Daftar Negara Pemilik Bitcoin Terbesar 2025: AS, China, Hingga Bhutan Simpan Cadangan Raksasa

Negara pemegang Bitcoin terbanyak di duniaNegara pemegang Bitcoin terbanyak di dunia
Bitcoin Jadi Cadangan Negara: Ini Daftar Lengkap Negara Pemilik BTC Terbesar 2025

INBERITA.COM, Peran Bitcoin dalam peta geopolitik dunia kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya aset digital hanya dipandang sebagai instrumen perdagangan spekulatif, kini sejumlah negara mulai menjadikannya bagian dari cadangan nasional.

Keputusan tersebut menunjukkan bagaimana Bitcoin perlahan bergerak dari ruang ekonomi alternatif menuju instrumen strategis negara—baik diperoleh dari penyitaan, aktivitas penambangan, maupun kebijakan pembelian resmi untuk memperkuat portofolio aset.

Data BitcoinTreasuries.net per 31 Juli 2025, yang dirangkum Visual Capitalist pada Sabtu, 6 Desember 2025, memperlihatkan daftar negara yang kini tercatat memiliki cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Nilainya kian fantastis setelah dihitung menggunakan harga Bitcoin US$90.000 atau sekitar Rp1,5 miliar per BTC. Deretan ini sekaligus menggambarkan bagaimana aset digital mulai digunakan negara sebagai penopang ekonomi modern.

Berikut daftar negara pemilik Bitcoin terbesar di dunia per 2025:

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat kokoh di peringkat pertama dengan total kepemilikan sekitar 198.022 BTC atau hampir setara 297 Triliun rupiah.

Mayoritas Bitcoin ini merupakan hasil penyitaan dalam berbagai kasus kejahatan digital, termasuk lebih dari 144.000 BTC dari kasus Silk Road yang hingga kini masih menjadi salah satu penyitaan aset digital terbesar sepanjang sejarah.

Meski pemerintah AS rutin melelang sebagian Bitcoin hasil sitaan, cadangan mereka tetap menjadi yang terbesar secara global, dengan nilai mencapai ratusan triliun rupiah.

2. China

China berada di posisi kedua dengan cadangan sekitar 190.000 BTC atau hampir setara 285 Triliun Rupiah. Meskipun pemerintahnya melarang aktivitas perdagangan kripto, negara tersebut tetap menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

Cadangan itu terutama berasal dari penyitaan penambangan ilegal serta berbagai kasus kriminal aset digital. China mempertahankan kepemilikan besar ini sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset negara.

3. Inggris

Inggris menduduki posisi berikutnya dengan cadangan sekitar 61.245 BTC atau sekitar 92 Triliun Rupiah. Hampir seluruh Bitcoin ini berasal dari penyitaan dalam penegakan hukum terhadap kejahatan digital dan pencucian uang berbasis aset kripto.

Intensitas penindakan yang meningkat membuat pemerintah Inggris menjadi salah satu negara dengan cadangan Bitcoin terbesar.

4. Ukraina

Ukraina menyimpan sekitar 46.351 BTC yang berasal dari kombinasi penyitaan aset digital dan donasi kripto internasional sejak konflik berlangsung.

Bitcoin menjadi salah satu sumber daya penting bagi negara tersebut dalam menjaga stabilitas finansial selama masa perang dan pemulihan ekonomi.

5. Korea Utara

Korea Utara disebut-sebut memiliki sekitar 13.562 BTC. Cadangan tersebut diduga diperoleh melalui operasi siber yang dijalankan kelompok Lazarus, yang sering dikaitkan dengan peretasan aset digital berskala besar.

Meski kontroversial, jumlah Bitcoin yang dimiliki Korea Utara termasuk signifikan di level global.

6. Bhutan

Bhutan menjadi salah satu negara paling mengejutkan dalam daftar ini, dengan kepemilikan sekitar 11.286 BTC. Negara kecil di Himalaya tersebut memanfaatkan tenaga listrik hidro untuk menjalankan operasi penambangan Bitcoin secara senyap selama bertahun-tahun.

Aktivitas inilah yang menjadikan Bhutan salah satu pemain penting di balik layar dalam ekosistem Bitcoin global.

7. El Salvador

Pemerintah El Salvador menyimpan sekitar 6.257 BTC, menjadikannya satu-satunya negara yang secara resmi membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonomi.

Sejak menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, negara tersebut terus menambah cadangannya dan berupaya menjadikan aset digital sebagai pilar ekonomi baru.

8. Venezuela

Venezuela tercatat memiliki sekitar 240 BTC, jumlah yang relatif kecil dibandingkan negara lainnya. Sebagian besar Bitcoin ini berasal dari penyitaan aset digital yang terkait kejahatan finansial.

Pemerintah Venezuela belum mengintegrasikan Bitcoin sebagai bagian strategis dari cadangan nasional.

9. Finlandia

Finlandia menjadi negara dengan cadangan Bitcoin paling kecil di daftar ini, yakni sekitar 90 BTC.

Pemerintah biasanya melelang aset kripto hasil sitaan sehingga cadangan yang disimpan tetap minim, berbeda dengan negara-negara lain yang mempertahankannya sebagai bagian dari portofolio.

Secara keseluruhan, kesembilan negara tersebut menguasai sekitar 2,506 persen dari total suplai Bitcoin global.

Nilainya mencapai ratusan triliun rupiah, menandakan bahwa peran Bitcoin dalam struktur ekonomi negara semakin menguat dan tak lagi bisa dipandang sebagai sekadar aset spekulatif.

Bagaimana dengan Indonesia?

Hingga kini Indonesia belum tercatat sebagai negara dengan cadangan Bitcoin signifikan. Meski aset kripto telah diatur sebagai komoditas yang sah diperdagangkan, pemerintah belum menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan negara ataupun menyusun kebijakan khusus terkait investasi aset digital oleh pemerintah.

Dengan tren global yang terus berubah, arah kebijakan ini bisa saja berkembang di masa mendatang, terutama jika Bitcoin semakin diakui sebagai instrumen ekonomi strategis.

Fenomena meningkatnya kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara ini menunjukkan bahwa dunia tengah memasuki era baru, di mana aset digital menjadi bagian dari persaingan ekonomi global.

Sementara sebagian negara masih ragu, lainnya telah lebih dulu memanfaatkan peluang untuk memperkuat cadangan nasional melalui Bitcoin.