INBERITA.COM, Warga di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendadak digegerkan oleh penemuan benda mencurigakan yang diduga menyerupai torpedo di bibir pantai.
Temuan tersebut terjadi di Dusun Aenglombi, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 14.40 WIB.
Benda asing itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Heri saat dirinya hendak memeriksa perahu miliknya yang berada di tepi pantai. Dalam kondisi laut yang relatif tenang, Heri melihat sebuah objek berwarna kuning mengapung tidak jauh dari perahunya.
Karena merasa curiga dan khawatir benda tersebut berbahaya, Heri kemudian mengambil inisiatif untuk mengevakuasinya ke bibir pantai. Setelah itu, ia segera melaporkan temuannya kepada aparat kepolisian setempat.
Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto, menjelaskan bahwa laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
“Karena khawatir membahayakan, Heri kemudian mengevakuasi benda tersebut ke bibir pantai dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Kangayan,” kata Anang, Selasa (21/4).
Menurut keterangan polisi, benda yang ditemukan memiliki ukuran cukup besar dengan diameter sekitar 30 sentimeter dan panjang kurang lebih dua meter.
Bentuk serta ukurannya itulah yang memunculkan dugaan awal bahwa objek tersebut menyerupai torpedo.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal sekaligus mengamankan area sekitar penemuan. Garis polisi pun langsung dipasang guna mencegah warga mendekat dan menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.
Selain mengamankan lokasi, petugas juga melakukan pendataan saksi-saksi yang berada di sekitar tempat kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait asal-usul benda misterius tersebut.
Pihak kepolisian tidak bekerja sendiri dalam menangani kasus ini. Untuk memastikan jenis dan tingkat bahaya dari benda tersebut, Polres Sumenep berkoordinasi dengan tim khusus penjinak bahan peledak.
“Langkah cepat dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Anang.
Saat ini, aparat masih menunggu hasil identifikasi dari Unit Komposit Madura Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur yang memiliki keahlian dalam penanganan benda berbahaya, termasuk bahan peledak dan perangkat militer.
Hingga proses identifikasi selesai, lokasi penemuan masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Warga sekitar pun diminta untuk tidak mendekati area tersebut demi keselamatan bersama.
Imbauan juga disampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi yang belum tentu kebenarannya. Polisi menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur standar untuk menjamin keamanan.
Penemuan benda mencurigakan di wilayah pesisir seperti ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Namun, setiap kasus tetap memerlukan penanganan serius mengingat potensi bahaya yang bisa ditimbulkan, terutama jika berkaitan dengan bahan peledak atau perangkat militer.
Keberadaan benda tersebut di perairan Pulau Kangean hingga kini masih menjadi tanda tanya. Belum diketahui apakah benda itu merupakan bagian dari aktivitas militer, sisa latihan, atau terbawa arus laut dari wilayah lain.
Yang jelas, respons cepat dari warga dan aparat menjadi faktor penting dalam mencegah potensi risiko yang lebih besar. Tindakan Heri yang segera melaporkan temuannya dinilai membantu mempercepat penanganan oleh pihak berwenang.
Pihak kepolisian memastikan akan terus memberikan perkembangan terbaru terkait hasil pemeriksaan benda tersebut kepada publik.
Hingga saat ini, fokus utama masih pada memastikan keamanan dan menghindari dampak yang dapat membahayakan masyarakat sekitar.