INBERITA.COM, Seluruh jalur pendakian Gunung Slamet resmi ditutup sementara mulai hari ini menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda kawasan lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Penutupan ini diberlakukan untuk seluruh jalur pendakian yang berada di lingkar Gunung Slamet dan dilakukan sebagai langkah antisipatif demi keselamatan pendaki serta masyarakat sekitar.
Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Slamet diambil setelah mempertimbangkan situasi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mulai dari longsor, banjir bandang, hingga terhambatnya jalur evakuasi apabila terjadi keadaan darurat di jalur pendakian.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, mengatakan bahwa penutupan dilakukan tanpa pengecualian untuk seluruh pos pendakian yang berada di kawasan lingkar Slamet.
Langkah ini diambil demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan akibat dampak langsung cuaca ekstrem.
“Untuk sementara (pos pendakian) lingkar slamet tutup semua. Cuaca masih ekstrim,” kata Sugeng saat dimintai konfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Sugeng menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak pengelola belum dapat memastikan kapan jalur pendakian Gunung Slamet akan kembali dibuka.
Penentuan waktu pembukaan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi cuaca di lapangan serta hasil pemantauan yang dilakukan secara berkala oleh petugas.
Menurutnya, selama kondisi cuaca masih berpotensi membahayakan, aktivitas pendakian tidak diperkenankan untuk dilakukan.
Penutupan ini berlaku bagi seluruh pendaki, baik pendaki lokal maupun dari luar daerah, termasuk kegiatan pendakian kelompok, komunitas, maupun individu.
“Sampai situasi dan cuaca membaik,” terang dia.
Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet ini juga berkaitan erat dengan dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah lereng gunung tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, banjir bandang dilaporkan melanda beberapa kawasan yang berada di sekitar Gunung Slamet, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah permukiman warga dilaporkan terdampak banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dengan membawa material kayu gelondongan, lumpur, dan bebatuan.
Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga mengakibatkan rusaknya akses jalan yang menghubungkan antarwilayah di lereng Gunung Slamet.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Purbalingga. Di daerah ini, banjir bandang terjadi di jalur menuju pos pendakian Bambangan serta kawasan Gunung Malang yang berada di Kecamatan Karangreja.
Jalur tersebut diketahui merupakan salah satu akses utama bagi para pendaki yang hendak menuju Gunung Slamet melalui Purbalingga.
Material banjir berupa lumpur tebal dan kayu gelondongan dilaporkan menutup sebagian badan jalan, sehingga akses menuju pos pendakian menjadi sulit dilalui.
Kondisi ini semakin memperkuat alasan dilakukannya penutupan jalur pendakian Gunung Slamet, mengingat jalur akses darat pun belum sepenuhnya aman.
Selain Kabupaten Purbalingga, banjir bandang juga dilaporkan melanda wilayah lereng Gunung Slamet di Kabupaten Tegal dan Pemalang.
Di dua wilayah tersebut, hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan aliran sungai kecil di lereng gunung yang membawa material dari hulu ke wilayah permukiman dan jalur transportasi.
Kondisi geografis Gunung Slamet yang memiliki banyak alur sungai dan lereng curam membuat kawasan ini rentan terhadap bencana saat cuaca ekstrem terjadi.
Oleh karena itu, pihak pengelola kawasan wisata alam dan kehutanan mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian Gunung Slamet demi keselamatan bersama.
Pengelola juga mengingatkan agar calon pendaki tidak memaksakan diri melakukan pendakian secara ilegal selama masa penutupan.
Selain membahayakan keselamatan pribadi, pendakian ilegal juga berpotensi menyulitkan proses evakuasi apabila terjadi kecelakaan atau bencana alam di jalur pendakian.
Dengan ditutupnya seluruh jalur pendakian Gunung Slamet sementara waktu, masyarakat diharapkan dapat terus memantau informasi resmi dari pihak pengelola terkait perkembangan cuaca dan status pembukaan jalur.
Hingga kondisi dinyatakan aman dan cuaca kembali membaik, aktivitas pendakian ke Gunung Slamet belum diperbolehkan untuk dilakukan.







