INBERITA.COM, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) telah menjatuhkan hukuman kepada dua pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Shayne Pattynama, berupa larangan bermain dalam empat pertandingan internasional.
Hukuman ini dijatuhkan setelah keduanya melakukan tindakan yang dianggap tidak sportif terhadap wasit asal China, Ma Ning, dalam laga Timnas Indonesia melawan Timnas Irak di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
FIFA dalam pernyataannya menjelaskan bahwa baik Haye maupun Pattynama melanggar Pasal 14 terkait perilaku tidak sportif terhadap ofisial pertandingan.
Mereka masing-masing didenda sebesar 5.000 CHF (sekitar Rp103 juta) dan dikenakan skorsing empat pertandingan.
“Shayne Pattynama dan Thom Haye membuat tindakan tidak sportif terhadap ofisial pertandingan, sekaligus melanggar pasal 14, Pasal 14.!.j. Sanksinya adalah denda 5.000 CHF dan skorsing empat pertandingan,” tulis pernyataan resmi FIFA.
Dengan hukuman tersebut, Thom Haye dan Shayne Pattynama dipastikan absen dalam empat pertandingan internasional mendatang yang dijalani oleh Timnas Indonesia.
Dua pertandingan FIFA Matchday yang akan datang, yaitu pada Maret dan Juni 2026, akan menjadi laga yang mereka lewati tanpa kehadiran.
Keputusan FIFA ini cukup merugikan bagi Timnas Indonesia, terutama karena peran penting yang dimainkan oleh Thom Haye di lini tengah.
Sebagai pemain yang dikenal sebagai pembagi bola terbaik dalam skuad Garuda, absennya Haye di lini tengah tentu akan menjadi kehilangan besar bagi pelatih dan tim nasional Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi besar.
PSSI Kena Denda Rp1 Miliar Karena Aksi Suporter
Tidak hanya pemain, Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) juga mendapat sanksi dari FIFA terkait insiden pelemparan botol oleh oknum suporter Timnas Indonesia saat pertandingan melawan Irak.
FIFA menjatuhkan denda sebesar 50.000 CHF (sekitar Rp1 miliar) kepada PSSI atas tindakan tidak sportif tersebut.
Denda ini diberikan setelah sejumlah botol dilemparkan ke lapangan pada akhir pertandingan, yang disebabkan oleh ketidakpuasan suporter terhadap keputusan wasit Ma Ning.
Pelemparan benda-benda keras ke lapangan memang menjadi pelanggaran serius dalam regulasi FIFA, yang berupaya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan.

Akibat insiden ini, PSSI harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus menanggung denda cukup besar, yang menambah beban keuangan mereka, yang sebelumnya juga harus menanggung kompensasi terkait pemecatan pelatih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Hukuman denda sebesar Rp1 miliar ini tentu semakin memperberat beban keuangan PSSI, yang sudah terbilang cukup tertekan akibat pengeluaran mereka untuk kompensasi pemecatan dua pelatih asing tersebut.
Selain itu, PSSI juga harus mempersiapkan dana segar untuk mengontrak pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Berdasarkan kabar yang beredar, pengumuman terkait pelatih baru Timnas Indonesia akan dilakukan paling lambat pada Januari 2026.
Sementara itu, proses pencarian dan pemilihan pelatih baru masih berlangsung, dengan sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat potensial.
Dengan adanya serangkaian masalah ini, PSSI dihadapkan pada tantangan besar baik dari segi finansial maupun prestasi Timnas Indonesia di ajang internasional.
Hukuman FIFA terhadap Thom Haye dan Shayne Pattynama, serta denda yang diterima PSSI, semakin menambah panjang deretan persoalan yang harus segera diselesaikan oleh federasi sepakbola Indonesia.
FIFA Tegaskan Tindakan Tidak Sportif Tidak Dapat Ditoleransi
Tindakan yang dilakukan oleh Thom Haye dan Shayne Pattynama, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap pasal 14 FIFA, memberikan sinyal tegas bahwa perilaku tidak sportif di lapangan, khususnya terhadap ofisial pertandingan, tidak akan ditoleransi oleh federasi sepakbola dunia.
Hal ini juga mengingatkan pemain dan ofisial di seluruh dunia untuk selalu menjaga profesionalisme dan sportivitas dalam setiap pertandingan, apapun kondisinya.
Meski demikian, hukuman ini juga memberikan pelajaran penting bagi Timnas Indonesia dan PSSI untuk lebih berhati-hati dalam mengelola emosi para pemain serta menjaga hubungan baik dengan ofisial pertandingan dan suporter.
Ke depan, PSSI diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya insiden serupa yang bisa merugikan tim dan federasi.
Dengan hukuman ini, FIFA sekali lagi menegaskan bahwa sepakbola harus dijalani dengan semangat fair play, yang mengutamakan kehormatan dan kedisiplinan baik di dalam maupun di luar lapangan. (xpr)







