduk ideal yang dibutuhkan agar investor tertarik masuk ke IKN berada di kisaran jutaan jiwa.
“Minimal ada 2 juta. Itu sesuai dengan daya dukungnya dulu. Tapi nanti kalau sudah ada infrastruktur lainnya, pasti akan lebih dari itu,” ucapnya.
Seiring dengan transformasi IKN sebagai pusat pemerintahan baru, pemerintah menargetkan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap.
Hingga 2028, sebanyak 4.100 ASN ditargetkan telah berpindah dan menetap di IKN, sejalan dengan penetapan kawasan tersebut sebagai Ibu Kota Politik.
Sementara itu, data resmi dari Badan Pusat Statistik memberikan gambaran rinci mengenai kondisi penduduk terkini di wilayah IKN. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa jumlah penduduk IKN terus bertambah dan kini telah mencapai ratusan ribu jiwa.
“Berdasarkan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara 2025 (PPIKN), penduduk IKN saat ini di wilayah delineasi IKN tercatat sebanyak 147.427 jiwa atau sebanyak 43.293 rumah tangga,” tutur Amalia.
Dari total jumlah tersebut, Generasi Z menjadi kelompok terbesar yang menghuni IKN. Persentasenya mencapai 27,20 persen atau sekitar 40.100 jiwa.
Posisi berikutnya ditempati oleh generasi milenial dengan porsi 23,53 persen atau sekitar 34.690 jiwa. Jika digabungkan, kedua generasi ini mencakup lebih dari separuh populasi IKN.
Selain Gen Z dan milenial, komposisi penduduk IKN juga diisi oleh kelompok usia lain, yakni generasi post Gen Z sebanyak 22,28 persen atau sekitar 32.847 jiwa, generasi X sebesar 19,29 persen atau sekitar 28.439 jiwa, baby boomer 7,14 persen atau sekitar 10.526 jiwa, serta pre-boomer dengan porsi 0,55 persen atau sekitar 811 jiwa.
Komposisi ini menunjukkan bahwa IKN tidak hanya dihuni oleh penduduk usia muda, tetapi tetap memiliki struktur penduduk yang beragam.
Meski demikian, dominasi Gen Z dan milenial menjadi penentu utama arah kebijakan pembangunan kota, terutama terkait ruang publik, transportasi, hunian, hingga pusat aktivitas sosial.
Dari sisi persebaran wilayah, BPS mencatat adanya konsentrasi penduduk di sejumlah desa yang kini menjadi pusat aktivitas.
Kepadatan penduduk tertinggi tercatat di Desa Samboja Kuala di Kecamatan Samboja, kemudian Desa Muara Jawa Ulu dan Muara Jawa Pesisir di Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Telemow di Kecamatan Sepaku. Kepadatan di wilayah-wilayah tersebut tercatat lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.
“Wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk. Dengan demikian, dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur Ibu Kota Nusantara ke depan,” tuturnya.
Data ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga fasilitas umum lainnya.
Dengan mayoritas penduduk berasal dari generasi muda, kebutuhan akan ruang kreatif, hiburan, olahraga, dan ekosistem ekonomi digital diperkirakan akan semakin meningkat.
Ke depan, tantangan Otorita IKN bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menciptakan kota yang mampu menjawab ekspektasi generasi muda sebagai penghuninya.
Desain kota yang inklusif, dinamis, dan mengikuti perkembangan zaman menjadi kunci agar IKN benar-benar tumbuh sebagai pusat kehidupan baru, bukan sekadar pusat administrasi pemerintahan. (*)