Drama Pergantian Menkeu: Purbaya Masih Bekerja Siang Hari, Sore Digantikan Suahasil

INBERITA.COM, Pergantian Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026, berlangsung dalam tempo yang mengejutkan.

Beberapa jam sebelum Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat baru di Istana Negara, Purbaya Yudhi Sadewa masih menjalankan agenda resmi sebagai Menteri Keuangan dan berbicara mengenai arah pengelolaan keuangan negara.

Purbaya pada siang hari masih berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menghadiri rapat gabungan bersama Komite IV DPD RI yang membahas sejumlah isu penting, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Transfer ke Daerah (TKD), hingga kebijakan fiskal pemerintah.

Agenda tersebut menunjukkan bahwa pada saat itu Purbaya masih menjalankan fungsi publiknya sebagai Menteri Keuangan. Ia hadir sejak sekitar pukul 10.15 WIB dan baru meninggalkan kompleks parlemen sekitar pukul 14.35 WIB.

Dalam rapat, Purbaya masih memberikan penjelasan mengenai kebijakan fiskal dan arah APBN. Tidak ada tanda yang secara terbuka menunjukkan bahwa beberapa jam kemudian posisi yang diembannya akan berpindah tangan.

Situasi berubah menjelang sore. Informasi mengenai pergantian Menteri Keuangan mulai beredar ketika agenda pemerintahan memasuki tahap persiapan pelantikan. Purbaya disebut sempat meninggalkan ruang rapat setelah menerima telepon.

Perubahan tersebut juga terbilang cepat karena hingga siang hari informasi mengenai pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan belum diketahui secara luas oleh jajaran internal kementerian.

Kepastian baru terlihat ketika Presiden Prabowo dijadwalkan melantik Menteri Keuangan baru di Istana Negara.

Prabowo kemudian resmi mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Dengan keputusan itu, perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan terjadi di tengah berlangsungnya pekerjaan fiskal yang tidak sederhana. APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, hubungan keuangan pusat dan daerah, serta upaya menjaga stabilitas ekonomi tetap membutuhkan kesinambungan kebijakan.

Pilihan terhadap Suahasil bukan pula keputusan yang membawa figur asing ke dalam lingkungan Kementerian Keuangan. Ia telah lama berada dalam lingkar kebijakan fiskal pemerintah.

Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan. Ia juga pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal, salah satu institusi penting dalam perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia menerima mandat baru. Tantangan pertamanya bukan sekadar mengambil alih jabatan, tetapi memastikan roda pengelolaan keuangan negara tetap berjalan tanpa menimbulkan ketidakpastian di tengah proses transisi.

Setelah pelantikan, Suahasil menegaskan bahwa tugas utama yang diberikan Presiden Prabowo adalah meneruskan pekerjaan Kementerian Keuangan sampai akhir masa Kabinet Merah Putih.

Ia menyampaikan bahwa APBN harus tetap berfungsi sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

“Tugasnya adalah menjaga keuangan negara, memastikan APBN terus menumbuhkan dan menstabilkan ekonomi kita,” ujar Suahasil.

Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa pergantian menteri tidak otomatis berarti perubahan arah fiskal secara menyeluruh.

Bagi Kementerian Keuangan, kesinambungan program menjadi salah satu aspek yang harus dijaga karena kebijakan anggaran memiliki dampak langsung terhadap pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Suahasil juga menepis kesan bahwa pergantian pejabat akan diikuti dengan perubahan mendasar terhadap seluruh pekerjaan yang sedang berlangsung.

Menurut dia, struktur dan jajaran kementerian sudah memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga pergantian kepemimpinan tidak semestinya mengganggu fungsi institusi.

“Ini adalah melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan, bukan masalah berubah-ubah. Seluruh jajaran sudah memahami tanggung jawab masing-masing untuk menjaga kredibilitas institusi,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena Kementerian Keuangan bukan hanya berperan sebagai pengelola anggaran pemerintah.

Kebijakan yang dihasilkan kementerian turut menentukan bagaimana pemerintah membiayai program pembangunan, mengelola defisit, menjaga penerimaan negara, serta merespons perubahan kondisi ekonomi.

Dalam situasi seperti itu, masa transisi menjadi perhatian tersendiri. Suahasil menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Purbaya untuk memastikan proses pergantian berlangsung dengan baik.

Koordinasi antara pejabat lama dan pejabat baru diperlukan agar tidak terjadi kekosongan informasi mengenai pekerjaan yang sedang berjalan.

Berbagai agenda fiskal memiliki jadwal, asumsi ekonomi, serta konsekuensi anggaran yang tidak bisa begitu saja dihentikan ketika terjadi pergantian pejabat.

Yang juga menjadi sorotan adalah waktu pengumuman pergantian tersebut. Purbaya masih memimpin rapat pada siang hari, sementara pada sore harinya Suahasil telah resmi mengambil alih jabatan melalui pelantikan di Istana Negara.

Rangkaian waktu itu membuat pergantian Menteri Keuangan menjadi salah satu perubahan politik pemerintahan yang paling cepat mendapat perhatian pada hari tersebut.

Dari sudut pandang administrasi pemerintahan, pergantian jabatan memang dapat berlangsung melalui keputusan presiden. Namun, dari sisi publik, transisi yang berlangsung dalam hitungan jam menimbulkan pertanyaan mengenai alasan dan pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Sampai pelantikan berlangsung, fokus resmi Suahasil adalah memastikan pekerjaan Kementerian Keuangan tetap berjalan. Karena itu, dampak pergantian ini nantinya akan lebih banyak terlihat dari kebijakan yang diambil, bukan semata dari pergantian nama di kursi Menteri Keuangan.

Pasar dan pelaku ekonomi pada akhirnya akan memperhatikan apakah perubahan kepemimpinan tersebut membawa penyesuaian terhadap strategi fiskal, pengelolaan APBN, maupun kebijakan ekonomi pemerintah.

Demikian pula pemerintah daerah akan mencermati kesinambungan kebijakan terkait Transfer ke Daerah yang sebelumnya menjadi bagian dari pembahasan Purbaya bersama DPD RI.

Pergantian ini sekaligus menempatkan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.

Frekuensi perubahan tersebut membuat stabilitas kelembagaan dan konsistensi kebijakan menjadi perhatian yang tidak kalah penting dari siapa yang menduduki kursi menteri.

Bagi Suahasil, tantangan pertama setelah pelantikan adalah membuktikan bahwa pergantian mendadak tersebut tidak mengganggu kredibilitas pengelolaan fiskal.

Bagi pemerintah, keberhasilan transisi akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga kesinambungan pekerjaan yang telah berjalan sekaligus menjelaskan arah kebijakan kepada publik.

Dengan demikian, momen pergantian Purbaya bukan hanya soal perubahan pejabat. Peristiwa itu memperlihatkan betapa cepatnya dinamika pemerintahan dapat berubah, bahkan ketika pejabat yang bersangkutan masih menjalankan agenda resmi pada hari yang sama.

Kini perhatian beralih kepada Suahasil dan bagaimana ia menerjemahkan mandat Presiden Prabowo dalam menjaga APBN, stabilitas ekonomi, serta kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara.