INBERITA.COM, Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seekor tikus keluar dari boks makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 8 Semarang, memicu kehebohan di kalangan siswa dan guru.
Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah siswi menyadari adanya hewan pengerat itu di dalam boks ompreng, makanan yang disediakan dalam program MBG.
Kejadian ini langsung menjadi sorotan karena terkait dengan standar kebersihan dan keamanan makanan bagi siswa.
Staf Kesiswaan SMKN 8 Semarang, Dian Nirmala Santi, menjelaskan bahwa insiden ini bermula dari laporan siswa kelas XI pada Selasa (31/3) lalu.
Laporan awal disampaikan melalui video yang dibagikan di grup internal sekolah.
“Awalnya murid melaporkan ada tikus keluar dari boks MBG lewat video di grup. Tikusnya juga sudah ditangkap,” ujar Dian kepada JPNN.com, Rabu (1/4).
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan meminta pengembalian satu boks berisi 35 ompreng kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyedia makanan MBG.
Namun, sebelum proses penarikan dilakukan, sebagian ompreng ternyata sudah dikonsumsi oleh siswa.
“Murid turun membawa boks tersebut dan tikus yang sudah tertangkap. Namun, ternyata sudah ada beberapa yang dimakan,” tambah Dian.
Pihak sekolah pun langsung menyampaikan keluhan kepada SPPG terkait insiden tikus dalam boks MBG.
Menurut Dian, pihak penyedia layanan telah menyampaikan permintaan maaf resmi dan segera mengganti boks makanan yang terkontaminasi dengan yang baru.
“Pihak SPPG meminta maaf dan mengganti dengan boks baru berisi makanan yang tersedia di SPPG,” katanya.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi sekolah dan orang tua, karena menyangkut kebersihan dan keamanan makanan anak-anak. SMKN 8 Semarang memastikan akan terus memantau distribusi MBG untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Viralnya video tikus keluar dari boks MBG ini juga memicu diskusi di media sosial mengenai standar higienitas penyedia makanan sekolah dan pentingnya pengawasan rutin terhadap program pemberian makanan gratis.
Dengan pengawasan ketat dan koordinasi cepat antara sekolah dan SPPG, diharapkan keamanan makanan bagi siswa SMKN 8 Semarang tetap terjaga dan program MBG dapat berjalan lancar tanpa insiden serupa.







