INBERITA.COM, Aksi Aldi Taher kembali menyita perhatian publik. Kali ini, mantan suami Dewi Perssik tersebut mengaku mengalami gangguan pada ponselnya setelah secara terbuka membagikan nomor WhatsApp pribadinya dalam sebuah podcast.
Insiden ini bermula saat Aldi menjadi bintang tamu di podcast Marapthon milik Reza Arap.
Dalam kesempatan tersebut, dia secara gamblang menyebutkan nomor telepon yang biasa digunakan untuk keperluan pekerjaan.
Tujuannya sederhana, yakni membuka peluang lebih luas untuk mendapatkan tawaran job di dunia hiburan.
Namun, langkah tersebut justru berujung di luar ekspektasi. Alih-alih menerima pesan profesional dari calon klien, nomor tersebut malah dibanjiri ribuan pesan dari warganet dengan berbagai isi yang tidak relevan.
Bahkan, pesan yang masuk didominasi spam hingga permintaan di luar konteks pekerjaan.
Aldi mengungkapkan, jumlah pesan yang masuk mencapai angka fantastis, yakni sekitar 10.000 chat dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat ponselnya tidak mampu menampung lonjakan aktivitas secara tiba-tiba hingga akhirnya mengalami gangguan teknis.
Tak hanya spam, Aldi juga menyebut bahwa sebagian warganet memanfaatkan nomor tersebut untuk memesan burger dari usaha kulinernya.
Hal ini tentu semakin memperparah situasi karena pesan yang masuk bercampur antara urusan pribadi, pekerjaan, hingga hal yang tidak berkaitan.
Melalui unggahan di Instagram, Aldi pun menyampaikan permohonan secara langsung kepada publik agar menghentikan aksi spam tersebut.
Dia menegaskan bahwa nomor yang dibagikan merupakan jalur komunikasi penting untuk pekerjaan, bukan untuk kepentingan lain.
“Gue minta tolong banget ya cintaku sayangku, semuanya jangan nge-spam ke nomor pribadi untuk undang nyanyi yang 0812-1212 itu, yang gue share di Marapthon. Kalau pesan burger langsung aja datang ke Aldi’s Burger Cempaka Putih, please,” pinta Aldi dalam unggahannya di Instagram.
Akibat kejadian ini, Aldi mengaku kesulitan mengakses pesan penting, termasuk komunikasi dengan klien potensial.
Padahal, ponsel tersebut menjadi alat utama dalam menunjang aktivitasnya mencari nafkah.
Situasi ini tentu berdampak langsung pada pekerjaannya. Aldi menyebut bahwa gangguan tersebut membuatnya tidak bisa membaca sejumlah pesan penting yang seharusnya berpotensi mendatangkan pekerjaan.
“Handphone-nya jadi nge-hang, enggak kasihan sama gue? Ya bismillah gue buat nyari uang, buat ibu berobat, ya buat anak gue sekolah. Punten banget ya, punten,” ucapnya.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang risiko membagikan informasi pribadi di ruang publik, terutama bagi figur publik yang memiliki jangkauan audiens luas.
Di satu sisi, keterbukaan dapat membuka peluang, namun di sisi lain juga berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hingga kini, unggahan Aldi Taher terkait insiden tersebut terus menuai beragam respons dari warganet.
Sebagian memberikan simpati, sementara lainnya justru menanggapi dengan candaan yang semakin menambah panjang interaksi di media sosial.







