INBERITA.COM, Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD) atau asam lambung dapat menjadi masalah kesehatan yang mengganggu saat momen Lebaran.
Gejala seperti heartburn, mual, hingga nyeri ulu hati dapat muncul akibat perubahan pola makan, kelelahan, dan stres yang sering terjadi selama perjalanan.
Untuk membantu para pemudik yang menderita GERD, dr. Hasan Maulahela, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang fokus pada gastroenterologi dan hepatologi, memberikan tiga langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan ketika gejala GERD kambuh.
1. Longgarkan Pakaian yang Ketat
Langkah pertama yang disarankan adalah melonggarkan pakaian yang terlalu ketat, seperti ikat pinggang atau pakaian yang menekan perut.
Tekanan berlebih pada area perut dapat memperburuk gejala GERD dengan meningkatkan kemungkinan asam lambung naik ke kerongkongan.
“Longgarkan pakaian Anda jika merasa ada tekanan yang berlebihan pada perut. Ini dapat membantu mengurangi tekanan pada lambung dan mencegah asam lambung naik lebih jauh,” ujar dr. Hasan dalam penjelasannya.
2. Atur Posisi Duduk yang Tepat
Saat melakukan perjalanan panjang, posisi duduk yang salah bisa memicu GERD. Untuk menghindari gejala semakin parah, pastikan Anda duduk dengan posisi tegak dan hindari membungkuk atau meringkuk.
Jika memungkinkan, sandarkan punggung Anda agar posisi kepala dan dada lebih tinggi daripada perut, memanfaatkan gaya gravitasi untuk mencegah asam lambung naik.
“Posisi duduk yang tegak membantu mencegah asam lambung naik. Jika ada tempat untuk sandaran, manfaatkan untuk menjaga posisi tubuh lebih tinggi,” tambah dr. Hasan.
3. Lakukan Pernapasan Dalam
Pernapasan dalam dapat membantu meredakan gejala GERD yang muncul akibat stres atau ketegangan. Cobalah untuk menarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut.
Teknik pernapasan ini bisa menenangkan tubuh, merelaksasi otot-otot saluran cerna, dan mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan.
“Ambil napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Ini membantu mengurangi rasa panik yang sering memperburuk kondisi asam lambung,” saran dr. Hasan.
Perjalanan mudik Lebaran bisa menjadi tantangan bagi penderita GERD, terutama bagi yang menjalankan ibadah puasa.
Beberapa faktor seperti perubahan waktu makan, kelelahan fisik, dan stres perjalanan seringkali menjadi pemicu kambuhnya asam lambung.
Mengingat waktu makan yang terbatas selama puasa, penderita GERD perlu lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman saat sahur dan berbuka.
“Perubahan waktu makan, kelelahan fisik, dan stres saat perjalanan sering kali menjadi pemicu naiknya asam lambung. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara penanganan yang tepat jika gejala GERD muncul selama perjalanan,” ungkap dr. Hasan yang bekerja di RS Pondok Indah – Pondok Indah.
Jika gejala GERD tidak kunjung membaik, atau jika Anda merasakan nyeri ulu hati yang sangat parah disertai dengan muntah atau sesak napas, dr. Hasan menyarankan untuk segera menghentikan perjalanan dan berbuka dengan air hangat.
Hindari minum air dingin atau es batu yang dapat memperburuk kondisi. Jika perlu, segera konsumsi obat yang diresepkan dan hindari makanan atau minuman yang dapat memperburuk keadaan.
“Jika gejala GERD yang Anda alami tidak berangsur pulih, segera kunjungi unit Emergency rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat. Penting untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang Anda lewati,” tambah dr. Hasan.
Menjaga kondisi tubuh tetap prima selama mudik sangat penting, dan jika kondisi semakin memburuk, sangat disarankan untuk mencari perawatan medis sesegera mungkin.
GERD, atau penyakit refluks asam lambung, terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, mengiritasi lapisan dalam saluran cerna.
Gejalanya meliputi rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam), sensasi terbakar di dada dan ulu hati (heartburn), serta mual, muntah, dan nyeri dada.
Dalam perjalanan mudik, berbagai faktor bisa menjadi pemicu kekambuhan, antara lain:
- Makan terburu-buru: Saat sahur atau berbuka, pemudik sering kali makan dengan terburu-buru, yang bisa memicu naiknya asam lambung.
- Makanan dan minuman yang salah: Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein dalam jumlah berlebihan dapat memperburuk kondisi GERD.
- Posisi duduk yang tidak nyaman: Duduk terlalu lama dengan posisi yang tidak tepat dapat memberi tekanan pada perut, meningkatkan kemungkinan asam lambung naik.
- Stres dan kelelahan: Faktor stres dan kelelahan fisik selama perjalanan mudik juga dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Lebaran bisa menjadi momen yang menyenangkan, tetapi bagi penderita GERD, perjalanan panjang dan perubahan pola makan bisa memicu kekambuhan.
Mengikuti tips pertolongan pertama dari dr. Hasan Maulahela seperti longgarkan pakaian, atur posisi duduk, dan lakukan pernapasan dalam bisa membantu meredakan gejala.
Namun, jika gejala semakin parah, segera cari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Tetap jaga kesehatan selama perjalanan agar mudik Lebaran tetap berjalan lancar dan nyaman.







