Elon Musk Luncurkan XChat, Aplikasi Chat Baru yang Disebut Pengganti WhatsApp

XChat Resmi Diperkenalkan Elon Musk, Saingan Baru WhatsApp Rilis 17 AprilXChat Resmi Diperkenalkan Elon Musk, Saingan Baru WhatsApp Rilis 17 April
Tantang WhatsApp, Elon Musk Siapkan Aplikasi Chat XChat dengan Enkripsi End-to-End.

INBERITA.COM, Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah memperkenalkan aplikasi perpesanan terbaru bernama XChat yang digadang-gadang akan menjadi aplikasi pengganti WhatsApp.

Aplikasi ini disebut membawa pendekatan baru dalam layanan komunikasi digital dengan menonjolkan aspek privasi, keamanan, serta pengalaman percakapan yang lebih personal tanpa gangguan iklan.

Elon Musk memperkenalkan XChat sebagai layanan pesan instan yang awalnya merupakan pengembangan dari fitur pesan langsung (DM) di platform media sosial X.

Namun kini, XChat diposisikan sebagai aplikasi mandiri yang terpisah dari X dan akan diluncurkan secara resmi pada Jumat, 17 April.

Peluncuran XChat ini menjadi perhatian publik karena disebut-sebut sebagai pesaing serius bagi WhatsApp yang selama ini mendominasi pasar komunikasi global.

Dalam deskripsinya, XChat menawarkan ruang percakapan privat yang dirancang khusus untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi secara lebih aman dan eksklusif.

Mengacu pada informasi yang tercantum di App Store, aplikasi ini saat ini sudah menampilkan pratinjau desain, termasuk ikon aplikasi dan detail tampilan antarmuka.

XChat dikabarkan akan lebih dulu tersedia untuk perangkat terbaru Apple, yaitu iPhone dan iPad generasi terbaru, sebelum kemungkinan ekspansi ke platform lain.

Melansir 9to5Mac, halaman aplikasi XChat di App Store juga mencantumkan tanggal rilis resmi pada 17 April.

Pengguna bahkan sudah dapat melakukan pra-pemesanan sebelum aplikasi ini benar-benar tersedia untuk diunduh secara publik.

Hal ini menunjukkan antusiasme awal yang cukup tinggi terhadap kehadiran aplikasi tersebut.

Salah satu daya tarik utama XChat adalah fokusnya pada privasi pengguna. Aplikasi ini tidak akan menampilkan iklan maupun fitur pelacakan, sehingga pengalaman berkirim pesan diklaim lebih bersih dan bebas gangguan komersial.

Selain itu, pesan yang dikirim melalui XChat dilindungi dengan sistem enkripsi end-to-end, yang berarti hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat mengakses isi percakapan.

Dari cuplikan yang beredar, XChat juga akan menghadirkan sejumlah fitur tambahan yang memperkuat aspek keamanan dan fleksibilitas komunikasi.

Beberapa di antaranya mencakup kemampuan untuk memblokir tangkapan layar, mengirim pesan yang dapat menghilang secara otomatis, membuat obrolan grup, hingga melakukan panggilan video.

Dalam deskripsi resmi aplikasi tersebut disebutkan, XChat akan memungkinkan pengguna untuk “bercakap-cakap dengan siapa pun di X dalam ruang pribadi yang dirancang khusus untuk percakapan,” menurut deskripsi aplikasi tersebut.

Fitur ini mempertegas posisi XChat sebagai platform komunikasi yang terintegrasi dengan ekosistem X, namun tetap berdiri sebagai aplikasi independen.

Sebelumnya, Elon Musk juga sempat melontarkan sindiran terhadap aplikasi perpesanan milik Meta, induk perusahaan Facebook dan Instagram.

Sindiran tersebut muncul setelah adanya pemberitaan mengenai gugatan terhadap WhatsApp terkait dugaan akses terhadap pesan pribadi pengguna tanpa persetujuan.

Dalam sebuah unggahan di X, Musk menanggapi isu tersebut dengan singkat, “Tidak bisa percaya WhatsApp,” cuit Musk, melansir Mashable.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari pihak WhatsApp. Akun resmi Meta di platform X membantah keras tuduhan yang berkembang.

Mereka menyatakan bahwa klaim dalam gugatan tersebut “sepenuhnya tidak benar dan tidak masuk akal.”

Selain itu, pihak WhatsApp juga menegaskan bahwa layanan mereka telah lama menggunakan teknologi enkripsi ujung-ke-ujung berbasis protokol Signal.

Teknologi ini diklaim memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi percakapan, tanpa akses dari pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri.

Dengan hadirnya XChat yang menawarkan fitur privasi, enkripsi end-to-end, serta absennya iklan dan pelacakan, aplikasi ini diprediksi akan menjadi salah satu inovasi terbaru di industri aplikasi pesan instan.

Peluncuran resminya pada 17 April mendatang akan menjadi momen penting untuk melihat apakah XChat mampu menjadi aplikasi pengganti WhatsApp seperti yang digadang-gadang oleh Elon Musk.