Erick Thohir Ungkap 5 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia dari 4 Negara Berbeda, Siapa Saja?

Erick thohir ungkap 5 nama calon pelatih timnas indonesiaErick thohir ungkap 5 nama calon pelatih timnas indonesia

INBERITA.COM, Pencarian pelatih baru untuk tim nasional Indonesia kini menjadi fokus utama PSSI setelah berakhirnya masa kerja Patrick Kluivert.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan bahwa proses seleksi sudah berjalan dan saat ini ada lima nama pelatih yang tengah dipertimbangkan untuk menakhodai skuad Garuda.

Meski belum ada keputusan final, Erick menegaskan bahwa langkah ini penting agar timnas tetap berada di jalur kompetitif menuju agenda besar sepak bola internasional, termasuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.

“Kita memang tidak ikut FIFA Matchday November karena fokus pada penataan tim dan pencarian pelatih baru. Tapi Maret, Juni, September, Oktober, dan November tahun depan adalah agenda penting bagi kita untuk mulai meraih poin FIFA,” ujar Erick Thohir dalam pernyataannya, Rabu (5/11/2025).

Erick mengakui bahwa menemukan sosok yang tepat untuk memimpin timnas Indonesia bukan perkara mudah.

Ia menyebut, keputusan ini harus dipertimbangkan dengan matang karena pelatih baru akan menjadi kunci dalam membangun arah permainan Garuda yang lebih solid dan kompetitif di masa depan.

Menurutnya, sudah ada lima nama pelatih yang kini masuk dalam radar PSSI. Namun, Erick belum mau membocorkan siapa saja mereka, termasuk asal negara masing-masing. Ia hanya memastikan bahwa para kandidat berasal dari empat negara berbeda.

“Sekarang kita menjaring nama lebih banyak, sudah ada lima nama. Tapi ini masih proses. Kita harus diskusi dulu dengan banyak pihak, termasuk dari internal PSSI dan juga stakeholder pemerintah,” kata Erick.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menegaskan, kelima nama pelatih tersebut belum tentu bisa langsung tersedia atau bersedia menerima tawaran dari Indonesia. Ia menyebut situasi ini masih sebatas tahap penjajakan awal.

“Karena lima nama ini belum tentu available, ini kan baru cita-cita. Sebelumnya ada sepuluh nama, tapi lima tidak bersedia. Jadi kita juga perlu proses,” ujarnya.

PSSI, kata Erick, tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Proses seleksi akan dilakukan dengan hati-hati agar pelatih yang terpilih benar-benar sesuai dengan visi jangka panjang timnas.

“Banyak komunikasi yang perlu dilakukan. Kita ingin memastikan bahwa siapa pun pelatihnya nanti, dia paham karakter sepak bola Indonesia dan bisa membawa tim ini melangkah lebih jauh,” tambahnya.

Erick menilai, selain kemampuan teknis dan pengalaman internasional, pelatih baru juga harus memiliki komitmen terhadap pembinaan pemain muda.

Ia ingin agar program timnas tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan sepak bola nasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, rumor mengenai calon pelatih timnas Indonesia memang mulai beredar luas.

Sejumlah nama pelatih asing disebut-sebut masuk dalam daftar incaran PSSI, baik dari Eropa maupun Amerika Latin. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari federasi.

Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh sebelum keputusan final diambil.

“Kita masih diskusi, masih penjajakan. Jadi mohon bersabar,” tegasnya.

Sementara itu, absennya timnas Indonesia di FIFA Matchday November 2025 disebut sebagai langkah strategis agar PSSI bisa fokus menata ulang arah tim setelah kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026.

Presiden Prabowo Subianto pun dikabarkan sudah memberikan dukungan penuh terhadap langkah restrukturisasi ini.

Sebelumnya, Erick Thohir juga sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah timnas gagal lolos ke Piala Dunia.

Ia menegaskan bahwa perombakan di tubuh PSSI, termasuk perekrutan pelatih baru, adalah bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki performa Garuda.

“Kami sadar bahwa ekspektasi publik sangat besar. Karena itu, semua keputusan harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan profesional,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, PSSI menargetkan pelatih baru sudah resmi diperkenalkan sebelum agenda FIFA Matchday Maret 2026.

Langkah ini diharapkan memberi waktu cukup bagi sang pelatih untuk menyiapkan tim dan menyeleksi pemain sesuai dengan filosofi permainannya.

Meski belum ada kepastian soal nama, publik sepak bola nasional menaruh harapan besar agar pelatih baru mampu mengangkat prestasi timnas di kancah internasional.

Terlebih, Indonesia kini tengah memasuki fase penting dengan banyaknya pemain diaspora yang mulai bergabung memperkuat skuad Merah Putih.

“Kita ingin tim ini bukan hanya tampil di turnamen besar, tapi juga berprestasi. Karena itu, pemilihan pelatih jadi hal yang sangat penting,” kata Erick menegaskan.

Dengan lima kandidat yang kini tengah dijajaki dan dukungan penuh dari pemerintah, PSSI tampak serius membangun kembali pondasi tim nasional Indonesia.

Siapa pun yang akhirnya terpilih, publik menantikan hadirnya sosok pelatih yang tak hanya berpengalaman, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat Garuda di lapangan hijau.